Marriage Contract

Marriage Contract
Tiga puluh lima



... Warning...


Harap bijak dalam memilih bacaan


------------------------------------------------------------------------


Visual Ryan



Visual Adit



Visual Mita



( semoga kalian suka dengan visualnya ya😁)


------------------------------------------------------------------------


Episode sebelumnya...


" *Tidak mau " Bukannya melepaskan Reynald malah mengeratkan pelukannya.


Reynald mulai nakal. Dia meniup bagian belakang telinga Keysha sambil memberikan beberapa kecupan dan gigitan kecil di telinga dan leher Keysha*.


\=\=\=\=\=\=\=\=


Marriage contract (35)


" Apa yang kamu lakukan Rey! Aku kan sudah bilang jangan bertindak keterlaluan " Keysha mendorong kuat tubuh Reynald hingga pelukan mereka terlepas.


Dalam diam Reynald menatap wajah Keysha cukup lama. Tiba-tiba Reynald malah mendorong tubuh Keysha yang masih duduk di ranjang sampai perempuan itu menjadi terbaring di atas ranjang.


Dan entah sejak kapan, Reynald sudah berada di atas tubuh Keysha.


" Rey apa yang kamu lakukan, kamu membuatku takut " Jantung Keysha berdegup begitu kencang karena takut dengan apa yang akan dilakukan oleh pria yang ada di atasnya.


" Aku ingin merasakan mu,, aku ingin merasakan yang lebih dari sekedar berpelukan atau berciuman " Jawab Reynald dengan tatapan lurus melihat Keysha.


" R-Re,,, " Sebelum Keysha selesai mengatakan kalimatnya. Reynald sudah lebih dulu membungkam mulut Keysha dengan bibirnya.


Tidak seperti ciuman yang biasa Reynald lakukan. Kali ini ciumannya penuh dengan hasrat dan nafsu. Bukan hanya bibir yang laki-laki itu mainkan, sekarang tangannya juga ikut bermain membelai punggung Keysha yang masih tertutup pakaian dengan gerakan yang begitu sensual.


" Reyy,,, hentikan," Meskipun Keysha menolak. Tapi sepertinya tubuhnya mulai terbuai oleh permainan Reynald.


Reynald tau Keysha mulai menikmati permainannya. Reynald melepaskan blazer yang melekat di tubuh Keysha dan dengan perlahan tangannya membuka kancing kemeja bagian atas milik Keysha.


Mulut dan bibir Reynald beralih turun menuju leher Keysha yang terlihat selalu menggoda. Reynald menghisap dan menggigit kecil di situ, sepertinya dia sedang membuat beberapa tanda di leher putih Keysha.


Drttttt....


Drtttt......


Saat Reynald ingin melepas bajunya tiba-tiba ponselnya berbunyi.


Keysha mendorong tubuh Reynald untuk menghentikan aksinya.


" Ada yang menelpon " Ucap Keysha dengan nafas yang terengah.


Ck,,, Reynald berdecak kesal karena ada yang mengganggunya.


Keysha merasa berterima kasih kepada si penelpon karena berkatnya. Keysha terselamatkan dari apa yang seharusnya tidak dia lakukan.


" Ada apa!? Mengganggu saja " Kata-kata pertama yang keluar dari mulut Reynald saat mengangkat telepon.


" Anak kurang ngajar!! " Siapa lagi yang menelpon kalau bukan maminya, Santi.


" Memang benar mami mengganggu ku! Padahal aku sudah mendapatkan peluang. Tapi mami malah menghilangkannya " Santi tidak mengerti dengan apa yang sedang putranya bicarakan.


" Buka pintu sekarang! Mami sedang berada diluar apartemen kalian "


Setelah itu telpon ditutup oleh santi.


Dari layar ponsel Reynald mengalihkan pandangannya kepada Keysha yang penampilannya terlihat acak-acakan.


Reynald memandangi tubuh Keysha. Tubuh yang tadi sudah di jamah olehnya meskipun belum semuanya.


" Mami diluar aku akan membukakan pintu. Kamu perbaikilah penampilanmu " Reynald mengambil kunci kamar yang masih ada di kantong celananya. Dan segera keluar membukakan pintu apartemen untuk maminya.


Sedangkan Keysha memperbaiki penampilannya yang terlihat tidak karuan.


" Ada apa, mi? Tumben sekali kesini " Ada nada tidak suka saat Reynald mengatakannya.


" Kenapa? Gak suka kalau mami kesini. Mami mau ketemu sama mantu cantik, minggir " Santi mendorong tubuh Reynald supaya bergeser sedikit karena tubuh Reynald menghalangi pintu masuk.


" Keysha! Kamu dimana sayang! " Teriak Santi mencari keberadaan menantu tercintanya.


" Enggak usah teriak dong, mi. Bikin sakit telinga tau gak " Ucap Reynald yang sudah menghampiri maminya.


" Berisik deh kamu Rey " Aduh maminya Rey, padahal dia yang teriak. Tapi, dia malah mengatakan Rey yang berisik.


Tidak lama Keysha keluar dari kamar dengan pakaian yang sudah dia ganti dengan baju rumahannya.


" Mami! " Keysha berlari memeluk Santi yang dibalas oleh Santi.


" Mantu mami tambah cantik deh " Puji Santi sambil mencubit pipi Keysha.


" Benarkah, mami juga cantik " Keysha balas memuji Santi.


Memang benar Santi masih terlihat cantik meskipun di umurnya yang tidak lagi bisa di bilang muda.


" Ini apa Key " Tanya Santi saat melihat rambut Keysha tersibak dan memperlihatkan lehernya.


" ah! Anu... Ee " Keysha gugup dan tak tau harus menjawab apa.


Santi beralih melihat kearah Reynald. Sekarang santi mengerti peluang apa yang dimaksud oleh Reynald saat ditelepon tadi. Pantas saja putranya terlihat kesal karena aktivitasnya yang jadi terganggu.


" Tidak perlu di jelaskan Key, mami mengerti kok " Ucap Santi dengan seutas senyum diwajahnya.


Rasanya Keysha sangat malu. Kenapa juga Santi harus melihatnya.


" Semoga kalian cepat memberikan kami cucu ya, mami udah enggak sabar " Ucap Santi antusias.


Tersenyum kikuk, hanya itu yang bisa Keysha lakukan saat mendengarkan permintaan Santi.


" Iya, mi. Nanti aku buat yang banyak " Jawab Reynald.


" Bagus, Rey. Buat banyak-banyak biar rumah jadi ramai nanti " Santi mengucapkannya seolah-olah itu adalah sesuatu yang sangat mudah untuk dibuat dan didapat.


" Oh iya, mami jadi lupa. Mami kesini mau ngajak kamu buat beli gaun bareng. Untuk dipakai di hari pernikahan kakakmu " Ucap Santi yang baru ingat akan tujuannya datang kemari.


" Oke, mi. Kalau gitu key mau siap-siap dulu " Ucap Keysha yang langsung pergi ke kamar menggantikan pakaiannya.


Tidak lama Keysha sudah keluar dengan pakaian yang sudah diganti dan wajah yang sudah sedikit dia poles.


" Kamu tidak ikut? " Tanya Keysha melihat Reynald yang masih tidak mau bergerak dari tempatnya duduk dengan kaki yang menyilang.


" Malas " Jawab Reynald singkat.


" Baguslah " Gumam Keysha


Kalau Reynald ikut pasti dia tidak akan bisa dengan leluasa memilih pakaian yang ingin dia beli dan kenakan.


Sebelum pergi Santi mengecup pipi putranya yang masih memasang wajah kesalnya.


Setelah itu mereka berdua pergi menuju butik langganan Santi.


.


.


.


.


.


Thenkkiyuh... Bagi kalian yang sudah mau membaca cerita author.. 😁😁


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya😘😘