
“Oh ya Al lo udah hubungin keluarganya Zen?” Tanya Rara
“Oh iya gue lupa, tapi Ra gue gak tau harus hubungin siapa” Jelas Alisa
“Iya satu-satunya keluaraga Zen ya hanya kakaknya, berarti dia yang harus kita hubungi” Ujar Rara
“Ayaaaahh” Zenia terus menjerit-jerit dari dalam
“Dia kenapa Dam?” Alisa panik dan memandang Zen dari balik pintu
“Tunggu gue panggil dokter” Jawab Adam
Dokter dan dua perawat memasuki ruangan Zen, dan dokter menyuntikan cairan yang membuat Zen terlelap kembali.
“Dokter bagaimana keadaan sahabat saya?” Tanya Alisa khawatir
“Begini nona keadaannya sekarang makin menghawatirkan, jika tidak ditangani dengan serius mungkin akan berakibat fatal, saya kira cuman anemia saja yang diderita nona tapi setelah saya teliti lagi nona zenia mengalami depresi berat” Jelas sang dokter
“Maksud dokter ganguan jiwa?” Tanya Rara
“Saya kurang tahu nona karena saya bukan ahlinya saya sarankan untuk membawa nona Zenia ke psikolog atau bisa juga ke psikiater dan yah satu lagi mohon untuk segera menghubungi keluarganya, bisa saja nona Zenia membutuhkan mereka untuk sekarang” Jelas dokter kembali
“Saya akan usahakan dok” Ujar Alisa
Adam sangat menghawatirkan Alisa badannya hangat dan wajahnya sangat pucat.
“Al kita balik dulu yu,ini udah gelap loh lo juga banyak tugas juga kan?” Rara membujuk Alisa agar ikut pulang bersamanya
“Gue gakpapap Rara lo duluan aja” Alisa tersenyum
“Al lo mending pulang istirahat biar gue yang disini, biar besok lo yang gantiin gue” Ujar Adam
“Yakin lo Dam?” Tanya Alisa
“Gue yakin Al gue kasian liat lo udah kaya mayat hidup tau gak sih” Ujar Adam
“ Apa mayat hidup? Emang gue udah meninggal?” Alisa mendelik kesal
“Udah-udah Al ayo pulang takut keburu malem” Ujar Rara
“Iya-iya ayo Ra” Ucap Alisa
“Oh ya Dam lo jangan kemana-mana awas jagain Zen” Titah Alisa
“Siap bu siap” Cengir Adam.
Dirumah Aditya
Tok-tok-tok
“Masuk” Ujar Adit dia tau siapa yang datang
“Maaf tuan saya ada kabar buruk tentang nona Zen” Ujar Ken
“Apa? katakana dia kenapa” Adit selalu tersulut emosi jika ada sesuatu hal yang terjadi dengan Zen
“Nona masuk ruamah sakit tuan” Ucap Ken
“Kenapa lo biarkan adik gue masuk rumah sakit dia kenapa hah?” Adit memukul meja kerjanya dengan sangat keras, tapi itu sudah biasa bagi Ken
“Menurut mata-mata nona, setelah tuan pergi dari kampus siang tadi sepertinya nona menangis dan pergi ke sebuah taman dibelakang kampus dan didatangi salah satu sahabatnya nona yang bernama Alisa itu tuan dan setelah kejadian itu nona pingsan” Jelas Ken
( Kau apakan Adiku) rahang Adit mengeras
“Kita kerumah sakit sekarang” Ujar Adit
“Tapi tuan kita akan ada acara nanti jam 20.00 malam” Ujar Ken
“Jangan membantah” Ucap Adit tegas
Mereka telah sampai dirumah sakit yang dituju dan menanyakan ruangan yang ditempati adiknya pada seorang perawat.
Adit sedikit berlari dan melihat adiknya dari balik pintu, Zen yang sedang terlelap rambut kusut dan wajah sangat pucat.
Ckleek pintu dibuka Adit dan diikuti Ken dari belakang.
(Kamu kenapa Zen, ini kakakmu sudah datang maaf terlambat, kamu memang tidak akan pernah mandiri Zen ) Miris itu yang dirasakan Aditya melihat adiknya yang terbaring lemah.
“Kita gak ada waktu Ken ayo kita pergi simpan keranjang buahnya disana” Ujar Adit
Sebelum mereka pergi kerumah sakit Ken tidak lupa membawa buah kesukaan nona mudanya.
“Baik tuan” Ucap ken
Mereka keluar dari ruangan Zen dan melihat seorang laki-laki yang tertidur pulas dibangku tunggu
“Siapa ken?” Tanya Adit
“Dia salah satu temannya nona muda tuan yang pernah saya ceritakan waktu itu” Jelas Ken
Aditya melihat ketulusan didalam diri Adam
“Permisi, apakah tuan keluarga nona Zenia” Sang dokter membuyarkan lamunan Adit
“Iya benar saya kakaknya” Ujar Adit
“Baiklah terima kasih anda sudah datang, nona Zenia sekarang sangat membutuhkan anda” Ujar dokter
“Maksud dokter bagaimana?” Tanya Adit kembali
“Begini sebelumnya saya sudah memberitahukan semuanya kepada nona Alis,i bahwa nona Zenia mengalami anemia yang sangat parah, dan untungnya nona Alisa bersuka rela mendonorkan darahnya” Ujar Dokter
“Anemia? Tapi dulu adik saya tidak mempunyai riwayat penyakit apapun dok” Ujar Adit
“Tapi analisa saya menunjukan bahwa nona Zenia memang mengidap penyakit itu, dan satu lagi nona seperti mengalami depresi berat saya juga sudah menyarankan untuk dibwa pada seorang psikolog atau ke psikiater” Jelas Dokter
“Dokter jangan macam-macam” Aditya menggenggam kerah baju sang dokter.
“Tuan tenang sedikit ini ditempat umum” Ujar Ken
Adam mendengar keributan yang sangat mengganggunya dia bangun dari tidurnya dan melihat percekcokan yang sedang terjadi Adam langsung berdiri dan menghampiri mereka.
“Maaf pak ini ada apa?” Tanya Adam
“Diam kau, kau siapa hah? Dokter gila ini bilang adik saya tidak waras, tapi ternyata dokternya yang gak waras” Adit hampir saja meninju sang dokter tapi ada 2 security yang melerai keduanya.
“Tuan mending kita pulang sekarang” Ajak Ken
Adit langsung membenarkan kemejanya yang agak kusut karena kelakuannya sendiri dan beranjak pergi.
“Dok maafkan atasan saya, dia sangat cape dia baru pulang kerja” Bohong Ken
“Tidakpapa saya sering mendapatkan perlakuan yang seperti itu, tapi saya mengerti” Ucap sang dokter dan tersenyum
“Sekali lagi terima kasih dok, lakukan yang terbaik untuk nona muda kami” Ujar Ken kembali
“Dan kamu Adam kan?” Tanya Ken
“Eh I iya pak saya Adam temannya Zen” Ujar Adam dia berfikir darimana dia tahu namanya.
“Panggil saja saya Ken, oh iya saya berterima kasih juga karena telah menjaga nona, saya permisi” Ken pamit pada dokter dan Adam yang masih berada disana.
-
-
-
-
-Salam hangat❤