
Keysha sudah berada di rumah, karena tadi pagi dia sudah keluar dari rumah sakit. Dan malam ini, adalah malam pertama mereka dengan Alvaro yang tinggal di rumah.
Mereka di rumah hanya bertiga. Karena para orang tua mereka langsung pamit, setelah mengantar sampai rumah.
Keysha dan Reynald bisa memakluminya. Karena orang tua mereka termasuk orang yang sangat sibuk. Bahkan mereka sangat jarang berada di rumah.
" Sayang, coba lihat wajahnya sangat mirip dengan mu "
" Benarkah? " Tanya Reynald.
Alvaro memang terlihat lebih banyak mewarisi gen ayahnya dibandingkan ibunya. Mata, hidung, mulut maupun alis. Semuanya benar-benar terlihat seperti Reynald. Mertuanya saja agak terkejut, setelah memperhatikan wajah cucunya yang terlihat persis dengan Reynald semasih dia bayi.
Reynald dan Keysha berbicara seperti orang sedang berbisik, karena takut membangunkan bayinya yang sedang tidur.
Mereka berdua berbaring dengan Alvaro yang berada di tengah mereka.
" Kapan kita akan mendekor kamar untu Alvaro? " Tanya Reynald yang menyangga kepalanya di tangan yang bertumpu menggunakan siku.
" Entahlah? Mungkin kapan-kapan saja ... Alvaro juga masih terlalu kecil untuk tidur sendiri "
Mereka belum mendekor kamar untuk bayinya, karena sebelumnya mereka tidak tau bayi yang akan lahir bayi laki-laki atau bayi perempuan. Mereka memang sengaja tidak memeriksanya, supaya bisa menjadi kejutan tersendiri saat mengetahuinya setelah lahir.
" Sayang, pindah lah kesamping ku kalau kamu ingin tidur " Ucap Keysha yang melihat suaminya sudah beberapa kali menguap.
Keysha menyuruh Reynald pindah. Takutnya Reynald akan menindih bayi mereka karena kebiasaan tidur jelek yang suaminya miliki.
" Um " Reynald langsung bangun dan berpindah posisi berbaring di samping Keysha yang berbaring menyamping membelakanginya.
Reynald langsung tertidur dengan tangan yang melingkar di pinggang istrinya.
Oeekk..... Oeekkk.....
Suara bayi menangis di saat sunyi nya tengah malam. Reynald yang terkejut langsung terbangun.
" Yang! Sayang! " Reynald menepuk pipi istrinya untuk membangunkannya.
" Alvaro nangis " Ucap Reynald pada Keysha yang baru membuka matanya.
" Sepertinya dia haus " Reynald memberikan Alvaro kepada istrinya untuk memberikan ASI.
Keysha langsung membuka kancing atas piyama yang dia kenakan untuk menyusui bayinya. Keysha memberikan tepukan kecil pada Alvaro supaya bayinya kembali tertidur.
" Dada mu terlihat lebih besar? " Ucap Reynald yang duduk di samping Keysha dengan memperhatikan perubahan ukuran dada istrinya.
" Apaan sih?! "Ketus Keysha pada Reynald yang memperhatikan dadanya seperti orang yang kurang kerjaan.
" Aku juga ingin menyusu seperti Alvaro " Ucap Reynald yang langsung mendapat tatapan tajam dari Keysha.
" Jangan aneh-aneh, deh. Alvaro juga sepertinya tidak mau berbagi denganmu "
" Alvaro kan anak baik! Pasti mau berbagi sama daddy kan? " Tanya Reynald pada Alvaro yang masih menyusu dengan mata yang terpejam.
" Mending tidur situ! Mumpung Alvaro lagi tidur " Ucap Keysha pada Reynald masih menggodanya.
" Ck! Padahal aku ingin merasakannya. " Reybald kembali merebahkan tubuhnya. Tapi sebelum itu, dia mencium istri dan anaknya sebelum tidur.
Kurang dari sepuluh menit, Reynald sudah kembali tertidur dengan suara dengkuran yang membuat Keysha jengkel mendengarnya.
Tapi, untungnya Alvaro tidak terganggu dengan dengkuran Daddy nya yang lumayan keras.
Keysha meletakan Alvaro kembali ke kasur kecil miliknya yang ada di sampingnya dengan hati-hati. Belum satu jam Keysha memejamkan matanya. Tapi, Alvaro sudah kembali menangis.
" Cup. Cup. Cup...sayang. Bobok lagi, ya .... " Dengan mata yang mengantuk Keysha mengendong bayinya keluar dari dalam kamar. Kerena Alvaro yang terus menangis.
Keysha merasa sangat kewalahan. Padahal saat di siang hari, bayinya akan tidur begitu pintar. Tapi, kenapa saat di malam hari malah menangis begitu keras. Sepertinya bayinya memang sengaja membuat mommy nya lelah.