Marriage Contract

Marriage Contract
Empat Puluh Sembilan



Sekarang Keysha tertidur di sofa dalam ruangan Reynald. Padahal tadi Keysha hanya berniat untuk mengantarkan makan siang dan setelah itu kembali ke apartemen.


Tapi apalah daya, Reynald terus menahannya agar tidak pulang. Dan akhirnya Keysha terpaksa menuruti laki-laki yang selaku bersikap manja itu kepadanya.


Sudah jam lima sore, Reynald menyelesaikan pekerjaannya lebih cepat satu jam dari biasanya.


Reynald menutup laptopnya dan setelah itu mendekati Keysha yang masih tertidur.


Reynald berjongkok lalu mencium wajah Keysha secara bertubi-tubi.


" Ehm... " Keysha membuka matanya melihat siapa yang mengganggu tidurnya.


" Apa? " Tanya Keysha yang duduk dengan menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa.


" Pulang " Jawab Reynald.


Keysha memperbaiki penampilannya sebentar. Setelah itu mengambil tasnya.


.


Mereka berdua sudah sampai di apartemen. Setelah menyimpan tasnya, Keysha langsung menyiapkan pakaian Reynald. Karena laki-laki itu akan segera mandi.


" Pakaian mu, ku taruh disini " Ucap Keysha yang meletakan pakaian Reynald di atas kasur.


" Kau mau kemana? " Tanya Reynald yang masih belum juga masuk kedalam kamar mandi.


" Masak ke dapur "


Keysha melemparkan handuk berwarna putih kehadapan Reynald, yang disambut oleh laki-laki itu.


" Sana mandilah " Setelah itu Keysha keluar dari kamar menuju dapur.


Keysha memasak ayam goreng. saat dirinya sudah selesai menggoreng sepertinya mereka kedatangan tamu.


Keysha berjalan menuju pintu dan membukanya. Ternyata yang datang hanyalah Ryan dengan tangan yang membawa kue kesukaan Keysha.


Tidak lama Reynald juga keluar dari kamar.


" Apa? " Tanya Ryan pada Reynald yang seperti menatap sinis dirinya.


" Apanya? Yang apa?? " Ucap Reynald tidak suka.


" Aneh sekali " Ryan tidak peduli dengan Reynald.


Ryan malah masuk kedalam apartemen dengan begitu lancang. Tanpa disuruh ataupun dipersilahkan.


Reynald dan Keysha mengikuti Ryan yang berjalan menuju sofa. Jika dilihat seperti itu, Ryan lebih mirip sebagai orang pemilik apartemen. Lalu Keysha dan Reynald yang terlihat seperti tamu.


" Apa kabar, Key? " Tanya Ryan " Kalau aku sih baik " Sambungnya lagi.


" Baik " Jawab Keysha singkat.


Keysha mengambil kotak yang dibawakan Ryan. " Ini untuk ku kan?? " Ucap Keysha.


" Tentu saja buat mu " jawab Ryan.


" bukankah aneh kalau aku membeli itu buat dirinya " Sambung Ryan dengan telunjuk yang mengarah kepada Reynald.


" Thank you " Ucap Keysha yang sudah mulai mencicipi kuenya.


Reynald merasa tidak suka melihat Keysha berinteraksi dengan Ryan. Reynald merasa Keysha dan Ryan begitu dekat.


" Kenapa kamu selalu menatap ku?? " Heran Ryan.


" Lihat harinya sudah malam, sana pulanglah! " Reynald mengusir Ryan secara terang-terangan.


" Memangnya kenapa? Jika kamu mau tidur silahkan saja, aku kan mau mengobrol bersama Keysha " Ryan begitu bodoh. Masa dia tidak mengerti kalau sahabatnya sedang merasa cemburu.


" Cobalah " Keysha menawarkan kue yang ada ditangannya kepada Reynald.


" Tidak mau! " Reynald langsung menolak dan meninggalkan Keysha bersama Ryan.


Brakk.... Suara pintu kamar yang ditutup Reynald lumayan keras.


" Dia kenapa?? " Tanya Ryan yang tak sadar jika dialah biang masalahnya.


" Aku juga tidak tau. Tapi sepertinya dia sedang marah " Keysha sudah lumayan paham dengan gelagat Reynald.


" Sebaiknya kamu pulang saja "


" Jahat sekali... Kalian berdua mengusir ku dengan begitu kejam! Padahal aku sudah membawakan kue kesini " Sungguh malang memang nasib Ryan.


Setelah Ryan pulang. Keysha langsung menuju kamar menemui Reynald.


" Ada apa lagi dengan mu? " Tanya Keysha yang mendapati Reynald duduk bersandar di kepala ranjang.


Reynald mengabaikan Keysha dan memasang wajah datarnya.


" Rey " Keysha memegang tangan Reynald. Tapi laki-laki itu langsung menepisnya.


Keysha bingung. Apa yang sebenarnya terjadi pada Reynald? Kenapa laki-laki itu, tiba-tiba marah tanpa sebab kepadanya.


" Aku paling tidak suka sikap mu yang seperti ini " Ucap Keysha yang menatap lekat wajah Reynald


Reynald membalas tatapan Keysha. " Tentu saja kamu tidak suka, kamu kan memang tidak pernah menyukai ku " Ucap Reynald dengan senyuman putus asa tercetak diwajahnya.


" Apa maksud mu, Rey? " Keysha tidak mengerti maksud pembicaraan Reynald.


Reynald mengalihkan pandangannya ke bawah " Kamu menyukai Ryan kan " Ucap Reynald tanpa menatap wajah Keysha.


" Apa yang kamu bicarakan? Aku tidak mengerti? " Keysha masih belum paham dengan maksud Reynald.


" Aku memang menyukai Ryan. Tapi karena dia sahabatmu dan juga teman ku " Keysha mengangkat wajah Reynald supaya menatapnya.


" Jangan membohongi ku, Key! Kamu menyukainya kan!? " Reynald mulai membentak Keysha.


Entah mengapa Keysha merasa hatinya menjadi sakit karena mendapat bentakan dari Reynald.


Kemana perginya pria yang biasanya selalu bersikap manja padanya?


" Rey " Ucap Keysha dengan matanya yang mulai berkaca-kaca.


" Jangan menangis di depan ku! " Bentak Reynald lagi yang masih enggan menatap Keysha.


Keysha lebih memilih berlari keluar dari kamar dengan mata yang sudah mulai mengeluarkan air.


Keysha duduk di sofa di depan tv. Keysha membenamkan wajahnya di kedua lutut dan mulai menangis disitu.


Jangan lupa like dan komen🙏😁