My Struggle

My Struggle
Terpengaruh



Di Indonesia.


“Tuan ada kabar baru” Ucap Ken


“Tuan Raka sudah mulai mendekati nona Alisa, saya sudah tidak tahan lagi sebenarnya tuan Raka memang sudah dari dulu menyukai nona dan semenjak pertama nona Alisa ke New York tuan Raka tidak bisa jauh” Ken sudah kehilangan kesabarannya, karena dari awal Ken tidak pernah memberitahu Aditya yang sebenarnya tentang Alisa dan Raka


“Lebih singkat” Titah Adit dingin


“Tuan Raka menawarkan pada nona Alisa untuk tinggal di apartemenya, dan nona Alisa menyetujuinya” Ucapnya kembali


Mata Aditya memerah rahangnya mengeras, Ken melihat amarah yang membara didalam diri Aditya.


“Kita ke New York sekarang” Titah Adit tegas


“Tuan saya sarankan jangan terlalu gegabah, karena bisa membuat nona muda lebih tidak suka, dan saya dengar mereka akan ke Indonesia secepatnya” Yaps Ken mendapat itu semua dari orang kepercayaannya di New York


“Aaggggrh” Aditya terlihat prustasi


Satu tahun terakhir ini memang Aditya sedang mengejar tander yang dapat menguntungkan perusahaannya sampai triliunan, bukan hanya itu saja tujuannya dia juga akan menyumbangkan sebagian laba perusahaannya ke panti asuhan, rumah sakit dan universitas. Aneh memang Aditya yang dingin dan egois bisa sedermawan itu.


**


Rara, ya sudah beberapa bulan ini juga dia sudah hampir lost contact dengan sahabat-sahabatnya Alisa maupun Adam apalagi Dini, dia mungkin sudah hampir lupa padanya, dia memang bukan Rara yang dulu dia sudah menjadi seorang wanita dewasa yang berfikir kedepan, dia sebentar lagi lulus dari kuliahnya dan bercita-cita ingin bekerja di rumah sakit Permata.


Rumah sakit terbesar di Indonesia, hanya orang-orang yang paling beruntunglah yang bisa masuk dan bekerja disana.


**


New York


“Apa maksudnya si Zen Ka?” Tanya Alisa


“Lo jangan terlalu memikirkannya mungkin dia lagi kurang enak badan atau mungkin lagi ada masalah” Raka tetap focus dengan kemudinya.


“Raka lo gimana sih sebagai sepupu lo harus bisa ngertiin dia dong” Hardik Alisa


“yayaya, oh iya apartemen lo mungkin besok deh, gue udah nemuin tempat yang bagus gak jauh kok dari kampus harganya juga lumayan” Jelas Raka


“Oh terima kasih ya Ka, dan gue juga minta maaf karena gue lo sama Zen sedikit berantem, tapi gue akan coba bicara sama Zen nanti”


**


“Eh lo Zen kusut amat tuh muka” Bela tersenyum sinis


“Apa yang dikatakan lo benar Bel, gue terlalu percaya sama sahabat gue, dia bakal ngambil Raka dan mungkin selanjutnya kakak gue” Zen berjalan lunglai seperti tak bertenaga.


“Maksud lo apa?” Bela berpura-pura tidak tahu.


“Kata lo nasib gue bakal sama kaya si Cristy, dan gue pikir-pikir lagi si Alisa di usir dari rumah karena sudah memanfaatkan mereka kan? Dan si Cristy juga baru pustus sama si Arley karena si Alisa juga?, gue takut gue kaya si Cristy”


“Gue akan ngelindungi orang-orang yang gue sayangi, si Alisa bisa saja merebutnya dari gue” Zen sudah berhasil terpengaruhi.


“Ya gue gak ngomong gitu juga sih tapi lo patut waspada, dan lo akan ikut kan sama si Alisa ke Indonesia?” Tanya bela dia terus memberikan racun pada Zen


“Buat apa? gue gak akan pernah ikut sama dia, gue udah muak liatnya juga”


“Zenia-Zenia lo lucu ya, baru aja lo ngomong mau ngelindungin orang yang lo sayang dari si Alisa dan dia akan ketemu kakak lo, lo gak takut dia mempengaruhinya?”


Zen tersadar ya dia harus ikut ke Indonesia agar wanita gak tahu diri itu sebutan untuk Sahabat yang sudah lama menemaninya Alisa, tidak bisa mempengaruhi kakaknya.


“Zen lo dimana?” Tanya Raka dia mencoba menghubungi Zen


“Ada apa?” Tanya Zen kembali


Zen malah menanggapinya serius,untuk saat ini memang dia sedang sensitive untuk memikirkan hal-hal yang kurang berguna baginya.


“Raka langsung ke intinya aja, gue masih banyak urusan” Tegas Zen


“Kok lo gini sih Zen? Lo kenapa? coba lo cerita sama gue kalau memang ada masalah”


“Gak ada apa-apa kok cuman gue mau ngajak lo nanti abis pulang dari kampus bareng Alisa kita nongkrong” Sebenarnya Raka hanya membantu Alisa untuk berbicara pada Zen


“Alisa lagi Alisa lagi sebenarnya ada hubungan apa sih lo sama dia lengket amat,gue gak bisa gue sibuk” Zen mematikan telephone nya


“Zen sebentar kok, Zen Zenia”


“kenapa sih ni anak gak kaya biasanya, apa memang dia sakit hati karena gue gak pernah ajak dia ke apartemen gue masa iya sih cuman masalah sepele” Batin Raka


“Kenapa? gak bisa ya?” Tanya Alisa yang memang mereka sedang di kafe dekat kampus mereka.


“Yah dia katanya sibuk, iya udah mending kita langsung aja ke Indonesia tanpa si Zen lagian dia udah besar kok gue yakin dia bisa jaga diri” Terang Raka dia mengaduk minumannya.


“Tapi Ka, itu…-“ Kalimatnya tergantung


“Gakpapa sifat manusia kadang memang susah ditebak sekuat apapun lo jika dia gak ada niat ya pasti gak akan mau”


“Oh iya kita besok akan terbang pagi ke Indonesia kita hanya ada waktu tiga hari maanfaatkan waktumu” Raka tersenyum


“Baiklah dan soal apartement? Katanya besok kan udah ada?” Tanya Alisa


“Gampang, nanti gue bakal beresin sebelum kita ke Indonesia”


“Makasih ya Ka, gue gak bisa bayangin tanpa lo” Alisa mengaduk minumannya dia masih kepikiran tentang Zen


Raka Dan Alisa sudah sampai di Indonesia, tetapi Alisa seperti orang yang ketinggalan sesuatu yaps dia melupakan Bela.


“Ka gue lupa si Bela juga kan katanya akan ikut bareng kita” Alisa sedikit panik


“Tenang aja, dia kan sering bolak-balik ke sini gak mungkin nyasar” Raka memang sudah dewasa pemikirannanyapun selalu tenang dan masuk akal.


“I iya juga sih tapi gue udah janji sama dia, kita bakal bareng ya udah lah ya mau gimana lagi, oh ya Ka gue boleh minta tolong lagi” Alisa menampakan gigi rapihnya.


Raka semakin tak terkendali dadanya berdetak sangat keras dia semakin mengagumi Alisa.


“Sudahlah jangan seperti anak kecil, gue akan bantuin lo mau sesulit apapun” Raka berjalan mendahului Alisa hanya untuk mengendalikan debaran didadanya.


Mereka sudah sampai di rumah megah nan mewah milik Aditya, ternyata Alisa ingin meminta maaf karena tidak berhasil membawa Zen pulang kembali.


“Alisa lo ngapain minta gue anterin kesini? Gak ada kerjaan aja katanya lo ada perlu sama yang lain” Raka kesal karena dia harus berpas-pasan kembali dengan sepupunya Aditya.


“Tadi katanya Ikhlas mau bantui gue, tapi sekarang ngeluh gimana sih, ayo anter” Jawab Alisa


“Ehehhe iya deh iya, tapi apa mungkin dia masih dirumahnya ini udah siang Al pasti si Adit udah dikantornya” Jelas Raka


Alisa tetap saja memasuki gerbang rumah mewah itu namun sebelum melangkahkan kakinya lebih jauh lagi ada 2 orang security yang menghadangnya.


-


-


-


-


-Salam❤