
Setelah 6 minggu berlalu, Alisa dan Rara mendapatkan kabar baik dari kepala sekolahnya bahwa mereka berhasil masuk dan diterima di universitas yang sama dikota A, selama itu pula mereka selalu belajar dan mempersiapkan mental dan fisik, agar mereka bisa menghadapi dunia luar yang sangat keras.
“Belum tidur nak? Tanya ibunya alisa
“Belum bu, Alisa gak ngantuk” jawabnya, alisa terus memandangi langit yang gelap di teras rumahnya
“gak baik anak gadis malam-malam diluar sayang, masuk yu” pinta ibunya
“Bu kenapa selalu anak gadis yang gak boleh keluar malam?” Tanya alisa
“Ibu juga gak tau nak, tapi nenekmu juga waktu dulu gitu, tidak membolehkan anak gadisnya keluar malam-malam, mungkin maksudnya perempuan lebih rentan nak, takut ada kejahatan yang terlihat maupun yang tak terlihat, percayalah semuanya hanya untuk kebaikan anak-anaknnya saja” Jelas ibunya, sambil memandang langit.
“Oh ya bu nanti disana, seru gak ya? Orang-orangnya baik gak ya? Alisa takut disana banyak orang jahat” tidak biasanya Alisa berkeluh kesah sama ibunya.
“Alisa dengerin ibu sayang, ibu tau kamu anak yang kuat, baik, dan pintar jadi gak mungkin ada orang yang bisa jahatin kamu nak, kamu harus nepatin janji kamu sama ibu dan ayah ” pinta sang ibu
Alisa mengalihkan pandangannya, dan menatap ibunya
“Bu, Alisa janji Alisa akan bahagia disana dan akan nepatin janji Alisa" Alisa langsung memeluk ibunya
“Iya ibu percaya sama kamu Al, ibu selalu berdoa agar kamu jadi orang yang sukses dan bahagia, dan satu lagi, lanjutkan cita-cita ayahmu” pinta sang ibu
“uhuk uhuk uhuk” batuk ibunya membuat alisa khawatir, memang ibunya sudah tidak kuat jika harus menerima hawa dingin apalagi di malam hari.
Alisa bangkit dari pelukan ibunya
“Bu, ibu gapapa? Alisa kan udah bilang sama ibu jangan ikutin Alisa kan jadi gini” khawati Alisa
“Ibumu gak papa nak, jangan terlalu khawatirin ibu” pintanya
“ iya sudah ibu sekrang istirahat, biar Alisa yang anterin ke kamar ya” tawar Alisa
“ Iya nak, kamu juga langsung istirahat ini sudah larut malam” pinta ibunya
“iya bu setelah Alisa antar ibu ke kamar, Alisa istirahat” Jawab Alisa
Alisa sudah kembali kekamarnya, dan menelepon seseorang dengan HP jadulnya.
Tut..tuut
"Aduh kemana sih dia udah tidur kali ya" pikir Alisa, beberapa saat kemudian tersambung dengan yang di sebrang
“Lo udah siapin semuanya kan Ra?” Tanya Alisa
“Hm apa-apaan sih lo al gue ngantuuk”
Sebenernya rara sudah tidur dari sore
“RARAAAAAAA” teriak alisa
“Eh iya-iya lo kok galak sih, iya nih apaan gue udah bangun”
“Dasar kebo lo ingetnya kalo gak tidur ya makan” oceh alisa
“ Alisa yang cantik, imut dan pintar ini udah larut malam udah ya gue tidur lagi” ujar Rara
Tuuuuutt panggilan terputus
"Dasa kebo tuh tiduur yang dipikirannya"
pikir Alisa
Alisa tidak bisa tidur dan terus kepikiran ibunya, dia gak sanggup harus ninggalin ibunya sendirian, barulah setelah pukul 01.00 dini hari Alisa bisa tertidur juga.
Tak terasa fajar sudah mulai terbit, tapi ini masih sangat-sangat pagi bagi alisa, dia masih tertidur dengan pulas dibawah selimutnya.
“Allll cepet bangun sayang hari ini kamu akan berangkat ke kota A kan?” Tanya ibunya
“ Sebentar lagi bu Alisa masih nagntuk” jawab Alisa dari bawah selimut
“ ayo nak ini udah pukul 07.00” ibunya terpaksa berbohong supaya alisa cepet bangun
"Alisa-alisa terkadang kamu masih kaya anak kecil" Kekeh ibunya.
“Bu, ibu bohong ya ini kan masih jam 05.30 pagi” ujar Alisa.
Alisa sudah rapih dan siap berangkat kiranya ini sudah sangat terlambat padahal masih pagi buta.
Ibunya terkekeh “ lagian kamu susah dibangunin, ibu takut kamu terlambat nak?” jawab ibunya
“iya sudah, sarapan dulu, ibu juga sudah siapin bekel buat diperjalanan nanti, jangan lupa dimakan” pinta ibunya
“Iya bu sekali lagi terima kasih, Alisa gak bisa ngebalas semua kasih sayang dan perhatian ibu ke Alisa, Alisa makan ya bu”
“Jangan bilang gitu itu udah kewajiban ibu nak, oh ya ibu mau kasih ini ” ibunya menyerahkan sebuah kotak
“ Ini apa bu?” Alisa terus mengunyah makanannya
“Didalemnya ada sejumlah uang tidak banyak kok nak, ibu harap kamu gunakan uang itu sebaik mungkin, yah luamayan buat ongkos kamu berangkat dan buat sehari-hari asal kamu jangan boros saja, dan satu lagi disini ada kalung ibu gakpapa takut kamu kurang biaya jual aja ya nak” titah ibunya
“Bu Alisa gakpapa, Alisa kan punya beasiswa jadi pasti ada uang saku juga, ibu simpan aja, kalung ini kan pemebrian satu-satunya dari ayah” jawab Alisa
“ Gak papa Al, kamu aja yang simpen, gini aja kalo kamu lagi butuh banget uang baru kamu pake” ujar ibunya
“ iya sudah Alisa bawa, dan Alisa pasti akan menjaganya” yakin alisa
“Aliiiisaaaa” panggil seseorang dari luar
“Aduh berisik banget sih, pasti si rara” gerutu Alisa
“ya sudah biar ibu yang bukain pintunya ayo habisin dulu sarapannya” ujar ibunya
Ibunya alisa langsung membukakan pintu, dan di luar sudah ada rara, orang tuanya dan ibu kepala sekolah.
“Eh bibi, Alisa ada” cengir Rara
“Ada nak Rara, Alisa masih sarapan mungkin sebentar lagi” jawab ibu alisa
“Oh ya katanya keberangkatnyya jam 07.00?” tanya ibu Alisa
“Iya bu mohon maaf atas ketidak tepatan waktunya, saya diberi tahu pihak univeritas besok lusa harus datang terlebih dahulu ke universitasnya apalagi yang pakai jalur beasiswa mungkin ada pengumuman yang perlu disampaikan oleh pihaknya, jadi saya kasian dengan rara dan alisa jika berangkatnya terlalu siang takut nanti disana mereka belum menemukan kosan dengan cepat” tutur kepala sekolahnya
“ iya sudah kalau begitu saya akan panggilakan anak saya” ujar ibu Alisa
“Tidak usah bu Alisa udah selesai,”
Alisa langsung nongol dari dalam, Alisa membawa satu koper dan tas ransel miliknya.
Melihat alisa akan pergi, ibunya sangat sedih dan memeluk Alisa untuk terakhir kalinya.
“Inget pepatah ibu yak nak dan jangan lupa kabari ibu selalu” pinta ibunya, Ibu Alisa tak kuat menahan tangisnya
“ jangan sedih bu, Alisa akan baik-baik saja” hibur Alisa
“Maaf semuanya, Alisa, Rara ayo ikut sama ibu, takut terlambat, soalnya ibu pesan penerbangan yang jadwalnya pagi, ibu bawa mobil untuk mengantarkan kalian semua” tutur kepala sekolahnya
“Iya alisa cepet berangkat, ibumu biar kita yang jagain, kalau ada apa-apa pasti kita akan langsung menghubungimu” ujar ayahnya Rara
“Iya sudah tolong yak paman bi, jagain ibu saya” Alisa dengan terpaksa mengikuti ibu kepala sekolahnya menuju mobil yang akan mengantarkan dirinya dan rara.
Rara melihat raut wajah Alisa yang sangat sedih, bahkan rarapun tidak bisa menyembunyikan kesedihannya.
Setelah menempuh perjalanan 2 jam mereka akhirnya sampai di bandara. Alisa dan Rara sangat takjub melihat sekelilingnya banyak orang lain berlalu lalang, bagi mereka ini adalah hal yang pertama kalinya
“Al, ra maafin ibu ya ibu cuman bisa membantu kalian sampai sini, ini tiket kalian berdua jangan sampai hilang serahkan saja tiket ini pada petugas yang ada di sebelah sana” jelas kapala sekolahnya
“Gak papa bu, kami sudah sangat berterima kasih, ibu sudah mau membantu kami berdua” jawab Alisa
“Iya bu sekali lagi terima kasih” sahut Rara
Mereka sudah didalam pesawat, dan pesawatpun sudah lepas landas🛫