
Tidak terasa waktu berjalan, kini usia kandungan Keysha sudah memasuki sembilan bulan.
Mereka juga sudah pindah dari apartemen yang ke rumah yang baru Reynald beli. Mungkin sudah sekitar satu bulan mereka pindah.
Reynald yang selalu overprotektif menjadi tambah overprotektif mengingat kandungan Keysha yang semakin hari semakin besar.
Lagi-lagi Keysha terbangun ingin buang air kecil padahal masih tengah malam. Reynald yang terganggu karena merasa ada pergerakan di sampingnya menjadi terbangun.
" Sayang ..., " Ucap Reynald dengan suara khas baru bangun.
" Aku ingin buang air kecil lagi " Ucap Keysha langsung beranjak pergi ke kamar mandi.
Semenjak usia kandungannya memasuki sembilan bulan, Keysha selalu ingin buang air kecil. Saat melakukan pemeriksaan kata dokter itu merupakan hal yang wajar, karena janin yang mulai turun ke panggul untuk persiapan kelahiran memberikan tekanan pada kandung kemih.
Reynald yang terbangun menyandarkan kepalanya ke kepala ranjang. Reynald merasa tidak tega melihat istrinya yang harus bolak-balik kamar mandi. Tapi tidak ada yang bisa dia lakukan.
Keysha yang baru keluar langsung menuju kasur dan merebahkan tubuhnya.
" Ah ..., " Ucap Keysha yang bersandar di kepala ranjang. Akhir-akhir ini punggungnya juga terasa sakit.
Reynald merapatkan tubuhnya ke Keysha.
" Apa punggung mu terasa sakit? " Tanya Reynald yang kini sudah menggenggam tangan istrinya.
" Iya, punggungku selalu sakit " Jawab Keysha dengan mata tertutup. Sedangkan alisnya mengernyit merasakan sakit di punggungnya.
Reynald mengusap-ngusap perut Keysha.
" Dia tertidur seperti ini lagi " Gumam Reynald yang melihat istrinya tertidur dengan tubuh yang masih bersandar di kepala ranjang.
Dengan begitu pelan dan hati-hati Reynald memperbaiki posisi tidur Keysha. Lalu menyelimuti tubuhnya.
Karena masih tengah malam Reynald juga merasa mengantuk dan ikut tertidur.
.
Sekarang Reynald sudah mengambil cuti karena dia merasa tidak tenang jika harus meninggalkan istrinya yang sudah hamil tua.
Sebagian besar pekerjaan rumah Reynald yang melakukannya. Sekarang saja Reynald sedang sibuk mencuci pakaiannya dan Keysha.
Dan seminggu tiga kali akan ada pembantu yang akan datang untuk membersihkan rumah.
Setelah selesai mencuci pakaian, Reynald beralih mencuci piring. Reynald tidak mau jika sampai Keysha yang mengerjakannya.
" Mas " Ucap Keysha yang baru keluar dari kamar.
Reynald langsung menemui istrinya sebelum wanita itu menuruni tangga untuk menghampirinya.
Reynald selalu merasa ngeri jika melihat Keysha yang menuruni tangga rumah mereka. Takutnya istrinya tiba-tiba terpeleset dan terjatuh.
Reynald menuntun Keysha kebawah " Kita pindah kamar kebawah saja, ya " Ucap Reynald setelah mereka sampai di bawah.
" Kenapa? " Tanya Keysha yang berjalan menuju dapur dengan sebelah tangan yang berada di pinggang.
" Bagaimana kalau kamu tiba-tiba terpeleset di situ " Reynald tidak mau sesuatu yang buruk terjadi kepada istri maupun anaknya.
Keysha menghela napasnya " Kalau begitu kita pindah ke kamar yang dibawah saja " Ucap Keysha yang mengerti akan kekhawatiran suaminya.
Saat Keysha ingin memasak Reynald malah mengganggunya, Reynald mencium wajah Keysha secara bertubi-tubi.
" Mas, jangan mulai deh " Kesal Keysha pada Reynald yang menggangunya.
" Aku kan hanya mencium istriku " Manja Reynald yang sibuk mencium leher Keysha.
" Mas! " Keysha semakin kesal karena Reynald tidak mau berhenti menggangunya.
" Baiklah ... Baiklah ... Aku mengerti " Ucap Reynald yang langsung menghentikan aksinya dan kembali mencuci piring yang tadi belum dia selesaikan.