Marriage Contract

Marriage Contract
Saran



Malam harinya Loy yang sudah kelar dengan kerjaannya bergegas menuju Kafe yang ditunjuk sebagai makan malam keluarga Devano dan wiratmaja. Papanya yang baru keluar rumah sakit tadi sore pun juga ikut serta makan malam tersebut.


Sesampainya ditempat yang dituju Loy segera menuju meja yang sudah dipesan oleh Mamanya. Belum sampai Loy di meja tempat keluarganya dan keluarga Wiratmaja berkumpul ia memandangi Gasis yang duduk di sebelah pria paruh baya, gadis cantik dengan kulit putih bersih, rambut panjang lurusnya yang tampak indah yaahh dia gadis yang ia lihat di klub malam hari saat ia menemani Rendra, terlihat berbanding terbalik dengan sekarang, saat di klub ia terlihat begitu seksi dan menggoda, dan sekarang ia tampak begitu sopan.


"Gadis Ular" gumam Loy saat melihat Indira.


Dan ia bergegas menuju meja tersebut.


"Malam Ma, Pa, Om Deri dan Tante Lily" Sapa Loy sambil menyalami mereka tak lupa ia menyalami Indira.


"Sini Nak duduk sini" Sang Mama Loy menunjuk sebuah bangku yang berhadapan dengan Indira.


"Iya"


"Gimana cantik kan nak Indira?" tanya sang Mama berniat menggoda anaknya.


Loy hanya tersenyum dan mengangguk namun matanya sedikit melirik tanpa minat.


"Yaudah kita nikmati makan malam ini dulu ya, sekalian nanti kita bahas kapan mereka tunangan" Sang Papa terlihat begitu antusias hingga Loy tak tega mengacaukan semuanya.


Mereka berenam akhirnya menikmati makan malam dengan sesekali gurauan sang Papa dengan sahabatnya.


"Gimana kalau 2minggu lagi kita adakan pertunangan mereka?" Papa Loy tampak tidak sabar dengan pertunangan mereka.


"Gimana sayang?"


"Loy nurut aja mah, tapi aku minggu depan ada kerjaan keluar kota"


"Gak masalah kan nanti biar kita yang siapin semuanya, Nak Indira gimana setuju?"


"Indira ikut aja tante, gimana baiknya aja"


Mendengar suara Indira ingin rasanya Loy mengupat, tapi berusaha dia tahan.


"Oke jadi 2 minggu lagi ya kita adain pertunangan"


Makan malam pun usai, dan Loy enggan untuk pulang ia hanya pamit ingin mampir kerumah Rendra.


#####


"Pusing Gue Ren"


"Kenapa Lo pusing?"


"Lo tau Indira itu kan?"


"Kenapa Lo jatuh cinta sama dia?, Gila cinta pada pandangan pertama Lo?"


"Gue dijodohin sama dia" Loy tampak malas menyebut nama Indira.


"Gila serius Lo? bagus donk gak usah capek-capek PDKT".


"Gue gak suka sama dia".


"Kenapa? Dia cantik,..." belum sempat Rendra melanjutkan kalimatnya namun sudah dipotong oleh Loy


"Nah itu tau".


"Dia Gadis liar dan sering ganti-ganti pasangan, ogah Gue dapet yang gituan".


"Ya Lo tolak aja kalau gitu".


"Masalahnya Bokap Gue udah punya utang janji sama Bokapnya".


"Yaudah nikahin aja"


"Enteng banget tu mulut ngomong".


"Gue punya solusi".


"Apaan?"


"Nikahin Indira, tapi Lo tetep bisa Nikah sama yang lain".


"Emangnya ada Gadia yang mau di madu hari gini?"


"Tau Gak, ternyata ada Agensi yang menawarkan NIKAH KONTRAK".


"Hah? Serius?"


"Seriuslah, Nah Lo kan minggu depan ada kerjaan tuhh diluar kota, Nanti Gue ikut ya, Gue juga penasaran, katanya itu gak terikat, yang penting kita bayar aja".


"Ide gila, pusing Gue lama-lama curhat sama Lo".


"Ini ide brilian, Lo bisa tetep nikahin Indira, terserah mau Lo tidurin apa gak, kalau gak kan Lo bisa tidurin bini Lo yang lain, di jamin aman".


"Gimana bisa aman?"


"Karena identitas kita gak bakal dibeberin sama mereka, Dan pastinya yang jadi bini kita bakal rela-rela aja dimadu".


"Lo pikir nikah itu mainan?"


"Lo pikir nikahin Indira tu bukan mainan, sedangkan hati Lo gak ada buat Indira, come on, jangan nyiksa diri Loy".


"Balik Gue, makin gila kayaknya Gue deket-deket Lo".


"Pikirin baik-baik saran Gue, Gue tau Indira itu gadis Ular, dan Lo pasti gak sudi sentuh dia,".


"Emangnya itu agensi bakal kasih gadis yang Orisinil?".


"Itu tergantung Hoki kita, tapi seenggaknya kita bisa milih mana yang kita mau".


"Udahlah By, Gue balik".


"Ditunggu kabar baiknya".


"Terserah".


Namun tak urung kata-kata Rendra terus memenuhi otaknya, hingga ia bersiap istirahat , Saran Rendra seperti tawaran yang menggiurkan.