
Hal pertama yang dilihat Keysa saat membuka matanya adalah Reynald.
Keysha merasa bingung mendapati Reynald yang terus tersenyum kearahnya.
" Kamu kenapa? " Tanya Keysha dengan suaranya yang terdengar begitu lemah.
" Aku akan jadi daddy sebentar lagi "
Keysha masih belum memahami maksud Reynald. " Daddy? " Ucap Keysha bingung.
" Um ... Kamu hamil, Key " Keysha refleks memegang perutnya.
" Benarkah? " Tanya Keysha memastikan.
" Iya " Jawab Reynald dengan senyum bahagia yang masih terukir diwajahnya.
Keysha merasa begitu bahagia mendengarnya, sampai dia meneteskan air matanya.
" Apa kamu bahagia? " Tanya Reynald melihat Keysha yang meneteskan air matanya.
" Bahagia sekali " Jawab Keysha.
Mereka berdua berpelukan untuk saling membagi rasa bahagia yang tengah mereka rasakan.
Reynald mencium Keysha dengan begitu lembut, Keysha juga membalas ciuman Reynald.
Reynald melepaskan ciumannya dengan dahi mereka yang masih menempel.
" I love you " Ungkapan cinta yang baru pertama kali Reynald ucapakan.
Keysha termenung mendengar ungkapan perasaan dari Reynald
" Too " Jawab Keysha setelah beberapa detik terdiam.
Reynald merasa sangat bahagia hari ini. Reynald bahagia karena Keysha membalas perasaannya. Ditambah lagi hari ini dia mengetahui wanita yang begitu dia cintai sedang mengandung buah hati mereka.
Sekarang Keysha benar-benar berjanji tidak akan meninggalkan Reynald dan belajar mulai mencintainya.
Keysha juga ingin merasakan kebahagian dengan Reynald dan juga calon buah hati mereka yanga akan segera hadir.
Santi membuatkan bubur untuk menantunya yang saat ini sedang mengandung cucu pertamanya.
Santi masuk kedalam kamar membawakan bubur yang sudah dibuatnya.
" Key, kamu makan ya. " Ucap Santi dengan mangkok ditangannya.
Keysha menatap ngeri mangkok yang berisi bubur ditangan Santi.
Keysha setuju memakan bubur yang dibawa Santi, meskipun dia sama sekali tidak nafsu melihat bubur itu.
Reynald mengambil alih mangkok bubur yang berada di tangan maminya.
" Buka mulut mu " Reynald menyuapi Keysha.
Keysha memakan bubur itu. Keysha baru makan sedikit, tapi perutnya sudah merasa mual.
" Aku mual memakannya " Ucap Keysha memberhentikan Reynald yang ingin menyuapinya lagi.
Santi begitu kasian melihat Keysha. Reynald menatap Santi saat Keysha merasa mual.
" Bagaiman, mi? " Tanya Reynald khawatir.
" Perutnya akan mual lagi kalau makan. Kamu berilah obat yang sudah Andrew beri tadi " Setelah itu Santi pergi membawa mangkok yang isinya masih begitu banyak.
Setelah Keysha meminum obat yang diberikan Andrew. Reynald menyuruhnya untuk beristirahat. Tangan Reynald masuk kedalam baju Keysha mengelus perut Keysha yang masih terlihat begitu rata.
Keysha merasa nyaman saat tangan besar milik Reynald mengelus perutnya.
" Aku merasa sangat bahagia. Tapi aku juga merasa sangat sedih " Perkataan Reynald membuat Keysha bingung.
" Memangnya Kenapa? " Tanya Keysha menatap Reynald dengan matanya yang terlihat agak sayu.
" Aku bahagia karena kamu sedang hamil. Tapi aku juga sedih, karena kamu tidak bisa memakan apapun. Kamu terlihat semakin kurus, apa kau tau? "
" Mungkin ini memang biasa terjadi pada orang yang sedang hamil " Ucap Keysha.
" Aku sangat mengkhawatirkan mu, Key "
" Aku baik-baik saja. Hanya sedikit kurang sehat " Jawab Keysha dengan seulas senyuman di bibir pucat nya.
" Apanya yang baik-baik saja. Kamu saja sampai pingsan tadi "
Keysha menghentikan tangan Reynald yang mengelus perutnya. Lalu memeluk laki-laki itu. Kaki kanannya berada di atas kaki Reynald. Membuat pria itu menjadi seperti guling.
" Aku mau tidur dengan memelukmu seperti ini " Manja Keysha.
" Kamu meniru ku, ya? Biasanya aku yang memelukmu seperti ini " Ucap Reynald yang membalas pelukan Keysha.
" Aku mau tidur sebentar " Keysha merasa mengantuk dalam pelukan Reynald.
" tidurlah, aku akan menemanimu disini " Reynald mencium pucuk kepala Keysha setelah itu mengusap punggung wanita itu yang membuat Keysha merasa begitu nyaman.