
Setelah Ryan pergi. Keysha kembali masuk kedalam kamar menemui Reynald.
Keysha berdiri di pinggir ranjang yang ditempati Reynald.
Dengan mata yang tertutup, Reynald terus bergerak. Sepertinya Reynald merasa tidak nyaman karena dia tidur dengan jas dan kemeja yang masih melekat ditubuhnya.
" Apa kamu merasa tidak nyaman " Keysha berjongkok memandang wajah Reynald.
Keysha memainkan jari telunjuknya di hidung Reynald.
" Wajah mu lumayan juga ya " Ucap Keysha yang masih memainkan hidung mancung milik Reynald.
Reynald mengubah posisi wajahnya menjadi miring.
" Kenapa kamu terus bergerak, apa kamu merasa kurang nyaman tidur seperti itu, huh? " Keysha seperti orang bodoh saat ini.
Sudah tau Reynald tidak akan mendengarkan ucapannya. Tapi, dia terus bicara.
Keysha melepaskan sepatu dan kaus kaki Reynald. Tidak hanya itu, Keysha juga melepaskan jas dan kemeja yang melekat di tubuh Reynald yang sudah terlihat kusut.
Bodoh sekali! Kenapa aku menjadi gugup dan malu seperti!?.
Dengan penuh perjuangan akhirnya Keysha berhasil melepaskan kemeja Reynald.
"Huh! Akhirnya aku bisa melepaskannya. Sekarang kamu bisa tidur dengan nyenyak " Ucap Keysha setelah berhasil melepaskan kemeja yang melekat di tubuh Reynald.
Keysha menaruh jas dan kemeja itu di keranjang pakaian kotor.
Setelah itu, Keysha menuju tempat tidur samping Reynald untuk ikut tidur juga.
..
Malam telah berganti menjadi pagi.
" Akh! Pusing sekali kepala ku "
Reynald bangun sambil memegang kepalanya yang terasa pusing. Mungkin efek bekasnya mabuk tadi malam.
Reynald mengingat apa yang terjadi dengannya tadi malam. Reynald ingat dirinya diantar pulang oleh Ryan.
Reynald melihat kearah samping yang ternyata masih ada Keysha di situ dengan mata yang masih terpejam.
Reynald kembali berbaring dengan posisi yang berhadapan dengan Keysha. Reynald dapat merasakan hembusan nafas Keysha di wajahnya, karena jarak wajah mereka sangat dekat.
Reynald menatap lekat wajah Keysha yang selalu terlihat cantik di matanya. Meskipun tanpa memakai riasan. Berbeda sekali dengan Mita. Wanita itu selalu saja terlihat memakai riasan tebal kemana-mana.
Keysha mulai bergerak sepertinya dia akan segera bangun.
Keysha membuka matanya perlahan menyesuaikan cahaya yang diterima oleh kornea matanya.
" Kamu sudah bangun. Apa kepala mu pusing " Tanya Keysha pada Reynald yang menatap dirinya.
Bukannya menjawab Reynald malah merubah posisinya menjadi membelakangi Keysha.
Apa dia sedang merajuk sekarang? Bikin repot saja!
" hei! " Keysha menggoyangkan lengan Reynald yang sedang membelakanginya.
" Berhentilah bertingkah kekanakan! Kamu bukan anak-anak lagi Rey " Bagaimana Keysha bisa tahan menghadapi Rey yang selalu bersikap kekanakan. Setiap hari selalu saja mengajaknya ribut.
Reynald diam saja dengan tetap terus membelakangi Keysha. Keysha tau Reynald mendengar semua yang diucapkannya. Tapi, sengaja tidak menghiraukannya.
" Rey! Kumohon jangan bertingkah seperti ini! " Keysha menarik kuat lengan Reynald sampai posisi laki-laki itu menjadi terlentang.
Karena Reynald tetap tidak menghiraukannya. Keysha terpaksa menaiki perut Reynald dan duduk disitu.
Sedangkan tangan Keysha berada di dada bidang milik Reynald yang tidak tertutup sehelai benang.
" Apa yang kamu lakukan " Reynald merasa risih karena Keysha yang duduk diatasnya.
" Apalagi kalau bukan membuat mu berbicara kepada ku " Jawab Keysha.
" Cepat turun dari atas ku! " Reynald mulai merasa tidak nyaman. Ada sesuatu yang terasa aneh dengan tubuhnya. Apalagi saat Keysha menggerakkan tangannya yang saat ini sedang berada di dadanya.
" Jika aku turun kamu pasti akan mengabaikan ku lagi seperti tadi. "
" Tidak!. Aku janji aku akan menjawab pertanyaan mu "
" Mana bisa aku percaya! Kamu sudah sering berbohong padaku! "
" Keyy! " Reynald menjatuhkan tubuh Keysha ke samping. Dan sekarang bergantian Reynald yang ada di atas tubuh Keysha.
Reynald mengurung tubuh Keysha dengan kedua tangannya yang berada di sisi kanan dan kiri Keysha.
Tanpa aba-aba Reynald langsung mencium bibir Keysha. Biarkan saja perempuan itu akan marah atau mengamuk setelahnya. Siapa suruh menggodanya pagi-pagi.
Keysha memukul dada bidang Reynald, karena laki-laki itu tidak melepaskan ciumannya. Sedangkan Keysha sudah merasa kehabisan nafas.
Reynald melepaskan ciumannya lalu menatap Keysha yang sedang berada di bawahnya dengan nafas yang terengah-engah.
Reynald mengusap bibir Keysha yang tadi diciumnya.
Entah mengapa jantung Keysha jadi deg-degan tidak karuan akhir-akhir ini kalau sedang berdekatan dengan Reynald. Sepertinya jantungnya sudah tidak normal.
" R- Rey " Wajah Keysha kini memerah. Tentu saja dia sedang malu saat ini. Bagaiman tidak malu jika posisi mereka kini seperti sedang akan melakukan sesuatu hal yang biasanya dilakukan oleh seorang pasangan yang sungguhan ditambah lagi dengan jantungnya yang berdegup kencang tidak karuan.
Meskipun sebenarnya mereka berdua memang pasangan. Tapi, Keysha mengganggap hubungan mereka tidak sungguh-sungguh dan hanya sementara.
" Merah sekali! Aku baru kali ini melihat wajah mu seperti ini " Goda Reynald yang membuat Keysha semakin tambah malu.
Bohong! Sebenarnya Reynald sudah sering melihat wajah Keysha menjadi merah merona. Tapi, memerah bukan karena malu. Melainkan sedang marah dengannya.
" Kamu tidak punya niat bangun dari tubuh ku " Tanya Keysha melihat Reynald yang masih belun bangun juga.
" Aku suka melihat wajah mu dari dekat. Cantik " Ucap Reynald.
" Jangan menggoda ku Rey " Keysha tersenyum malu. " Aku sudah tau kalau aku terlihat sangat,, sangat,, cantik. " Sambung Keysha.
Padahal tadi Keysha sedang tersipu malu. Tapi, mendengar pujian dari Reynald membuat rasa percaya diri Keysha akan wajahnya muncul kembali.
Sebenarnya Reynald bukan sedang menggoda Keysha. Tapi itu memang murni terucap secara spontan dari mulutnya.
" Ck! " Reynald bangun dari atas tubuh Keysha.
Melihat wanita itu terlalu percaya diri akan wajahnya membuat Reynald kesal saja.
" Apa kamu sudah tidak marah " Tanya Keysha yang kini sudah duduk di atas ranjang.
" Memangnya kapan aku marah!? " Begitulah Reynald. Dia tidak akan pernah dengan mudah mau mengaku.
" Bukannya kamu kemarin pergi minum-minum karena marah denganku kan "
" Tidak! Aku tidak marah, aku pergi minum-minum karena sudah lama tidak melakukannya. " Reynald terlihat mirip seperti anak-anak yang sedang menyangkal kesalahan yang sudah mereka perbuat.
Lucu sekali pria labil ini,,, Apa dia pikir aku akan percaya?
" Benarkah!? " Tanya Keysha meyakinkan.
" Tentu saja benar! Kamu pikir aku sedang berbohong " Ingin sekali Keysha tertawa melihat ekspresi wajah kesal Reynald.
" Iya,, iya,, percaya. Sekarang aku akan pergi memasak dulu "
Keysha langsung turun dari ranjang menuju kamar mandi untuk mencuci mukanya. Lalu setelah itu pergi ke dapur untuk memasak.
.
.
.
.
Hai... Para pembaca yang baikkk dan rendah hati😘😘
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan cara like dan komen yaa😁