My Struggle

My Struggle
Eps 4



Karna Dian dan Ellena terus mendesak Aland agar ikut dengan mereka,akhirnya Aland pun mengikuti kata-kata Dian adiknya.


"Naik bis saja'' kata Aland


''Tidak- tidak'' bantah Ellena


''Aku membawa mobil kita pakai mobilku saja oke ! '' perintah Ellena pada Aland


''Huhhh'' desah Aland


Hal sepertini inilah yang Aland tidak sukai dari Ellena,terlalu manja menurutnya karna pergi harus menggunakan mobil padahal Aland tidak tahu bahwa sebenarnya Ellena bukanya tidak mau menggukanan bis hanya saja Ellena ingin Aland nyaman saat berpergian dengannya,yaitu menggunakan mobil, karna setahu Ellena selama Aland pergi bekerja hanya menggunakan motor atau naik bis,dan Ellena hanya ingin supaya Aland lebih nyaman saat ini, tapi ternyata pemikiran keduanya bertolak belakang.



Aland Gavin



Ellena Felicity


Di dalam mobil Ellena dan Dian berbincang- bincang dengan sangat bahagia sembari melempar tawa pada masing-masing,mengabaikan Aland yang sedang menyetir, Dian duduk di kursi belakang sedangkan Ellena duduk di depan dengan Aland, ya Aland bisa mengemudi karna dulu sebelum ayahnya meninggal ayahnya sempat mengajarkan Aland cara mengemudi, ayah Aland dahulu adalah seorang supir taksi dan ayah Aland mengajarkan Aland mengemudi dengan mobil taksi yang di gunakan ayahnya untuk bekerja, tapi tsksi itu adalah milik perusahan tempat ayahnya bekerja.


Dan sampailah mereka di sebuah Mall besar di pusat kota itu.



''Dian, ayo kita main timezone'' ajak Ellena pada Dian


''ayo kak'' sahut Dian menyanggupi


''Aku akan membeli powercard nya dulu'' sahut Aland pada Dian


''Tidak-tidak, tidak perlu aku akan membelinya,tunggu di sini sebentar,oke'' kata Ellena lalu berlalu pergi


''Dia kira aku tidak bisa membeli powercard itu apa'' gerutu Aland dalam hati



Ellena dan Dian pun sangat asik memainkan beberapa game yang ada di sana, dan Aland ia hanya memperhatikan adiknya yang sedang asik bermain,sesekali Ellena menawarinya untuk ikut bermain tapi Aland kekeh pada pendiriannya dia tidak mau ikut main bersama 2 wanita cantik itu.


Hingga sejam lebih Dian dan Ellena bermain timezone akhirnya mereka memutuskan untuk berhenti dan mencari makan,karna sudah waktunya untuk makan siang. dan seperti biasa Ellena yang membayar semuanya dan tidak memberi kesempatan Aland untuk mengeluarkan uang sepeser pun, dan ya Aland pasti semakin geram dengan sikap Ellena itu, Aland merasa sangat di rendahkan sebagai pria karna yang membayar semuanya adalah Ellena seorang, Aland sangat membenci hal itu.


''Aland kenapa kamu diam dari tadi? apakah kamu tidak suka kesini?'' tanya Ellena penasaran.


Dian yang menyadarinya pun sudah tahu bahwa kakaknya sebenarnya tidak suka terhadap tindakan Ellena yang membayar semuanya, Dian sangat paham oleh sifat kakaknya yang merasa terendahkan,Dian tahu bahwa maksud Ellena baik terhadap mereka,tapi di saat seperti ini pasti kakaknya Aland merasa tidak berguna sebagai pria yang bahkan kalah cepat dengan Ellena yang hanya langsung memberi kartu debitnya,tanpa harus mencari-cari uang receh lagi di dompetnya seperti yang Aland sering lakukan.


''Aland aku bertanya padamu'' tanya Ellena lagi karna tidak ada jawaban dari Aland


''Dian kita pulang sekarang'' titah Aland pada adiknya


''Kenapa pulang?. ya sudah ayo pulang'' kata Ellena


''Tidak, aku akan pulang hanya dengan Dian,kau pulang sendiri'' titah Aland


''kenapa aku haru pulang sendiri Aland,sedangkan aku kemari bersama kalian,jika kalian pulang maka aku juga akan pulang,mari pulang bersama''


''Tidak, aku akan naik bis bersama Dian,


ayo Dian'' sambil menarik tangan Dian untuk mengajak nya pulang


''Kak jangan seperti ini kepada kak Ellena'' pinta Dian pelan,lalu berjalan menuju Ellena


''kak aku pulang ya,terimaksi untuk hari ini,kakak pulanglah,istirahat,maafkan atas sikap kakakku pada kakak'' sembari menggenggam tangan Ellena merasa bersalah.


''Baiklah tidak apa-apa, kamu hati- hati di jalan Dian'' sahut Ellena pelan merasa kecewa pada Aland yang selalu mengacuhkannya, Dian pun pergi meninggalkan Ellena yang masih berdiri di tempatnya sambil melambaikan tangannya tanda perpisahan Ellena pun membalas dengan melambaikan tangannya pelan pada Dian.


Rasa sedih bercampur kecewa kembali di rasakan Ellena tidak hanya sekali tapi sudah berkali-kali.


Ellena memutuskan untuk meninggalkan mobilnya di Mall dan memilih untuk berjalan kaki menuju rumahnya yang di bilang cukup jauh dari mall itu,


hujan pun mulai turun membasahi tubuh munyil Ellena seakan mendukung nya untuk menangis malam ini.



''Tuhan, apa salahku?'' rintih Ellena pelan merasa tak berdaya akan hidupnya


''apa karna aku sudah punya uang,hiks sehingga kau tak memberikan kebahagiaan? hiks apa karna aku sudah cantik ,hiks, hingga kau tak memberikan aku cinta lagi? hikkkssss kenapa? apa salahku? apa aku jahat dengan menghamburkan uangku agar teman-temanku senang dan mau berteman denganku? apa salahku? apa salahku Tuhan? (tanya Ellena lemah pada Tuhannya)hiks hiks hiks,hikkksssss aaaaaaahksssshhhhhh ''


...****************...


Keesokan harinya


Cafe Coffe tempat Aland bekerja


''Hay Aland'' sapa seorang wanita yang notabene nya adalah Sisi


''Hay si'' sapa Aland kembali


''Land nanti malam datang ya ke reuni SMA kita,maaf memberitahumu mendadak sekali'' kata Sisi pada Aland


''Reuni? ''tanya Aland


''Iyaaa Aland, nnti kita akan reuni di restoran X,kamu harus datang Aland, semua teman-teman kita pasti mengharapkan siswa paling tampan hadir ke reuni ini, sudah 3th loh Land ,apa kamu tidak rindu dengan teman-teman SMA mu, dan termasuk dia'' kata Sisi panjang lebar


''Dia? apa dia hadir?'' tanya Aland antusias


''tentu saja Aland'' sahut Sisi tidak kalah antusias


''baiklah aku akan datang nanti'' sahut Aland menyanggupi


''Oke aku tunggu ya'' kata Sisi lalu berlalu pergi


''Sudah lama tidak bertemu denganmu'' kata Aland pelan, entahlah siapa orang yang di maksud Aland itu.


Sementara di dalam rumah megah bak istana ini sang tuan putri Ellena masih tertidur dengan sangat lelap,tidak perduli apa sudah pagi ataupun siang,dia hanya ingin bergelut pada selimut dan bantalnya saat ini, dengan tidur lebih lama mengurangi rasa sakit hati, menurutnya.


tok tok tok tok


suara pintu kamar Ellena terdengar


''Ellena, apa kamu belum bangun jam segini?'' tanya seorang wanita yaitu ibu Ellena Chloe


''Ellena, Ellena'' panggilnya lagi sembari mengetok pintu kamar Ellena dengan cepat


Pintu kamar pun terbuka memperlihatkan seorang gadis yang masih acak-acakan karna baru bangun dari tidurnya.


''Ada apa mah?'' tanya Ellena pelan


''Ellena lihat sudah jam berapa ini'' sahut ibu Ellena tegas


''aku hanya ingin tidur mah,biarkan aku tidur''


''apa? tidur? Ellena ini sudah jam 10 siang, dan kamu masih ingin tidur? apa kamu tidak ke kampus? apa kamu tidak ada kegiatan lain? aku dan ayahmu bekerja untukmu agar kamu bisa sekolah dan bisa mengandalkan mu,tapi lihat dirimu kamu hanya bisa tidur,bermalas- malasan, menghamburkan uang dengan teman-teman mu itu,kapan kami bisa mengharapkanmu Ellena?'' kata Ibu Ellena tegas sambil menujuk Ellena dengan jari telunjuknya.


''Mamah tidak suka pada diriku yang seperti ini? lalu mengapa masih mempertahankanku? bunuh saja aku agar tidak menjadi beban mamah lagi'' sahut Ellena pelan lagu berlalu pergi ke kamrnya dan menutup pintu kamar dengan lembut.


Ibu Ellena yang mendengarnya hanya bisa mendengus kesal dengan apa yang d katakan Ellena padanya.


Byyyurrrrrrrrrr


Di saat seperti ini Ellena hanya bisa terduduk di bawah Shower kamar mandinya,dengan air yang membasahi tubuhnya di timpali air mata yang keluar dari matanya,baru kemarin ia merasakan sakit pada seorang pria yang ia cintai dan hari ini hatinya kembali sakit dengan perkataan ibunya yang seakan dia di lahirkan hanya untuk bisa di andalkan bukan di harapkan.,kata-kata itu tidak hanya sekali keluar dari mulut ibunya tapi berkali-kali,belum lagi ayahnya yang selalu menghindar darinya seakan dia bukan putri kandung dari mereka,padahal Ellena sangat mencinti kedua orang tuanya tapi kenapa ia tidak merasakannya cinta dari orang tuanya sendiri.


typo bertebaran


maaf gaje ya,ini novel pertamaku hehe


pleasss enjoyy😘😘