Marriage Contract

Marriage Contract
Lima Puluh Enam



Keysha tidak lagi mengikuti Reynald ke kantor. Karena Reynald akan pulang ke apartemen saat jam makan siang. Setelah itu, dia akan melanjutkan pekerjaannya di apartemen saja.


Reynald bekerja begitu keras supaya dia bisa menyelesaikan pekerjaannya lebih banyak.


Padahal masih belum jam makan siang. Tapi dia sudah sangat merindukan wanitanya.


Drrttt....


Ponsel Reynald berbunyi, rupanya itu panggilan dari istri tercintanya. Dengan cepat Reynald mengangkat panggilan itu.


" Sebelum pulang belikan aku mangga muda ya ..., " Ucap Keysha saat Reynald baru mengangkat panggilannya.


" Apa kamu sangat menginginkannya, hm? " Tanya Reynald dengan tangan kanan yang memegang ponsel yang berada di telinganya.


" Tentu saja, bahkan sekarang aku sudah sangat ingin memakannya "


" Baiklah nanti aku akan membelinya untuk mu "


" Jangan sampai lupa, ya. Kalau kamu sampai tidak ingat membelinya aku akan marah dengan mu " Suara Keysha terdengar merajuk saat mengatakannya.


Reynald sudah bisa membayangkan bagaimana lucu wajah istrinya saat sedang merajuk. Semenjak Keysha hamil banyak kelakuan baru yang muncul pada wanita itu.


Dulu mana pernah dia menampilkan wajah merajuk seperti saat dia hamil sekarang. Yang ada malah Reynald yang sering melakukannya dulu.


Setelah Keysha mengakhiri panggilan mereka. reynald langsung memerintahkan David untuk membelikannya mangga muda.


" Halo, tuan. Ada apa? " Tanya David setelah mengangkat telpon dari Reynald.


" Belikan mangga muda, sebelum jam makan siang mangga itu harus sudah ada padaku " Setelah mengucapkan itu, Reynald mematikan telponnya sebelum David menjawab sepatah katapun.


David langsung bergegas pergi mencari buah mangga yang diminta tuannya. Untung saja sekarang lagi musimnya. Jadi David bisa dengan mudah mencarinya.


David membawa satu plastik buah mangga muda di tangannya menuju ruangan tuannya.


" Ini mangga muda yang tuan minta " David meletakkannya di atas meja kerja milik Reynald.


Reynald langsung mengambil mangga itu lalu mengambil tas kerjanya.


" Aku akan pulang sekarang. Jangan menelpon ku jika tidak ada hal yang mendesak " Reynald langsung keluar dari ruangannya meninggalkan David yang masih berdiri di situ.


David juga keluar dari ruangan tuannya, lalu menutup dan mengunci pintunya.


David punya satu kunci ruangan Reynald. Reynald sendiri yang memberikannya.


.


Reynald tiba di apartemen dengan menenteng plastik yang isinya mangga muda pesanan Keysha.


Keberadaan Keysha tidak terlihat. Sepertinya dia berada di kamar.


" Key " Panggil Reynald.


Keysha yang saat itu sedang asik melipat pakaian menolehkan kepalanya ke sumber suara.


" Kamu sudah pulang " Ucap Keysha yang melihat Reynald berjalan mendekatinya.


" Miss you " Bisik Reynald serta ciuman ringan di pipi kanan dan kiri Keysha.


" Miss you too, daddy " Balas Keysha dengan suara yang dibuat seperti anak kecil. Yang membuat Reynald tersenyum gemas.


" Bagaiman kalau kita menyewa pembantu saja " Saran Reynald yang merasa kasihan dengan Keysha. Jika istrinya harus terus-menerus melakukan pekerjaan rumah tangga.


" Aku tidak mau " Tolak Keysha " Aku akan merasa bosan kalau hanya diam saja " Sambungnya lagi.


Keysha hanya berdiam diri di apartemen seharian. Karena Reynald tidak memperbolehkannya keluar sendiri tanpa ditemani oleh siapapun.


" Aku tidak mau kamu kelelahan " Ucap Reynald


" Aku hanya melakukan pekerjaan ringan saja. Lagian sekarang pekerjaan rumah sudah banyak berkurang, karena kamu sudah tidak menghambur isi apartemen seperti dulu " Ucap Keysha mengingat Reynald yang suka membuat berantakan apartemen mereka dulu.


" Tapi kan tetap saja, kamu akan merasa kelelahan " Reynald masih tetap merasa khawatir jika nantinya Keysha dan bayinya akan merasa kelelahan.


" Daripada terus bicara, lebih baik kamu membantu ku melipat pakaian ini " Reynald menurut saja dan langsung membantu Keysha.


Setelah selesai mereka menuju dapur.


Reynald memakan makan siangnya dengan begitu lahap, sedangkan Keysha memakan mangga muda yang dibelikan Reynald tadi.