
Suara tangis Alvaro membuat Keysha dan juga Reynald yang masih tidur nyenyak menjadi bangun.
" Ternyata sudah pagi " Dira mengangkat Alvaro ke gendongannya.
" Alvaro ganteng kok nangis terus, sih? Jadinya daddy cuma tidur sebentar " Ucap Reynald sambil beberapa kali menguap.
Jadi seperti ini, rasanya menjadi seorang ibu. Pagi-pagi dengan mata yang mengantuk karena kurang tidur. Keysha harus menyusui Alvaro.
" Bangun! " Keysha mencubit perut Reynald yang kembali berbaring dengan mata yang sudah terpejam.
" Akhh! " Karena kaget, Reynald langsung duduk dengan tangan memegang perut tepat di bekas Keysha mencubitnya.
" Bangun! Jangan enak-enakan tidur! " Seru Keysha.
Entah mengapa Keysha merasa kesal dan jengkel melihat suaminya yang kembali tiduran. Sedangkan dia sudah sibuk dengan Alvaro.
" Sayang, Aku masih ngantuk " Reynald menyandarkan kepalanya di kepala ranjang dengan mata terpejam.
" Kau pikir aku tidak ngantuk! Aku bahkan tidur lebih sedikit darimu!"
Reynald sangat tidak suka kalau istrinya sudah mulai mengomel. Rasanya Reynald ingin sekali menutup telinganya supaya tidak mendengarkan semua omelan yang istrinya katakan di pagi hari.
" Jadi, aku harus bagaimana supaya kamu berhenti mengomel? "
Keysha memberikan Alvaro kepada Reynald. " Jaga Alvaro, awas saja kalau kamu membuatnya menangis! " Keysha meninggalkan suami dan anaknya sebentar, untuk mempersiapkan air hangat dan perlengkapan mandi Alvaro.
Di dalam kamar, suara tangisan bayi menggema ditemani dengan teriakan Reynald. Yang terus-menerus memangil istrinya.
" Sayang! Cepatlah!! "
Reynald menimang Alvaro sambil berjalan. Berharap jagoan tampannya itu, supaya bisa segera berhenti menangis. Tapi sayang sekali, Alvaro malah menangis semakin keras.
" Aku kan sudah bilang! Jangan membuatnya menangis" Geram Keysha.
" Aku hanya mencolek dan mencium pipinya saja! " Jelas Reynald.
" Kepala ku jadi pusing! " Keysha mengambil alih Alvaro.
..
Dengan sedikit kesusahan, akhirnya Keysha sudah selesai memandikan dan membajui Alvaro.
Rasanya benar-benar sulit, karena bayinya terus menangis. Menurut Keysha, kelak bayinya akan tumbuh menjadi anak yang nakal.
" Bayi nakal ini akhirnya tidur juga" Ucap Keysha yang meletakan Alavaro ketempat tidurnya.
" Sayang .... " Reynald menyandarkan wajahnya di bahu istrinya.
Pagi ini terasa begitu berbeda dari pagi biasanya. Tidak ada pelukan dan ciuman selamat pagi. Yang ada dia malah menerima ceramahan dari istrinya.
" Kau mengabaikan ku " Reynald menatap wajah istrinya dengan wajah yang terlihat cemberut.
Keysha hanya bisa tersenyum, dia tau kalau suaminya sedang ingin bermanja-manja dengannya.
Keysha mencium bibir suaminya sebagai ucapan selamat pagi, meskipun sudah terlambat.
" Mana mungkin aku mengabaikan mu. Aku hanya sedang mengurus bayi tampan kita. " Ucap Keysha.
" Kau terlalu fokus padanya. Dan aku merasa dicampakkan " Reynald menarik istrinya supaya duduk di pangkuannya.
" Alvaro kan masih bayi. Aku harus lebih memperhatikannya. Jangan bilang kamu cemburu dengannya? "
" Sedikit, "ucap Reynald.
Reynald memainkan tangannya di dada Istrinya yang terlihat begitu menggiurkan.
" Sayang, aku masih belum bisa melayani mu " Ucap Keysha. Keysha bisa merasakan kalau milik suaminya yang dia duduki mulai terbangun.
" Aku tau, aku hanya akan bermain disini. " Reynald membuka kancing pakaian baju istrinya dengan begitu cepat. Mumpung jagoan kecilnya sedang tidur. Jadi, Reynald harus memanfaatkan waktunya sebisa mungkin.
Keysha hanya pasrah membiarkan suaminya yang mulai bermain di area leher maupun dadanya.