My Struggle

My Struggle
Kamu bukan anaku Bela



3 hari berlalu Alex sudah bisa pulang.


“Al yakin lo gak ikut kita ke Inggris ayah lo pasti menunggu lo” Jelas Dini


“Iya gue masih ada sedikit masalah kalian duluan gue secepatnya nyusul” Tutur Alisa


Sudah satu minggu Alisa merawat Jordan sudah banyak perubahan yang terjadi pada ayah angkatnya itu.


Ketika Alisa sedang memeriksa Jordan, akhirnya Jordan membuka matanya dan tidak percaya yang ia lihat untuk pertama kali adalah anak angkatnya.


“Sayang itukah kau?” Tanya Jordan


“Dad, akhirnya kamu bangun” Tutur Alisa dan duduk di kursi yang sudah disediakan disana semua perawat keluar karena memang tugasnya sudah selesai.


“Dad kenapa jadi seperti ini?” Alisa sedih melihat keadaan Jordan yang sangat menghawatirkan


“Cristy adikmu Al, dia sudah banyak berbohong pada dady”


“Maafkan dady karena tidak mempercayaimu selama ini” Jordan menyesal telah mendengarkan anak semata wayangnya itu.


“Dady gak salah, Alisa yang salah sudah berjanji untuk menjaga Cristy namun Alisa tidak menepatinya” Alisa pun merasa bersalah.


“OH iya dad dimana dia sekarang?” Tanya Alisa


“Dady juga gak tau, dia bukan anaku lagi mungkin dia lagi di Club untuk sekarang juga, dia sudah tidak peduli lagi sama dad”


Alisa hanya diam mungkin ayah angkatnyaitu harus tahu semua kebohongan dan rahasia-rahasia anak manjanya itu.


1 minggu berlalu hasil pemeriksaannya untuk hari ini sangat bagus, keadaan Jordan kembali normal dan boleh pulang kerumah.


“Dad boleh Alisa minta sesuatu”


“Katakan sayang”


“Dady bagaimana kalau ikut dengn Alisa ke Inggris?” Pinta Alisa


“Ke Inggris?” Tanya Jordan


“Iya dad ya meskipun masih menumpang dirumah sahabat Alisa tapi secepatnya Alisa akan mencarikan apartemen” Jelas Alisa


“Dan Alisa juga mau ngenalin ayah Alisa ke dady”


“Ayah? Dady malu sama diri sendiri, biarkan dady disini untuk menebus kesalahan dady”


“Iya ayah angkat Alisa memang bukan Dady aja, ya pokonya dady harus ikut bagaimana?”


“Lupakan saja masalah kemarin”


“Bailah untukmu sayang” Dady mengacak rambut Alisa dengan gemas seperti anak kecil, ya Jordan memang penyayang menjadikan Cristy selalu dimanja olehnya.


“Ayaah Alisa pulang” Alisa terkejut melihat dokter Jorg bersama mereka.


“Dokter Jorg?” Tanya Alisa


“Hai dokter favoriteku kemarilah kita makan-makan bersama” Sahut Dokter Jorg


Sang ayah menceritakan bahwa selama ini dokter Jorg bertempat tinggal tepat di depan rumah Alex dan Dini namun Jorg sangat sibuk belakang in hanya hari ini ia sedang libur.


“Yah gak seru dok” Jawab Alisa


“Panggil saja saya ayah sama seperti ayahmu” Pinta Jorg


Alisa tersentak lupa ia membawa seseorang yang menunggunya diluar


“Dady maaf lama ayo masuk” Pinta Alisa


Masuklah Jordan dengan ia kaget melihat sahabat lamanya.


“Tyo” Jordan langsung menyadari bahwa itu rekan sekaligus sahabat kerjanya.


“Jordan apakah itu kau?” Tanya Tyo dia bangkit


Mereka langsung berpelukan lama, karena memang setelah 30 tahun yang lalu mereka belum pernah ketemu kembali.


“Eh kalian sudah pada kenal?” tanya Alisa lebih heran


“Apakah ini ayahmu sayang?” Tanya Jordan


“Iya ini ayah kandung Alisa Dad, dan ayah ini Dady Alisa yang selalu membantu Alisa ketika kuliah di New York” Jelas alisa


“Terima Kasih kamu sudah menjaga putriku” Tutur tyo


“Jangan Lupa Tyo dia putriku juga”


“Eits Alisa juga anaku” Jelas Jorg


“Sudah-sudah para bapak-bapak mending kita makan” Sifat keibuan Dini memang sangat melkat padanya.


“Ya sudah ayo nak makan dulu” Ajak Tyo pada Alisa


Satu minggu berlalu kehidupan mereka terasa harmonis dan sudah saatnya bagi Jordan untuk pulang, ya dia tidak akan pernah kembali ke New York dia akan pulang ke ruamh orang tuanya yang sama-sama di Inggris


“Paman pulang sayang, dan ini” Jordan memberikan kunci Rumah.


“Apa ini Dad”


“Dady hanya ingin memberikan kenang-kenangan saja terimalah, dady akan senang”


“Dady yang terbaik Alisa akan sering megujungimu Dad” Alisa lama memeluk Jordan.


Semua orang akan masuk namun seseorang menarik tangannya.


“Bela?” Tanya Alisa terkejut bagaimana ia tahu bahwa dirinya ada di inggris.


“Bagus ya lo bawa bokap gue kesini, gue akan tuntut lo dengan kasus penculikan dan memberi informasi palsu pada keluarga gue” Jelas Bela


Tyo mendengar ribut-ribut di luar dan ia langsung menghampiri kedua putrinya itu.


“Ayah, ayah tidakpapa?” Bela memeluk Tyo


“Ayah lebih bahagia disini” Jelas Tyo pandangannya kosong


“Maksud ayah apa?” Tanya Bela


“Maaf kan ayah Bela, aku bukan ayahmu maaf selama ini juga aku tidak akan pernah bisa menyayangimu seperti aku menyayangi Alisa anak kandungku” Tyo


“Apa kata ayah? Padahal selama ini Bela sangat mencitaimu ayah” Bela tak kuasa menahan air matanya.


Dia langsung melangkah bahkan berlari entah kemana dia hanya meninggalkan rumah itu.


“Ayah jangan terlalu kasar” Ujar Alisa yang sedang mengusap-ngusap punggung ayahnya itu.


“Ayah belum bisa memaafkan perlakuan mereka Al itu sangat membekas dihati ayah, apalagi ayah mengetahui ibumu meninggal karena mereka, entahlah jangan pernah menyuruh ayah untuk memaafkan mereka nak”


Tyo langsung kedalam.


Alisa mengerti penderitaan ayahnya, dia hanya diam mungkin Tyo akan memafkaan mereka namun membutuhkan waktu yang sangat lama.


Sudah beberapa bulan ini dia pindah ke rumah pemberian Jordan dan selama waktu itu ia tidak peduli, atau mungkin lebih tidak menyadari kehadairan buah hatinya dengan Aditya.


“Nak kamu bahagia ya serasa gendutan” Tyo terkekeh, dia bersyukur dia bisa membahagiakan anaknya walaupun waktunya mungkin sudah tidak lama lagi


Tidak dengan Parjo dia merasa khawatir jika mendengar apa yang terjadi pada anaknya.


“Ayah Alisa sebenarnya..-“ Kalimatnya tergantung ia ragu


“Kamu gendutan?” Gakpapa ayah senang kok, berarti kamu bahagia cepat menikah berikan cucu yang lucu padaku” Tyo kembali menyesap the nya.


“Aku hamil yah” Alisa tertunduk


“Hamil nak?” Tyo menjawabnya dengan tenang


“Mana mungkin atau kah kau sudah menikah?” Tanya Tyo penasaran


“Alisa belum menikah yah” Alisa terus menunduk


Ada gurat kekecewaan yang tergambar jelas diwajah Tyo namun sedetik kemudian Tyo malah bersujud di kaki Alisa.


“Maafkan ayah nak, ayah gak bisa menjaga dan mengajarimu dengan benar”


Alisa terkejut malah ayahnya yang menyalahkan dirinya sendiri, bukan Alisa yang jelas-jelas sudah merusak nama baik ayahnya.


“Tidak ayah, ayah tidak salah” Alisa menghapus air matanya dan membawa ayahnya kedalam pelukannya.


Setelah tenang Alisa menjelaskan secara detail kepada ayahnya, ayahnya mengerti bukan hanya dia yang kehidupannya hancur tetapi anaknyapun terbawa hancur hanya karena masalah sepele.


Terkadang masalah besar itu berasal dari masalah kecil yang selalu kita anggap sepele dan akibatnya lebih fatal.


-


-


-


-Salam❤


-Jan lupa dukung novel Help Me please terima kasih🍭