Marriage Contract

Marriage Contract
Enam Puluh Dua



Hari ini Reynald pulang begitu sore, meskipun dia sudah begitu bekerja keras supaya bisa pulang lebih cepat.


Reynald sampai di apartemen dan yang pertama dicari adalah istri tercintanya yang sudah begitu dia rindukan seharian ini.


" Sayang ..., " Reynald melihat Keysha yang sibuk mencuci piring dan langsung memeluknya dari belakang.


" Kamu mengejutkan ku, Rey " Untung saja piring yang ada di tangan Keysha tidak terjatuh.


Karena semua piring kotor sudah selesai di cuci, Keysha membilas tangannya dan setelah itu langsung memutar tubuhnya menjadi berhadapan dengan Reynald.


Cup.


Keysha mencium sekilas bibir Reynald.


" Lama sekali kamu baru pulang " Keysha merasa kesepian karena seharian dia hanya sendiri di apartemen. Biasanya Reynald akan pulang saat jam makan siang.


" Maaf, ya ... Soalnya pekerjaan ku hari ini sangat banyak "


" Tidak perlu minta maaf, aku mengerti. " Keysha tau suaminya memiliki banyak pekerjaan, karena dia dulu juga pernah memimpin suatu perusahaan, jadi Keysha harus bisa memakluminya.


Mereka berdua kini sudah berpindah tempat ke kamar.


Keysha membantu Reynald melepaskan jasnya.


Setelah jasnya lepas, Reynald menaiki lengan kemejanya dan membuka dua kancing atas kemeja yang dia kenakan.


" Apa yang kau tunggu? Sana cepat mandilah! "


" Key sini sebentar! " Reynald menyuruh Keysha supaya menghampirinya yang sedang duduk di atas kasur.


Keysha menghampiri Reynald " Apa? " Tanya Keysha yang sudah berada di hadapannya.


" Duduk disini " Reynald menepuk pahanya.


Keysha menuruti Reynald dan duduk di pangkuannya dengan membelakanginya.


" Aku sangat merindukan kalian berdua " Reynald memeluk Keysha begitu erat.


Keysha mengelus tangan Reynald yang berada di perutnya " Aku juga merindukan mu "


" Bagaimana kalau aku cuti untuk beberapa bulan?? " Sekarang Reynald sudah malas pergi bekerja karena waktu bersama istrinya menjadi berkurang.


Keysha langsung bangun dari pangkuan Reynald.


" Tidak boleh! Kamu harus mencari uang yang banyak buat anak kita! " Keysha memprotes keinginan Reynald yang ingin mengambil cuti.


" Aku kan kaya, uang ku banyak dan itu tidak akan cepat habis! " Reynald menjadi sebal, sepertinya Keysha meremehkan harta yang dia punya.


" Aku tau ... Tapi lebih baik kamu tetap bekerja saja. Bagaimana kalau kamu ambil cuti saat bayi kita sudah lahir? "


Reynald memikirkan apa yang istrinya katakan. Mungkin sebaiknya dia mengambil cuti saat Keysha akan melahirkan atau sampai bayinya sudah lahir saja.


" Baiklah, aku akan tetap bekerja " Jawab Reynald dengan helaan nafas yang begitu kasar.


" Sekarang pergi mandi sana " Ucap Keysha.


" Tapi aku mau mencium mu terlebih dulu "


Tanpa mendapat persetujuan Reynald langsung mencium bibir istrinya yang selalu ingin dia rasakan setiap saat. Rasanya Reynald tidak akan pernah puas dengan bibir tipis menggoda milik istrinya.


Reynald semakin memperdalam ciuman mereka, sampai Keysha merasa kehabisan napas baru dia melepaskan ciumannya.


Reynald menurunkan ciumannya ke leher jenjang putih milik Keysha.


" Umhh ... Rey " Reynald melepaskan ciumannya dan menyuruh Keysha berbaring di kasur.


" Aku ingin menjenguk bayiku sebentar " Reynald sudah tidak tahan karena mereka sudah lumayan lama tidak melakukan hubungan suami istri.


" Aku takut bayi kita kenapa-napa? " Keysha begitu mengkhawatirkan kandungannya.


" Sebentar saja, dan aku akan melakukannya dengan lembut dan pelan "


Dengan sedikit keraguan Keysha menyetujuinya, dia juga sudah merindukan sentuhan suaminya. Dan akhirnya mereka berdua melakukannya.