Marriage Contract

Marriage Contract
Tiga puluh empat



Visual Reynald.



Visual Keysha



(Semoga kalian suka sama visualnya)


------------------------------------------------------------------------


Hari ini Keysha akan ke kantor. Dia sudah terlihat rapi dengan blazer merah yang ia kenakan.


Reynald baru keluar dari kamar mandi dengan handuk yang masih melingkar di pinggangnya. Dia melihat Keysha yang sepertinya sudah siap ingin berangkat.


" Key " Reynald menarik tangan Keysha yang ingin membuka pintu kamar. 


" Ada apa Rey " Tanya Keysha.


" Kenapa kamu memakai rok yang itu? " Tunjuk Reynald pada rok span sepanjang lutut yang di kenakan Keysha.


" Memangnya kenapa? Bukankah ini terlihat sangat cocok denganku" Seperti pendapat Keysha dirinya memang terlihat sangat cocok mengenakan rok yang sedang dia kenakan.


" Penampilan mu Jelek! Tidak cocok dan tidak bagus! " Ucap Reynald.


Sepertinya Reynald memang mempunyai bakat untuk selalu berbohong kepada Keysha.


Keysha terperangah mendengarkan ucapan Reynald. Bagaimana bisa laki-laki itu mengatakan penampilannya jelek. Bahkan bukan cuma jelek, tapi tidak bagus dan tidak cocok. Padahal Keysha sudah merasa puas dengan penampilannya tadi.


Reynald berjalan menuju lemari pakaian. Tapi bukan lemari pakaian miliknya melainkan milik Keysha.


Reynald membuat beberapa lipatan baju Keysha menjadi berantakan.


" Apa yang kamu lakukan!? Jangan membongkar isi lemari ku! " Keysha berjalan cepat mendekati Reynald.


" Hentikan Rey! Kau akan membuatnya berantakan! " Namanya juga Reynald, mana mungkin dia akan perduli meskipun seluruh isi lemari Keysha akan keluar semua.


Reynald mengambil rok span berwarna hitam yang panjangnya sampai mata kaki dari dalam lemari.


" Aku kan sudah membelikan ini!! Kamu harus memakainya hari ini!" Reynald memberikan rok itu kepada Keysha.


Ya, memang benar. Beberapa hari lalu Reynald membelikan Keysha rok yang begitu panjang. Itu adalah satu-satunya rok milik Keysha yang panjangnya sampai mata kaki. Sisanya mah hanya sepanjang selutut atau diatas lutut.


" Apa kau bercanda!? Itu tidak akan cocok dengan ku, aku tidak mau memakainya " Ucap Keysha menolak.


" Oke, baiklah. Kalau begitu kamu tidak usah saja pergi bekerja " Reynald mulai mengeluarkan ancamannya untuk Keysha.


" Apa kamu bisa tidak terlalu mengurusi ku! Aku juga bisa kesal karena dirimu yang selalu ikut campur! "


Semakin kesini Reynald semakin sering ikut campur masalah Keysha. Bahkan sampai cara berpakaiannya juga harus seperti yang Reynald inginkan.


Tentu saja Keysha kesal dengan itu. Keysha sudah nyaman memakai gaya berpakaiannya. Tapi, karena Reynald tidak suka. Laki-laki itu memaksakan kehendaknya supaya  Keysha mengganti gayanya berpakaian.


" Pokoknya harus pakai yang ini! " Reynald kekeh memaksakan kehendaknya.


" Aku pergi!! " Keysha ingin meraih gagang pintu kamar untuk segera keluar. Tapi dia kalah cepat dengan Reynald. Laki-laki itu malah mengunci pintu dan membawa kunci pintu itu bersamanya.


" Cepat buka pintunya Rey! Aku harus segera berangkat, Pekerjaan ku ada banyak di kantor. " Keysha menghampiri Reynald.


" Aku mau memakai celana, sana pergilah agak jauh dan jangan mengintip. Tapi, jika kamu ingin melihatnya aku akan memperlihatkannya kepada mu " Ucap Reynald tidak tau malu.


Reynald sudah terbiasa dengan adanya Keysha yang selalu ada di dekatnya sampai-sampai Reynald tidak malu untuk mengatakan apapun kepada perempuan itu. "


Reynald selesai mengenakan pakaiannya. Merasa ada gerakan di ranjang yang sedang dia  duduki  Keysha membalikan badannya.


" Bukannya kamu harus pergi bekerja juga " Keysha menatap heran Reynald.


Bukannya berpakaian seperti orang yang ingin berangkat kerja. Reynald malah memakai pakaian santai rumahannya dan berbaring di ranjang dengan tangan yang menyilang di depan dada.


" Karena kamu tidak bekerja, maka aku akan menemani mu disini " Ucap Reynald.


" Kamu gila ya! Aku mau berangkat Rey! " Keysha berusaha mengambil kunci kamar yang berada di kantong celana Reynald.


" Jangan sembarang menyentuh tubuhku! Nanti tangan mu menyentuh sesuatu yang tidak boleh disentuh " Reynald menjauhkan tangan Keysha dari kantong celananya.


Tapi itu percuma saja. Tangan Keysha akan kembali berusaha mengambil kunci yang ada di kantong Reynald.


" Kalau kamu masih berusaha mengambil kunci yang ada di kantong ku. Aku akan melepaskan celana ku dihadapan mu " Bagaimana bisa ancaman bodoh seperti itu keluar dari mulut Reynald.


" Lepaskan saja, itu kan celana mu " Keysha tau pasti laki-laki itu hanya bercanda, tidak mungkinkan dia bersungguh-sungguh.


Reynald bangun dari ranjang dan melepas ikatan tali celananya. Mata Keysha membulat tak percaya melihat kelakuan bodoh Reynald.


"Apa yang kamu lakukan! "


" Melepas celana " Jawab Reynald santai. Seolah itu bukanlah apa-apa.


" Hentikan!! Dasar tidak punya malu. Aku yang hanya melihatnya saja malu. "


Keysha menahan tangan Reynald supaya tidak melakukan hal yang kurang senonoh dihadapannya. bisa-bisanya laki-laki itu memiliki kepercayaan diri tingkat dewa seperti itu.


" Jadi? " Tanyanya Reynald.


" Apanya yang jadi? Berhentilah melakukan hal bodoh " Keysha kembali duduk di ranjang setelah melepaskan tangan Reynald.


Reynald juga mengikuti Keysha dan duduk disampingnya.


" Key " Panggil Reynald.


" Apa!? " Ketus Keysha.


" Tidak papa " Jawab Reynald.


Jujur saja Keysha yang sudah agak kesal menjadi tambah kesal mendengar jawaban Reynald. Untuk apa dia memanggil namanya kalau tidak ingin mengatakan apa-apa.


Reynald yang tadi diam saja langsung memeluk tubuh Keysha dari samping.


Deg.


Keysha merasa aneh, kenapa tiba-tiba jantungnya berdegup lebih kencang dari pada sebelumnya.


" Jangan memelukku! " Keysha merasa aneh dengan dirinya sendiri.


" Tidak mau " Bukannya melepaskan Reynald malah mengeratkan pelukan nya.


Reynald mulai nakal. Dia meniup bagian belakang telinga Keysha sambil memberikan beberapa kecupan di telinga dan leher Keysha.


Sampai sini dulu ya


..


Ceritanya ngegantung.... Sabar ini ujiann😁