
Alisa telah sampai dirumah Cristy tetapi belum ada tanda-tanda yang punya rumah kembali.
“Aduh gimana dong dia belum datang? Kenapa juga gue tinggalin dia sih kan jadi gini apa gue kesana lagi?” Alisa terus mondar-mandir menghawatirkan Cristy
“Masa ia laki-laki berengs*k itu gak gangguin adik gue?”
‘Ah mungkin sebentar lagi dia pulang’ Alisa mencoba menenangkan dirinya sendiri.
Sementara orang yang dikhawatirkan Alisa malah asik berduaan di hotel dengan pacarnya. Ya Arley dia sudah berpacaran dengan Cristy sudah dari sejak SMA, dia juga yang memengaruhi Cristy untuk terjerumus ke barang haram dan pergaulan bebas. Apa yang diceritakan Cristy tempo lalu pada Alisa itu berbohong jika dia sudah terbebas dari narkoba padahal dia masih pemakai walau tidak aktif.
**
“Ken gimana perkembangannya?” Tanya Aditya
“Nona Alisa sudah bertemu dengan nona Zenia tetepi Nona muda seperti menghindarinya, untungnya ada tuan Raka yang menjelaskannya pada nona Alisa” Jelas Ken
“Jangan biarkan Raka terlalu dekat dengan Alisa” Titah Adiitya
“Baik tuan”
Mereka selalu mengamati pergerakan Alisa, Zen dan Raka selama mereka berada di Amerika oleh orang-orang kepercayaannya, Aditya juga tahu adiknya selalu ke klub tapi dia masih sabar karena memang Zen tidak pernah macam-macam disana.
**
Gbruuuug Cristy membuka pintu dengan asal.
Alisa terkejut dan langsung terbangun dari tidurnya dia tidak terasa ketiduran sampai larut malam.
“Isty kamu abis dari mana aja, aku khawatir” Alisa memapah Cristy dia pulang dalam keadaan mabuk pakaian yang sudah dikenakannyapun sudah acak-acakan padahal lagi musim dingin kenapa dia sebegitu kuat pertanyaan yang memenuhi isi kepala Alisa.
“Isti coba kamu bicara kamu darimana?” Tanya Alisa setengah berteriak
“Untung Dady belum pulang coba kalu sudah apa yang dipikirkannya nanti?” Alisa membawa Cristy ke kamar mandi untuk menyadarkannya dengan menyiramkan air keseluruh tubuhnya.
“Stopp, kamu sudah gila hah?” gumam Cristy tetapi masih bisa terdengar oleh Alisa
“Dady bakal kecewa Isty liat kelakuan kamu kaya p*lac*r, dan sebagai wanita gak pantas selalu berada di club s*alan itu, gak baik Istyy” Alisa terus mengguyurnya
Sebenarnya percuma menasehati orang yang sedang mabuk, tetapi Alisa terus-terusan memarahi Cristy entahlah jika Jordan melihat ini semua apakah Alisa atau Cristy lah yang dia marahi.
Alisa tak tega melihat Cristy yang sudah menggigil tubuhnya membiru dia langsung mengganti pakaiannya dan membaringkan adiknya dengan ditutupi selimut tebal.
‘Bu coba kalau ibu masih ada dan ayah gak ninggalin kita, hidup Alisa gak bakal serumit ini’ gumam Alisa dengan melihat kegelapan malam di jendela kamarnya.
Tuuuutttt nomor yang tidak dikenal tertera dilayar HP Alisa, Yaps Alisa sudah membeli Hp baru itu pemberian dari Dady Jordan.
“Iya Hallo” Alisa segera mengangkat panggilan masuknya
“Al lo belum tidur? Tumben” Ucap Raka, dia mendapatkan no Alisa dari Zen itupuun tanpa sepengetahuannya, mungkin saja masih aktif dan ternyata memang benar Alisa tidak mengganti nomornya.
“Raka? Lo tau nomor gue?” Tanya Alisa
“Gak penting Al, yang terpenting sekarang lo jadi besok ke apartemannya sepupu gue?” Tanya Raka
“Hm jadi dong Ka emang kenapa? tapi agak sore ya gue ada kelas pagi dan takutnya sampai siang”
“Oke gak masalah gue juga masih banyak tugas dan besok harus ke kampus, udah ya bye” Raka mematikan teleponnya dia memang banyak tugas maklum mahasiswa akhir harus menyelesaikannya dengan tepat waktu bahkan dia hampir tidak tidur semalaman hanya untuk mengejar nilai yang bagus.
**
“Honey Dady pulang kamu dimana?” Tanya Jordan ya dia memang suka datang pagi kadang larut malam
Karena Jordan tidak melihat putrinya dia langsung saja menuju kamar Cristy.
Ckleeek Jordan membuka pintu kamar Cristy dia sangat terkejut melihat putri kesayangannya sangat tidak bersemangat seperti orang yang sakit.
Alisa berniat akan berangkat ke kampusnya tetapi dia mendengar ayahankatnya sudah pulang, dia memutuskan untuk menghampiri mereka di kamar Cristy.
“Honey kamu kenapa?” Tanya Dady khawatir
“Dady sudah pulang?” Tanya Alisa
“Sayang iya dady udah pulang, apakah kamu akan berangkat?” Tanya Jordan
“Iya Dad Alisa berangkat kayanya Crsity sakit biarkan saja nanti juga sembuh ada bubur di mejanya kalau dia mau kasih aja dad, oh iya Alisa juga udah masak kesukaan Dady udah ada di meja makan, awas harus dimakan Dad” Jelas Alisa panjang lebar
“Kamu yang paling mengerti Dady sayang, berhat-hatilah” Jordan mngecup kening Alisa ya seperti mengecup kening putrinya.
“ Dan terima kasih sudah menjaga Cristy”
‘Gue gak habis pikir sama Cristy bisa-bisanya dia melakukan yang seharusnya ia tidak lakukan kasian dady Jordan’ Batin Alisa
**
“Honey kau sudah bangun?” Tanya Jordan
“Hm dady sudah pulang, ini jam berapa?” Tanya Cristy dia setengah terkejut melihat Dadynya
“Ini jam 8 honey kamu istirahat dulu saja dan hari ini jangan dulu ke kampus kata sistermu kamu sakit, kamu makan dulu biar dady yang suapin” Dady menyuapi Cristy dengan bubur buatan Alisa
‘Apakah dia tidak menceritakannya pada dady?’ gumam Cristy
“Ada apa? apakah tambah sakit? kamu sakit apa honey?”
“Cristy gakpapa dady, mungkin Cristy kecapean semalaman ngerjain tugas” Ucap cristy berbohong
“Baiklah jangan terlalu keras honey kamu juga butuh istirahat”
Cristy mengambil mangkuk bubur ditangan dadynya.
“Cristy juga bisa dad, dady juga butuh istirahat pergilah ke kamar”
“kamu yakin Honey?”
“Yakin dad ayolah Cristy juga mau minum obat dan langsung istirahat lagi” Ucapnya berbohong
“Oke-oke dady akan istirahat, habiskan makannanya kakamu sudah cape-cape membuatnya”
Cristy tidak mengingat semua kejadian semalam yang dia ingat dia diguyur Alisa di kamar mandinya sendiri.
‘Hm sebel apa apaan sih sister marah-marah gak jelas dan udah mandiin aku lagi inikan musim dingin’ Gumam Cristy
‘Eh tapi aku juga harus terima kasih nanti padanya dia sudah menolongku karenanya dady gak tau ulahku’ cristy langsung menyelimuti kembali tubuhnya dan kembali tidur.
**
“Al ayo cepet masuk takut keburu si Zen pergi lagi” Usul Raka
“Iya bentar apa kita langsung ke apartemen?” Tanya Alisa
“Kita ke kampusnya dulu”
“Al gue mau cerita sedikit tentang si Cristy, mending lo pindah aja dari rumahnya gue tauk lo kebawa-bawa sama pergaulannya” Jelas Raka
“Maaf nih ya sebelumnya pasti lo kaget tapi gue kira bukan Cristy itu eh dan kemarin gue anterin ternyata memang Cristy yang gue maksud”
“Emang dia kenapa Ka?”
“Iya intinya lo harus secepatnya ninggalin rumah itu” Dia tidak bisa menjelaskan secara detail entahlah dia bingung harus menceritakanya darimana
Mereka sudah sampai di kampus Zen.
“Mungkin udah pulang Ka kok lama sih?” Alisa melihat sekeliling kampus Zen yang memang jaraknya lumayan jauh dari kampusnya dan Raka
Alisa melihat kesekeliling kampus dan dia melihat seseorang yang familiar menurutnya, tetapi dia lebih kaget lagi Alisa melihat Bela sedang berjalan ke arahnya *ralat* berjalan pulang meninggalkan kampusnya.
“Raka si Bela ada disini?” Tanya Alisa
“Bela? Siapa? Tunggu kayanya gue kenal deh”
“Iya dia kantemannya Zen juga”
“Ah iya bener tapi cerita yang gue denger dari si Zen dia kok kayanya orang yang gak baik, memangnya kenapa sih dan anehnya bisa sekolah disini pasti orang tuanya bukan orang sembarangan” Jelas Raka
“Sudahlah itu tidak penting mending kita langsung ke aparteman saja”
-
-
-
-Salam❤
-Maaf jika ada typo atupun kesalahan lainnya karena manusia tidak luput dari kesalahan hehe🍭✌