
Reynald yang awalnya sibuk degan laptop yang ada di pangkuannya, langsung mengalihkan pandangannya kepada ponsel Keysha yang tak berhenti mengeluarkan suara dari tadi.
" Key ponsel mu! " Reynald malas mengantar ponsel Keysha ke dapur jadi dia berteriak saja.
" Sebentar lagi! " Keysha segera menyelesaikan cucian piringnya.
" Ponsel mu sangat berisik " Ucap Reynald yang merasa tidak fokus dengan pekerjaan nya.
Keysha terbengong melihat nomor yang menelponnya dari tadi. Meskipun Keysha tidak menyimpan kontaknya, tapi dia tau nomor yang sedari menelponnya adalah milik Adit.
" Siapa yang menelpon? " Reynald jadi penasaran dengan orang yang menelpon istrinya sampai begitu banyaknya.
Keysha bingung harus menjawab telpon itu atau tidak. Apalagi di sampingnya masih ada Reynald, laki-laki yang selalu cemburu buta padanya.
" Siapa, Key? " Tanya Reynald lagi karena Keysha tak kunjung menjawab pertanyaannya.
Setelah di pikir-pikir lebih baik Keysha jujur saja pada Reynald.
" Adit " Jawab Keysha sedikit ragu.
Reynald langsung berdiri " Jangan di angkat! Sini ponsel mu! " Reaksi yang sudah bisa Keysha bayangkan.
" Aku akan mengangkatnya, siapa tau penting "
" Tidak boleh! " Reynald merebut ponsel yang ada di tangan Keysha.
" Rey kembalikan ponsel ku! " Reynald begitu posesif, hanya sekedar mengangkat telpon saja tidak boleh.
" Untuk sementara waktu aku akan menyita ponsel mu " Reynald memasukkan ponsel Keysha ke dalam saku celananya.
" Rey! Kamu keterlaluan! Kamu sudah mengurung ku di apartemen, tidak memperbolehkan ku keluar tanpa ijin mu dan sekarang kamu menyita ponsel ku! Benar-benar keterlaluan!! " Keysha langsung pergi masuk ke dalam kamar setelah mengatakan itu dengan membanting pintu kamar begitu kasar.
Reynald hanya bisa menghela nafas, dia juga tidak mau melakukan hal seperti ini. Tapi mau bagaiman lagi, dia tidak akan merasa tenang kalau tidak menjauhkan Keysha dari Adit atau maupun laki-laki lain.
Keysha duduk bersandar di kepala ranjang sambil sesekali mengelus perutnya yang buncit. Saat Reynald masuk kedalam kamar Keysha hanya melihat sekilas saja dan kembali mengubah arah pandangannya.
" Kamu marah? " Reynald bertanya padahal jawabannya sudah sangat terlihat jelas di depan mata.
Keysha membuang pandangannya " Menurut mu?! " Ketusnya.
" Maafkan aku, Key "
Reynald memegang wajah Keysha supaya membuat mata mereke saling bertemu.
" Aku minta maaf, Key. Aku tau aku sudah sangat keterlaluan, aku begitu posesif dengan mu. Tapi itu semua ku lakukan karena aku sangat mencintai dan menyayangimu. "
Reynald mengatakannya dengan begitu sungguh-sungguh. Keysha juga dapat merasakan ketulusan di setiap kalimatnya. Tapi Reynald terlalu posesif dan membatasi dirinya sampai membuatnya menjadi sangat kesal.
" Kembalikan ponsel ku, maka aku akan memaafkan mu " Keysha masih tidak terima jika ponselnya harus di sita.
" Tidak bisa " Jawab Reynald cepat.
" Aku tidak mau memaafkan mu, sana pergilah " Keysha mendorong kecil tubuh Reynald yang berada di sampingnya.
" Key, Keysha " Keysha tidak merespon Reynald yang masih berada di sampingnya.
" Jika kamu diam seperti ini, Aku akan membanting ponsel mu " Sifat buruk suka mengancam milik Reynald kambuh lagi.
Mendengar ponselnya akan di banting Keysha langsung menatap Reynald dengan tatapan matanya yang melotot.
" Awas saja kamu jika berani! " Keysha tidak akan tinggal diam kalau Reynald benar-benar membanting ponselnya.
Nafasnya terdengar tidak karuan wajahnya juga terlihat agak memerah, sepertinya Keysha akan sangat marah kalau Reynald benar-benar merusak ponselnya.