My Struggle

My Struggle
Salah Paham



Zen dan Adit langsung pulang hari itu juga tidak lupa mereka mengunjungi kakek, nenek dan ayahnya.


“Zen sekarang ayo berang…” Adit tercekat melihat gaya sang adik begitu tomboy dan persis seorang preman, cantik sih tapi… begitulah pikiran sang kakak


“Ada apa kak?” Tanya Zen


“Gakpapa ayo, oh ya Zen kakak cuti nih satu minggu gak mau liburan” Tanya Adit


“Liburan?” Tanya Zen heran kenapa sifat kakaknya sangat berubah drastis


“Iya, kakak cuti cuman buat kamu Zen” Ujar sang kakak


“Ngga lah kak, Zen juga sibuk kuliah dan kakak pasti sibuk kerja” Ujar Zen


Mereka akhirnya sampai juga dikota A


( Itu kaya Alisa dan Rara deh masa iya ada di restaurant Raka ) Pikir Zen


“Iya udah ya Al gue kuliah dulu” Ujar Rara


Rara hanya ingin tahu restaurant tempat sahabatnya bekerja, ya lebih tepatnya sih ingin tahun restaurant gebetannya Raka.


“Alisaaa gue kangen” Ucap Zen dan memeluk Alisa.


“Zen lepasin sahabat gue” Ujar Rara ketus


“Rara jangan gitu” Ujar Alisa


“Biarin Al, kita udah bantuin dia dengan ikhlas kakaknya nuduh lo yang ngga-ngga, gak habis pikir banget gue” Ujar Rara tersenyum sinis


“Apa maksudnya Ra?” Tanya Zen


“Pura-pura gak tau, kakak lo Zen dia…” Ujar Rara terpotong


“Udah lah Ra, lupain aja yang kemarin” Titah Alisa


“Ada apa ini pagi-pagi udah rebut” Ujar Raka


“Ka gue juga kangen sama lo” Ujar Zen


“Lo udah sembuh Zen mana kakak lo?” Tanya Raka


“Ada ka dia ngambil cuti demi gue” Ucap Zen kegirangan


Sementara Rara langsung ngeloyor pergi ke kampus dan Alisa pergi kebelakang.


“Oh iyah si Alisa kerja sama lo Ka?” Tanya Zen


“Ngga kok ini kan punya nyokap gue, ya kebetulan dia butuh karyawan baru” Jelas Raka


“Oh iya Ka si Rara kenapa, emang kejadian semalam kaya gimana sih gue gag ngerti” Ujar Zen


“oh iya gue pulang dulu ya Zen, gue mau siap-siap 2 sampai 3 hari lagi gue berangkat ke Amerika” Elak Raka


( Kenapa dia ngalihin pembicaraan sih pasti ada sesuatu,baiklah gue cari sendiri jawabannya ) Batin Zen


“Kok ngedadak sih Ka? Gak dari awal lo ngomongnya” Rengek Zen


“Iya maafin gue, gue juga dipanggil langsung dosennya, oh ya jangan berantem terus kakak lo sayang sama lo Zen” Titah Raka


Zen pulang untuk menyelidiki semuanya, dan dia tahu siapa yang harus dia hubungi.


Tuuuuuttttt panggilan terhubung


“Hallo ini dengan siapa” Tanya orang disebrang


“Ini Zen mbak,” Ujar Zenia


“oh nona Zenia, ada yang perlu saya bantu non” Ujar Rani


“Mbak jelaskan semuanya pada saya kejadian kemarin dengan sedetail mungkin” titah Zen


Akhirnya Rani menjelaskan apa yang diminta nona mudanya, dari Adit memaki Alisa, mendorong bahkan hampir menamparnya jika tidak ada Raka mungkin semuanya akan terlambat.


Zen tidak percaya dengan penjelasan Rani, tapi Rani bersumpah apa yang diliatnya memang seperti itu kejadiannya.


(Kakak memang gak akan pernah berubah) Batin Zen dan mengusap air matanya


( Gue tau sekarang kenapa Rara bersikap begitu ke gue) Pikir Zen


Di kampus


“Rara, Rara dengerin penjelasan gue” Ujar Zen dan mengejar-ngejar Rara yang sudah keluar dari kelasnya


“Aneh ya lo jangan ke gue ke si Alisa sana” Ujar Rara Risih


“Heey nona muda, mentang-mentang anak orang kaya lo ya, bisa seenaknya sama kita, dan jangan-jangan kakak lo yang lo suruh buat cabut beasiswa si Alisa gue kira lo gak sejahat itu Zen tapi apa?” Ujar Rara


"Kami hanya memang orang miskin Zen jadi kami membutuhkan beasiswa itu" Rara sangat kesal dan tidak menyadari akan berakibat fatal pada persahabatannya.


Zen terkejut dan mematung dia berfikir Rara sudah salah paham dengan menuduh kakaknya yang mencabut beasiswa sahabatnya.


Hari ini Zen bolos kuliah, dia malah mengurung di kamarnya tepatnya dirumahnya, semenjak Zen sakit Aditya tidak membolehkan untuk ngekos lagi.


Aditya yang melihat gelagat adiknya yang tidak beres segera mencari tahu.


Di restaurant.


“Hai Al” Ujar Rara


“Hai Ra lo ngapain kesini” Ujar Alisa


“Iya elah gue tau sekarang jam istirahat lo Al gue mau psen makan yaa” Ujar Rara


“Jangan boros-boros lo Rara” Alisa tahu makanan disana ya lumayan mahal


“Hai kalian sedang apa sih?” Tanya Adam


“Lah lo juga kesini?” Tanya Rara


“Iya gue mau liat kerjanya si Alisa bener apa ngga hehe” Ujar Adam


“Iya ampuun kalian sama saja” Ujar Alisa


“Oh iya Ra lo liat si Zen gak?” Tanya Adam


“Gak tuh” Jawab Rara acuh


“Kok jawaban lo gitu sih kasian tau dia kan baru aja sembuh” Jelas Adam


“Masa bodo deh yang penting gue gak liat” Jawab Rara kembali


Alisa mendengar obrolan mereka setelah Alisa memberikan pesanan yang dipinta Rara.


( Apa gara-gara tadi pagi ) Pikir Alisa


“Lo jangan gitu Rara, Zen juga sahabat kita, kita harus ada dalam suka maupun dukanya” Jelas Alisa


“Alisa lo gak curiga apa sama Pak Adit mungkin aja dia yang cabut biasiswa lo secara kan dia bisa lakuin apa aja sama lo waktu dirumah tuan Sanjaya dia ngomong gitu kan?” Tanya Rara Asal


( Sebenarnya gue juga sempat berpikir gitu sih tapi mana mungkin )


“Jaga ucapan Lo Rara, lo makin kesini makin ngelantur aja tau gak” Hardik Adam


“Woy kalem aja kali, emang apa salahnya ucapan gue Dam, lo pikir aja Pak Adit kan orang yang sangat berpengarush sekaligus orang yang berjasa ya mungkin bisa aja”


“Itu kan baru dugaan lo Ra, jangan menuduh tanpa ada bukti” Ujar Adam


“Udah lah kalian ngeributin ini gak guna tau, gue yang ngalamin ini kalian yang rebut, lagian gue suka pekerjaan ini kok” Jelas Alisa tersenyum


“Iya Alisa gue tau tapi sampaikapan, kita kuliah 3 tahun lagi dan lo apa gak cape kerja, kuliah, kerja kuliah terus” Ucap Rara


“Sudahlah Ra mau gimana lagi gue sangat bersyukur udah dapet pekerjaan ini juga” Jelas Alisa


Akhirnya Rara terpaksa mengerti hanya untuk melihat sahabatnya terus tersenyum.


Di rumah Aditya


“Sialaan siapa yang berani-beraninya memaki adiku” Ucap Adit emosi


“Nona Rara tuan karena dari semua sahabatnya nona muda, yang paling berani adalah dia” Jelas Ken


“Dan dia menuduh nona muda juga untuk menyuruh tuan mencabut beasiswa nona Alisa” Jelas Ken kembali


“Urus secepatnya Ken, pecat rektor itu jika tida bec*s” Titah Adit Baik tuan


Ken hanya menjalankan perintah untuk memecat rektor itu urusan nona mudanya biarlah tuannya yang menyelesaikannya.


-


-


-


-


-Salam❤