Marriage Contract

Marriage Contract
Enam Puluh Tujuh



Selisih dua jam saat Keysha menelpon Dika. Sekarang Dika menelponnya kembali.


" Lina sekarang ada di rumah sakit! " Ucap Dika saat Keysha mengangkat telponnya. Dan setelah mengucapkan itu, Dika langsung mematikan sambungan telpon mereka.


Kaki dan tangan Keysha langsung terasa lemas, pantas saja Lina tidak bisa dihubungi dari tadi.


Dengan tangan yang bergetar Keysha mencari kontak Reynald.


.


Di kantor, Reynald begitu sibuk di tengah-tengah rapat yang masih berjalan. Tiba-tiba saja ponselnya bergetar, Reynald memang sengaja tidak mengubah ponselnya ke mode silent takutnya istrinya akan menelpon.


Reynald melirik ponselnya, ternyara yang menelpon ' Sayang ku ' yang tak lain adalah istrinya. Reynald mengundurkan diri dari ruang rapat untuk mengangkat dari istrinya.


" Ada apa, sayang "


" Bisakah kamu pulang sekarang?! " Keysha mengucapkannya dengan suara yang agak bergetar.


" Sayang! Kamu kenapa?! " Reynald menjadi panik mendengar suara Keysha yang di seberang sana.


" Lina berada di rumah sakit! Aku harus ke sana! "


" Jangan kemana-mana dulu! Aku akan segera pulang! "


Sebelum pulang Reynald memerintahkan David untuk menggantikannya menjalani rapat. Setelah itu Reynald langsung pulang ke apartemen.


.


Setelah menunggu lumayan lama akhirnya Reynald sampai juga di apartemen. Baru saja Reynald menginjakkan kakinya di apartemen, Keysha sudah menarik tangannya membawanya kembali keluar.


" Sayang, hati-hati ..., " Tegur Reynald saat Keysha hampir saja jatuh karena berjalan terlalu terburu-buru.


Reynald sangat tau kalau istrinya saat ini sedang begitu khawatir dengan kondisi Lina, sahabatnya. Karena semua kekhawatirannya dapat Reynald lihat dengan sangat jelas di wajahnya.


Sekitar empat puluh menit lebih mereka berdua menempuh perjalan, akhirnya mereka sampai juga di rumah sakit tempat Lina di rawat.


Dari jauh Keysha melihat Dika yang sedang duduk di depan pintu ruang ICU. Dika terlihat sangat lelah dengan posisi kepala yang menunduk.


Flashback...


kejadian yang sama selalu terjadi, dimana kedua orang tua Lina selalu bertengkar.


Lina sangat membenci hal ini. Lina selalu mendengarkan apa yang tidak ingin dia dengar dan selalu melihat apa yang tidak ingin dia lihat.


Teriakan maupun makian terdengar saling berbalasan dengan suara yang memenuhi ruangan.


Hal yang bisa Lina lakukan hanya bersembunyi di dalam kamarnya, Meskipun Lina berusaha meleraikan pertengkaran antara kedua orang tuannya, itu hanya akan berakhir sia-sia. Ibu dan ayahnya terlalu egois dengan perasaan mereka masing-masing. Sampai mereka berdua tidak pernah memikirkan bagaimana perasaannya.


Terdengar dua suara mobil berangkat, berarti kedua orang tuanya sudah pergi lagi dari rumah.


Lina membutuhkan tempat untuk mencurahkan semua masalah dan keluh kesahnya.


Sebenarnya Lina ingin menceritakannya kepada Keysha. Tapi mengingat Keysha yang sedang hamil Lina tidak ingin membuatnya merasa cemas.


Lina juga ingin bercerita kepada kekasihnya, Dika. Tapi Dika sangat sibuk dengan pekerjaannya. Jadi Lina lebih memilih untuk memendam semua masalahnya sendiri.


Karena perasaan maupun pikiran yang sedang terasa kacau Lina mengambil obat dan langsung membuat beberapa obat kedalam mulutnya.


...


Dika tidak mendapatkan kabar apapun dari Lina. Membuatnya merasa begitu khawatir dan memilih untuk datang ke rumah kekasihnya untuk memastikannya.


Dika langsung saja masuk kedalam rumah Lina. Rumah yang terlihat begitu besar dan begitu sepi.


Dika langsung menuju kamar Lina, karena biasannya perempuan itu lebih sering mengurung dirinya dalam kamar.


Saat masuk kedalam kamar, mata Dika langsung melotot seperti akan loncat dari tempatnya.


" Lina! " Dika menghampiri Lina yang terlihat tidak sadarkan diri dengan tubuh yang kejang-kejang dan mulut yang seperti mengeluarkan busa.


Dika langsung mengantarkannya ke rumah sakit dan tidak lupa dia memberitahukan Keysha.


Flashback off.