Marriage Contract

Marriage Contract
Siapa Dia?



Meski hari sudah larut malam namun Loy memilih untuk ke rumah sakit diman ayahnya sedang dirawat, ia tidak peduli dengan tubuhnya yang terasa lelah, ia ingin menyampaikan apa yang ia lihat tadi meski ia menduga Papanya pasti sudah tidur mengingat hari sudah terlalu larut.


Setelah ia sampai didepan kamar Vip dimana Papanya dirawat, ia ingin segera membuka pintu namun urung ia lakukan karena ia mendengar percakapan antara Papanya dan Mamanya.


"Akhirnya Loy mau nikah sama Indira Mah, Papa lega sekarang gak perlu merasa menanggung janji,"


"Apa gara-gara ini kesehatan Papa drop?"


"Mungkin Mah, akhir-akhir ini Papa memang kepikiran terus dengan janji Papa sama Deri buat nikahin Loy sama Indira"


"Kenapa Papa mesti buat janji kayak gitu?"


"Dulu waktu perusahaan lagi down, Deri dengan sukarela memberikan investasi yang cukup banyak, sehingga Papa bisa lepas dari krisis tersebut, Papa tidak tau mesti membalas kebaikan Deri gimana, dan Deri bilang dia ingin kita besanan, jadi Papa janji bakal nikahin Loy sama Indira".


"Syukurlah Loy akhirnya mau menikah sama Indira, jadi kita gak perlu menanggung hutang janji Pah".


"Iya, Papa juga lega sekali Loy mau menerima perjodohan ini".


Di sisi lain Loy yang sedari tadi menyimak pembicaraan kedua orang tuanya menjadi enggan untuk menyampaikan apa yang ia lihat tadi, Indira dengan segala kelakuannya yang Barbar.


Loy tidak jadi masuk ke ruangan Papanya, ia memutuskan untuk pulang kerumahnya dengan perasaan yang campur aduk didalam pikirannya, ia mengusap wajahnya dengan kasar.


######


Sesampainya dirumah ia bergegas membersihkan dirinya dan mengganti pakaiannya dengan kaos dan celana pendek, ia segera menghubungi Redi.


"....."


"Redi selidiki siapa Indira wiratmaja, dan seperti apa kebiasaannya".


"...."


Loy menghempaskan tubuhnya yang terasa lelah dikasur King size miliknya, ia memandang langit-langit kamarnya, pikirannya menerawang jauh memikirkan dirinya yang harus menikahi seorang wanita yang sama sekali tidak ia cintai, terlebih melihat ia yang dengan suka rela di kerubungi banyak lelaki membuatnya begitu jijik.


Banyak sekali yang dipikirkan Loy, hingga ia tanpa sadar sudah terlelap tidur.


#####


Pagi harinya begitu ia selesai sarapan ia bergegas menuju kantornya, ia sudah tidak sabar untuk mengetahui fakta tentang siapa itu Indira.


Tanpa banyak kata begitu ia memasuki ruangan ia langsung bertanya.


"Gimana hasilnya?" tanya Loy tanpa basa basi.


"Indira Wiratmaja, Seorang model dengan segudang prestasi, ia juga pernah menjadi model diajang Paris fashion week.


"Kehidupan sehari-harinya?"


"Dia lebih senang menghabiskan malamnya di klub, hampir semua klub di ibukota pernah ia kunjungi, ia tidak peduli entah itu klub elite atau biasa" Jelas Redi.


"Terus?"


"Huuftt" Loy mendesah mendengar penuturan Redi.


"Ada apa Pak? kenapa Anda tiba-tiba ingin tau tentang sosok Indira?"


"Dia bakal dijodohin sama saya" Terang Loy tanpa ingin menyembunyikan apapun dari sang sekertaris.


"Apa?" Redi merasa sangat terkejut dengan penuturan sang Bos.


"Wanita seperti itu gimana aku bisa tahan?" Lagi-lagi Loy mendesah putus asa.


"Tapi dia kan seorang Model papan atas, pasti akan sangat membanggakan bukan?"


"Tapi bukan wanita seperti itu yang ingin kujadikan istri" Loy memijit pelipisnya yang terasa berdenyut.


"Seenggaknya dia tidak malu-maluin kalau diajak kondangan Pak". Jawab Redi nyleneh dengan cengengesan khasnya.


"Kamu pikir nikah itu cuma sekedar buat dipamerin pas kondangan?"


"Hehe ya nggak juga Pak, setidaknya masih ada nilai Plusnya".


"Yaaa, sana balik kerja" Usir Loy terhadap sekertarisnya.


"Baik Pak, Semoga hari Anda menyenangkan".


Loy sudah tak ingin menjawab, dan ia mulai fokus dengan setumpuk pekerjaannya.


#####


Waktu sudah menunjukan jam makan siang dan Loy masih enggan untuk beranjak dari kursi kebesarannya hingga ponselnya berdering.


Mama is Calling....


"Iya Ma?"


"Loy nanti malam kita bakal ada jamuan makan malan dengan keluarga wiratmaja"


"Terus?"


"Ya kamu ikut lah sayang, kan kamu udah janji setuju nikahin Indira".


"Aku sibuk Ma"


"Mama gak mau tau pokoknya kamu harus datang, nanti Mama kasih tau tempatnya"


Tanpa menunggu jawaban telpon langsung dimatikan sepihak oleh Mamanya Loy,


Loy kembali mendesah "Indira lagi Indira lagi, kenapa dia udah kayak ******* sih".


Akhirnya Loy memutuskan untuk keluar makan siang sekalian menghilangkan penat sejenak dalam pikirannya.