
Alisa masih saja terdiam padahal mobil Raka sudah memasuki halam kampus. Raka langsung keluar dari mobilnya sebenarnya dia juga agak kesal melihat Alisa yang terlalu berlebihan memikirkan orang lain.
“Apakah dia juga kesal tapi kan memang sifat gue seperti ini salah gue apa coba?” Batin Alisa terus bertanya-tanya dan dia melihat seseorang yang sangat ia kenal, ya ia sahabatnya Dini
“Diniiii” Alisa sedikit berteriak
“Eh lo Al? gue duluan ya gue buru-buru” Ujar Dini
“Sebentar di leher lo kenapa? Lo sakit? kok banyak tanda merah” Alisa menyelidiki leher Dini yang sebenarnya tertutup syal tetapi tetap saja terlihat
“polos banget sih nih orang diakan tahu gue udah nikah” Batin DIni
“Nanti gue jelasin semuanya, gue duluan bye” Dini langsung ngeloyor pergi
Alisa juga langsung memasuki kelas, ini adalah tahun dimana sebentar lagi Alisa akan lulus dan cita-citanya menjadi seorang dokter spesialis akan terwujud.
“Ohh, sebentar perang dunia ke3 maksud lo? Itu gimana caranya?” Tanya Alisa polos
Alisa dan Dini sudah berada di kafe dekat kampus, Dini sudah berjanji akan menjelaskan apa yang tertanda dilehernya itu tetapi entah memang Alisa sangat polos atau dia sedang banyak masalah jadi tidak mikir sampai kesana
“Alisa lo jangan pura-pura b*go gue tau lo pinter perang dunia ke3 itu…” Dini menggantung kalimatnya
“Apaan Dini gue penasaran tapi yakin lo gakpapa?” Tanya Alisa masih khawatir
“Masih b*go nih anak, perang dunia ke3 itu b*k*n Anak” Jelas Dini tanpa menyaring perkataannya
“Ooh, apaaaa? Ih dasar lo gak tahu mau lo ya kalau tau begituan gue gak bakalan nanya terus nyesel gue”
“Iya lagian lo ber-oh ria aja kirain ngerti lo malah kaya orang b*ego”
“Stop panggil gue itu ya gue pinter dan sebentar lagi udah mau lulus tahuu”
“Iya-iya gue tahu, selamat ya gue gak nyangka di umur lo yang masih muda dan belum menikah lo udah mau S2” Mata Dini berbinar
“Maksih atas pujian dan ledekannya, oh iya lo ikut gak bareng gue ke Indonesia?”
“Mau ngapain lo ke Indonesia? Lo kan belum lulus nanggung beberapa bulan lagi kan?”
“Iya sih, gue ada perlu sama bibinya Adam dan gue akan mencoba membujuk Zen agar dia mau ketemu sama Adit”
“Adam? Zen?”
“Ah iya Zenia adiknya Aditya, dan Adam?”
“Ya si Adam teman kita si Rara juga disana, ayo kita reuni” Alisa sangat berantusias
Dini tersenyum
“Gue ngerti Alisa tapi gue harus lebih ngerti kewajiban sebagai seorang istri, suami gue lebih butuhin gue, tapi gue janji kapan-kapan gue akan ke Indonesia dan bertemu kalian” Ucap Dini sumringah
“Ya ya ya tapi gue bingung Din ngebujuk si Zen gimana? Gue udah bersuaha semampu gue tapi tetep aja”
“Memang merubah kepribadian seseorang tidak semudah yang kita bayangkan Al, jika memang Zen memiliki kenginginan pasti dia akan pergi sendiri tanpa lo bujuk, tapi memang jika dia kekeh akan penderiannya siapapun gak akan bisa membujuknya”
“Gue tau lo banyak masalah Al, lo pasti secepatnya akan keluar dari zona tidak nyaman ini” Batin Dini
Alisa menyadari seseuatu dia hanya terdiam.
“Al lo gakpapa? Tanya Dini
“Oh iya Al apa lo mau pulang bareng?
“Lo duluan aja gue masih ada urusan Din” Alisa terus mencoba mencerna perkataan Dini yang hampir mirip dengan apa yang dikatakan Raka
Di lain tempat Bela sedang menelepon ibunya, dia sangat bangga karena sudah berhasil memengaruhi Alisa dan selanjutnya orang-orang terdekat Alisa yang menjadi korbannya.
Pertama Bela berencana untuk mempengaruhi Cristy dia terus memata-matai Alisa untuk melancarkan aksinya.
Cristy kembali ke kampusnya karena memang dia tidak sakit hanya akal-akalan Alisa saja supaya rahasia Cristy tidak ketahuan Jordan.
“Siapa dia sok tahu banget” Cristy melihat penampilan Bela yang sama sepertinya seperi pel*cur jalanan.
Bela melihat gelagat Cristy yang memang dia sudah bisa menebaknya.
“Gue Bela temannya Alisa, lo juga bisa bahasa Indonesia kan?” Tanya Bela
“Gue tau lo sekarang risih karena ada si Alisa, Dady lo juga sekarang pilih kasih kan? Dan si Alisa juga suka banget ngelarang-larang lo gue bisa bantu lo tapi lo harus bantuin gue” Jelas Bela
“Kenapa gue harus bantu lo? Gue bisa beresinnya sendiri kok” Sergah Cristy
“Gue ingin tahu gimana reaksi Dady lo tahu kebusukan lo selama ini” Ancam Bela
“Lo? Lo udah berani ancam gue, hey lo siapa?” Cristy sedikit nyolot
“Tenang gue bukan ngancam lo kok, gue ngajakin lo kerja sama aja, gimana?”
“Sebegitu bencinya lo sama kakak gue”
“hah? Kakak, kakak macam apa? dia akan merebut semua kebahagiaan lo, kekayaan bahkan mungkin sebentar lagi Dady yang sangat menyayangi lo, sama seperti gue di cuman baik di luar”
Akhirnya Cristy berhasil terpengaruhi dan bersedia untuk kerja sama dengan Bela.
**
“Huuu sudah lama ternyata gue melamun disini” Alisa melihat arlojinya yang menunjukan setengah7 malam.
“Gue harus lebih memikirkan diri gue sendiri” Batin Alisa
“Ahh tapi gue gak bisa, dipikiran gue selalu ada empati yang tinggi gue ingin mereka bahagia”
Alisa terus saja meracau kasana kemari dan memutuskan untuk pulang karena ia khawatir orang rumah menghawatirkannya juga.
Ckleeek Alisa membuka pintu masuk.
“Bagus lo ya, lo pulang jam segini? Abis darimana aja?” Cristy langsung mengintrogasi
“Cristy kamu?” Alisa heran melihat tingkah laku aneh Cristy
“Lo bisa ya nyuruh gue pulang sore-sore dan lo pulang malam? Kakak macam apa hah?”
“Cristy lo kan tahu, ya gue ngaku salah sekarang tapi kan memang paling lambat gue pulang jam 8 dan gak pernah lebih sedangkan lo?” Tanya Alisa
Cristy mendengar suara seseorang yang membuka pintu dia tahu bahwa dadynya sudah pulang, Cristy langsung pura-pura terjatuh dan menampar pipinya sendiri.
“Sis ampuun, Cristy takuut” Cristy pura-pura kesakitan
Jordan melihat itu semua dan langsung berlari kearah Cristy
“Apa-apaan ini, Honey kamu kenapa?” Tanya Jordan
“Alisa memukul Cristy dad karena Cristy menasehati Alisa ini kan udah malem kenapa dia baru pulang” Crity menunjukan pipi merahnya padahal dia yang menamparnya sendiri.
“Ngga Dad itu bohong Alisa ngga memukul Cristy” Alisa sangat tidak menyangkan Crity melakukan itu semua.
“Sayang, Dady tahu kamu pasti lelah, tapi dengarkan saran dan nasehat walaupun dari adikmu sendiri” Jordan berusaha mencairkan suasana
“Tapi Dad Alisa..-“ Kalimat Alisa terhenti karena Jordan menyuruhnya langsung istirahat
“Si*lan benar apa yang dikatakan Bela dady sebentar lagi akan terpengaruhi olehnya, gue harus bergerak cepat agar dia keluar dari rumah ini” Batin Cristy dia sadar dia terlalu keras menampar pipinya sendiri.
-
-
-
-Salam❤