My Struggle

My Struggle
eps 3



''Nona,terimakasi karna sudah menolongku'' kata Dian dengan lembut sembari menunduk


''Dengan siapa kamu bicara? jika bicara tatap wajah orang yang kamu ajak bicara''


''Ma -maaf nona''


''tidak masalah, dimana kau tinggal? aku akan mengantarmu''


''tidak perlu repot nona, aku sudah merepotkanmu dari tadi''


''tidak apa2 lagi pula aku juga akan pulang,kamu masih kecil tidak baik berkeliaran malam2 begini''


Dengan perasaan yang tidak enak hati pun Dian menerima ajakkan Ellena untuk mengantarnya pulang.


...----------------...


''Ini gang rumahmu?'' tanya Ellena setelah sampai di depan gang yang sangat kecil,hingga mobil yang d bawa Ellena tidak bisa masuk ke dalam.


''iya nona, terimakasi tumpangannya nona''


''eeehhh aku akan mengantarmu''


''Tidak perlu nona aku bisa pulang sendiri'' sahut dia tak enak hati


''Tidak -tidak lihatlah jalan itu gelap sekali aku akan mengantarmu''


''Baiklah nanti aku akan menyuru kakak ku untuk mengantar nona kembali ke mobil''


''Hmm baiklah, ayo''


Ellena pun berjalan bersama Dian sambil berbincang ringan.


''Kelas berapa kamu?'' tanya Ellena


''Aku kelas 1 sma nona''


''jangan panggil aku nona,panggil saja kakak, siapa namamu aku lupa menanyakannya dari tadi hehe'' tanya Ellena sambil tertawa kecil


''Aku Dian non-eh maksudku kak, lalu kakak ?''


''Aku Ellena'' sambil mengulurkan tangannya kepada Dian


Mereka pun tertawa kecil sambil berjalan dan tidak lama mereka pun samapai di depan gerbang rumah yang sangat sederhana, bahkan jika di bandingkan rumah Ellena rumah Dian mungkin hanya setengah dari kebun bunga yang di miliki Ellena di rumahnya.


''Kakak mampir dlu di rumah kecil ku'' tawar Dian pada Ellena


''Tidak perlu Dian aku harus pulang sekarang sudah malam,aku bisa menemuimu ke sini besok untuk mengajakmu jalan - jalan bagaima''


''tidak perlu repot kak padaku''


''Tidak -tidak aku tidak menerima penolakan oke''


''baiklah kak aku panggil kakak ku dlu untuk mengantarkan kakak ke depan''


Ellena menyahuti hanya dengan menganggukan kepalanya saja pada Dian, dan beberapa menit menunggu akhirnya kaka Dian pun keluar untuk mengantar Ellena , dan betapa terkejutnya Ellena melihat Aland yang berdiri di hadapannya sekarang begitu pun Aland.


''Aland'


''Kau''


kata mereka berbarengan,Dian yang melihat pum sedikit terkejut melihat 2 insan di hadapannya itu ternyta sudah saling mengenal satu sama lain.


''Kalian sudah saling kenal rupanya,jadi aku tidak perlu memperkenalkan kalian lagi kan''


Ellena yang masih tak percaya pun hanya diam mematung sembari melihat Aland


''Kak, kak, kak Ellena'' tegur Dian hingga mengembalikan kesadaran Ellena kembali


''oh ehh iya kamu memanggilku''


''iya kak,,kak Aland antar kak Elena sampai di depan gang ya,kak Ellena terimakasi banyak telah menolongku hari ini''


''eehhh iyaa iyaaa,,iya iyaa Dian'' kata Ellena gugup


''Terimakasi telah mengantar adikku pulang'' kata Aland


''Ehh iya, aku tidak thu kalau Dian adalah adikmu rupanya''


Aland hanya diam tidak menanggapi perkataan Ellena


''Aland tidak bolehkah aku meminta nomer phonsel mu?,kau sangat pelit padaku,'' sambil memajukan bibirnya seolah sedang ngambek pada Aland


''untuk apa'' tanya Aland santai


''Ya untuk menghubungi mu lah Aland, lalu untuk apa lagi''


''Tidak bisa''


''Aland''


''Aland''


''Aland''


karna mendengar rengekan yang benar-benar menyebalkan bagi Aland ia pun menatap Ellena dengan sedikit tajam


''Walaupun kau sudah menolong adikku dan mengantarkannya pulang, bukan berarrti keinginanmu bisa ku penuhi hanya karna untuk balas budi'' ketus Aland


''Maksudmu apa Aland aku meminta nomor phonsel mu bukan untuk kamu membalas budi padaku, sudah berapa kali aku minta nomor phonselmu tapi tidak pernah kamu beri untukku''


Aland pun tampak acuh dan terus berjalan hingga sampai di depan mobil milik Ellena


''Pulanglah'


''Alandddd''


Aland pun acuh dan langsung meninggalkan Ellena ,dan berjalan menuju rumahnya,Ellena yang melihat pun hanya bisa melampiaskan kekesalannya pada ban mobil nya yang tak bersalah.


Buugggg


''Ahhhhhhhh kakikuu'' ringisnya kesakitan lalu masuk ke dalam mobilnya dan menuju rumahnya.


...----------------...


Keesokan paginya Ellena pun menepati janjinya yang akan menjemput Dian untuk mengajaknya jalan2 karna hari ini hari weeked.


Tok tok tok tok


Bunyi suara rumah Dian yang di ketok oleh Ellena, Ibu Dian pun membukakan pintu dan melihat Ellena yang berdiri tegap di depan pintu rumahnya,


''Selamat pagi Ibu -ehh Bibi'' kata Ellena canggung


''ahh selamat pagi nona, ingin mencari siapa?''


''Aaa saya Ellena Bibi ,saya mencari Dian''


''ahh iyaa silakan masuk nona"


''terimaksi Bibi''


''kami sedang sarapan,mari ikut sarapan bersama kami'' pinta ibu Dian dengan sopan


sementara itu Aland yang baru saja keluar dari kamarnya,sangat terlihat di wajahnya bahwa dirinya baru saja bangun tidur, jam sudah menunjukan puluk 9 pagi dan Aland terbangun sesiang ini, tak heran karna Aland yang baru pulang kerja jam 4 pagi.


Sementara itu Ellena yang melihat Aland hanya terbengong melihat Aland semakin seksi dengan rambut acak-acakan dan mata yang masih mengantuk.


''Woahhh ciptaanmu memang benar-benar indah Tuhan'' gerutu Ellena dalam hati tanpa mengalihkan pandangan matanya menatap Aland.


''Ekhemmmm, Aland mandi dlu bersihkan badanmu baru sarapan,ada tamu tidak enak melihat mu berantakan seperti ini'' kata ibunya sembari menepuk lengan anaknya


''Ehhh Bibi tidak apa2 lagian dia terlihat makin tampan seperti itu'' kata Ellena tidak sadar apa yang d katakannya,,lalu beberapa detik Ellena pun tersadar dan langsung menutup mulutnya dengan tangannya dan kembali mengambil kesadarannya.


''maksudnya Bibi tidak apa2 mungkin dia sudah lapar,jadi biarkan saja seperti itu,aku tidak apa2 hehe'' suara canggung Ellena membenarkan kata2nya


''Ooo kak Ellina sudah datang'' timpal Dian yang baru keluar dari kamarnya


''ayo ikut sarapan bersama'' sahut Dian lagi


''Aku akan mandi dulu'' kata Aland lalu kembali masuk ke dalam kamarnya


Setelah 20 menit berlalu Aland datang dan ikut berkumpul di meja makan bersama tanpa melihat ibunya, Dian dan Ellina yang sudah sedari tadi menunggunya.


''Apa yang di lakukannya sepagi ini di sini'' gerutu Aland dalam hatinya,sambil melirik Ellina dengan pandangan tak sukanya


tapi Ellena tidak menghiaraukan lirikan itu malah sebaliknya ia sangat senang karna bisa satu meja makan dengan pujaan hatinya itu.


''Aland, apa kamu tidak berangkat kerja hari ini'' kata Ellena berbasa- basi padahal tanpa di tanya pun Ellena tahu bahwa Aland libur hari ini


''Hm'' jawab Aland singkat


''kalau begitu ikut saja dengan aku dan Dian,kami akan pergi keluar untuk jalan-jalan'' pinta Ellena pada Aland


''Tidak''sahut Aland dengan cepat


''Kenapa Aland? ayolah ikut dengan kami,kami hanya berdua, akan seru jika kamu mau ikut'' rengek Ellena


'' Benar kak ,ikut kami saja kakak jarang keluar rumah untuk sekedar jalan-jalan,,apa kakak tidak bosan d rumah terus dan bekerja'' Rengek Dian menimpali.


next?


maaf jika ada typo ada alur cerita yang tidak seru,😇