My Struggle

My Struggle
Rencana Busuk part2



Alisa termenung dikamarnya bukannya dia tidur tapi dia malah memikirkan kejadian tadi.


“Gue gak habis pikir kenapa si Cristy jadi gitu? Pake lo gue lagi?” Batin Alisa


**


“Gimana? Lo udah percaya sama perkataan gue?” Tanya Bela


“Gue gak nyangka si Alisa yang udah gue anggap kakak gue sendiri kaya gitu, gue minta bantuan lo sekali lagi buat dia keluar dari rumah gue” Jelas Cristy


“Beres, sisanya lo yang urus”


Hasut demi hasutan Bela berhasil mempengaruhi orang-orang terdekat Alisa. Bela dan Cristy merencanakan sesuatu yang sanggup membuat Alisa pergi dari rumah.


Alisa dan Cristy semakin jauh bahkan sampai seperti orang yang tidak kenal padahal masih satu atap, Alisa semakin tidak betah ingin dia pergi namun dia ingin membalas kebaikan Jordan selama ini.


“Alisaaa, toloong” Cristy berteriak jika tidak ada Jordan memang Cristy tidak memanggil Alisa dengan Sister lagi tapi dengan namanya saja.


“Ada apa?” Alisa menghampiri kamar Cristy dan suara itu terdengar dari kamar mandinya


Cristy menyiramkan air pada celana Alisa dengan menggunakan shower sedangkan dia berada di bathtub dia sengaja berendam disana hingga tubuhnya sedikit membiru dan menggigil.


“Cristy kamu apa-apaan?” Alisa kaget


“Honeey kamu dimana?” Jordan baru pulang dari kerjanya.


“Dady datang tuh, pas buat gue beraksi” Batin Cristy


“Dadyy toloong” Cristy berteriak-teriak


“Apa-apaan lo Cristy?” Entah bagaimana ceritanya shower yang dipegang Cristy sudah bepindah ke tangan Alisa.


“Alisaa ini apa-apaan?” Tanya Jordan amarahnya sudah diubun-ubun melihat putri kesayanganya seperti orang yang teraniyaya.


“Dady Alisa gak tahu, Cristy sudah berada disana dari tadi” Jelas Alisa ketakutan dia belum pernah melihat Jordan semarah ini.


“Bohong Dad, Alisa menghukum Cristy karena Cristy kemarin pulang jam 8 lebih, Cristy mau mencoba menjelaskannya tapi dia langsung menyeret Cristy kesini” Cristy pura-pura menangis padahal hatinya sangat gembira


“Apa itu benar Alisa?” Tanyanya kembali matanya sudah memerah


“Alisa gak bohong Dad percayalah” Alisa sudah terisak


“Tapi Dady pasti lebih percaya Cristy kan buktinya Cristy sudah Alisa hukum sangat lama, dan liat pakaian Alisa juga celananya sudah basah karena cipratan dari Cristy tadi dan shower itu dipakai untuk mengguyur Cristy” Sergah Cristy


Jordan meliahat Alisa dan Cristy, Jordan akhirnya bisa terpengaruh oleh anaknya yang sama liciknya dengan Bela.


“Kesabaran dady sudah habis,Alisaaaa cepat kamu angat kaki dari sini kamu memang tidak tahu diri sudah bagus kamu saya anggap anak” Tegas Jordan


Alisa terkejut, dia ketakutan sekaligus kecewa pada Jordan bisa-bisanya dia membela anaknya tanpa menyelidikinya dahulu.


“Tapi dad Alisa..-“


“Pergii” Jordan sebenarnya sangat bingung tetapi kasih sayangnya pada Cristy yang membutakan hatinya.


Alisa sangat sakit hati dia pergi dengan deraian air mata, padahal semua ini adalah rencana Cristy, Jordan sangat mudah dipengaruhi.


**


“Gue harus kemana? Apalagi nyari kontrakan disini pasti sangat mahal” Air matanya terus mengalir.


“Alisa lo? Eh tunggu lo kenapa?” Tanya Bela yang pura-pura tidak tahu


“Gue gakpapa Bel” Alisa menyeka air matanya


“Gue yakin pasti lo ada masalah, mending lo ke apartemen gue aja gimana? Gak jauh kok, mungkin lo mau nenangin diri lo dulu” Tawar Bela


Alisa semakin percaya bahwa Bela memang sudah benar-benar baik tidak seperti yang dibayangkan Zen dan Raka.


Tidak terasa sudah satu minggu Alisa numpang diapartemennya Bela, Alisa sangat tidak menyadarinya selama itu pula Bela memikirkan rencana selanjutnya.


“Oh iya gue denger lo mau ke Indoesia ya?” Tanya Bela


“Gue bisa bantuin lo tapi gantinya, gue boleh ikut?


“Kok permintaannya itu sih? Ya boleh lah lo juga kan orang Indonesia” Alisa terkekeh


“Iya maksudnya kita bareng gitu dan gue mau sama lo barengnya”


“Iya-iya lo bisa ikut bareng kami”


Alisa pergi ke perpustakaan dipusat kota, dia harus membeli beberapa buku untuk bahan scripsinya.


Bruuggh Alisa menabrak seseorang


“Sorry” Ucap Alisa


“No problem” Balasnya


“Eh tunggu kok dia, ya sepertinya gue pernah melihatnya tapi dimana?” Batin Alisa


“Arley” Arley menyodorkan tangannya


Alisa tersadar dia memerhatikan orang yang didapannya, Yaps dia adalah pacaranya Cristy


“Ah iya Alisa” Alisa melihatnya sangat aneh seorang Arley yang berandalan berada di perpustakaan yang notabennya orang-orang yang rajin ( Menurut author ya wkwk).


Mereka memakai bahasa Inggris dengan fasih apalagi Alisa sudah hampir 2 tahun dia berada di New York bahasa Inggrisnya sudah sangat baik.


Arley mengajak Alisa mengobrol di luar perpustakaan, tepatnya di sebuah restaurant dia berpura-pura baik agar rencananya berjalan dengan mulus.


“Alisa lo apa-apaan disini hah?” Tanya Cristy


“Sayang aku bisa jelasin” Sergah Arley dalam bahasa Inggris


“Cristy gue bisa..-“ Kalimat Alisa terpotong


“Apa lo? Udah puas lo manfaatin gue dan dady gue, gue kecewa sama lo Ar dan apalagi lo Alisa”


“Jangan harap kita bisa ketemu lagi, kita putuus” Cristy berlari keluar dan dibarengi Zen dan Bela yang akan memasuki restaurant itu.


“Alisa?” Tanya Zen


“Lo ngapain disini? Dan Lo? Bukannya Lo pacarnya si Cristy” Pandangan Zen beralih pada Arley


“Alisa lo ikut gue sekarang” Zen menarik tangan Alisa


Alisa masih terdiam dia masih terkejut dengan apa yang terjadi padanya.


**


“Sekarang gue butuh bantuan lo” Bela menelepon seseorang


Ya Bela, Arley, dan Cristy memang sudah merencanakannya termasuk membujuk Zen untuk ikut bersama Bela agar mengantarnya ke restaurant.


“Zen gue mohon anter gue ya, gue sedikit gak enak badan dan temen gue pada sibuk jadi gue minta tolong sama lo aja” Bela memohon agar rencananya berhasil


“Makannya jadi orang jangan jahat, jadi gini kan temen-temen lo juga gak sudi lagi bantu lo” Zen sedikit memaki Bela


“Iya gue sekarang sadar, dan gue gak apan pernah ngulangin lagi gue nyesel ternyata gak punya temen itu gak enak” Bela memaksakan dirinya seramah mungkin, ramah memang bukan sama sekali sifatnya.


“Iya udah jangan lama-lama”


Bela dan Zen sudah sampai direstauran dia melihat Alisa sedang dimaki Cristy dan Zen lebih terkejut Alisa sedang bersama Arley. Pikirannya melayang-layang.


-


-


-


-Salam❤