Marriage Contract

Marriage Contract
Lima Puluh



Sudah sekitar dua minggu ini, Reynald menjauhi Keysha.


Reynald berangkat kerja begitu pagi dan pulang saat sudah tengah malam, saat Keysha sudah tertidur.


Jika Keysha mengajaknya mengobrol. Reynald hanya akan menjawab seadanya dengan jawaban yang begitu singkat.


Reynald juga sudah tidak membatasi jika Keysha pergi kemanapun.


Hari ini Keysha pergi ke kafe tempat biasa mereka janjian.


" Kamu lagi sakit ya, Key? " Tanya Lina yang melihat wajah Keysha yang begitu pucat.


" Tidak, aku hanya sedikit pusing " Akhir-akhir ini Kepala Keysha begitu sering terasa pusing.


" Apa kamu baik-baik saja? " Tanya Lina khawatir pada Keysha.


" Hm " Jawab Keysha singkat.


Mereka berdua bertemu di kafe hanya untuk mengobrol sambil menikmati suasana yang ada disitu sambil sesekali menyesap minuman yang sudah mereka pesan.


" Keysha! " Panggil seseorang yang membuat Keysha memutarkan arah pandangnya ke sumber suara.


" Adit, K-kenapa kau ada disini? " Tanya Keysha dengan jantung yang berdegup begitu cepat, meskipun tak secepat dulu.


" Aku hanya sedang jalan-jalan " Jawab Adit dengan senyuman yang selalu tampil diwajahnya.


" Apakah aku boleh bergabung duduk dengan kalian " Tanya Adit pada Lina.


Lina menatap Keysha sebentar baru menjawab pertanyaan Adit.


" Iya, tentu saja " Jawab Lina setelah mendapatkan anggukan kepala dari Keysha.


Keysha merasa tidak nyaman jika harus mengusir Adit. Karena laki-laki itu tidak punya salah dengannya.


Adit memundurkan bangku yang ada disebelah Keysha, lalu duduk disitu.


" Kamu terlihat begitu pucat! " Adit mengucapkannya dengan wajah dan suara yang begitu khawatir.


" Aku baik-baik saja " Jawab Keysha dengan senyuman di wajahnya.


" Jangan membohongi ku, aku tau kamu sedang berpura-pura baik " Adit begitu mengenali Keysha. Jika perempuan itu berbohong dihadapannya maka akan langsung ketahuan dimata Adit.


Tatapan yang selalu menatap Keysha dengan tatapan yang begitu lembut dan tulus.


Lina saja sampai sekarang masih tidak percaya Keysha bisa meninggalkan laki-laki sebaik Adit.


Adit memiliki tatapan mata yang begitu lembut. Berbeda sekali dengan Reynald, laki-laki itu lebih sering menampilkan tatapan tajam dan dingin.


" Sebaiknya kamu pulang, Key " Adit begitu khawatir.


" Aku juga setuju dengan Adit " Ucap Lina. Lina juga merasa kasian melihat wajah lemas dan pucat Keysha.


" Kalian berdua memaksa ku! " Keysha memanyunkan bibirnya membuat Adit menjadi terkekeh.


" Kamu tidak berubah ya, tetap terlihat menggemaskan " Ucap Adit yang masih terkekeh.


" Karena kalian memaksa ku, aku akan pulang " Saat Keysha bangun tiba-tiba kepalanya semakin pusing.


Badan Keysha sedikit terhuyung karena kepalanya yang begitu sakit ditambah dengan kondisi tubuhnya yang terasa begitu lemah.


" Key! " Ucap Adit dan Lina secara bersamaan.


Keysha memejamkan matanya sejenak " Aku tidak papa " Ucap Keysha.


" Apa kamu bisa pulang sendiri? Atau aku bisa mengantarmu? " Ucap Adit.


" Aku pulang sendiri saja, naik taksi " Keysha memang sengaja tidak membawa mobil. Takut menabrak karena kepalanya yang terasa pusing.


" Key " Lina masih merasa khawatir jika Keysha hanya pulang sendirian.


" Aku tidak apa-apa, Lin "


Setelah berpamitan Keysha pulang lebih dulu menggunakan taksi. Didalam taksi Keysha menyandarkan kepalanya dan memejamkan matanya. Hingga tak terasa mereka sudah sampai.


Setelah membayar supir taksi, Keysha langsung menuju apartemennya.


Ternyata hari ini Reynald pulang cepat. Keysha hanya melalui Reynald yang berada di sofa depan tv. Keysha tidak ingin berbicara dengan laki-laki itu. Karena Keysha sudah lelah memulai pembicaraan dan hanya mendapatkan jawaban yang begitu singkat dan dingin.


Jujur saja hal itu, membuat hatinya menjadi terasa begitu sakit.


Mohon maaf baru bisa update dan itupun sangat pendek, karena author akhir-akhir ini agak sibuk🙏🙏