Marriage Contract

Marriage Contract
Enam Puluh Enam



Untung saja saat bangun pagi rasa pusing kepala Reynald sudah sembuh. Jadi Keysha bisa bernapas lega karena tidak mengkhawatirkannya lagi.


" Aku mau minta maaf, karena hari ini aku akan pulang agak terlambat. Tapi aku akan semampunya berusaha supaya aku tidak terlalu lambat pulangnya " Ucap Reynald dengan badan yang membungkuk karena Keysha sedang memasangkan dasi di lehernya.


" Iya, tenang saja. Aku mengerti! " Reynald sangat bersyukur karena memiliki istri yang begitu pengertian.


Setelah Keysha selesai memasang dasinya. Reynald mensejajarkan kepalanya dengan perut Keysha. Tangannya terulur untuk mengusap perut buncit yang berada dihadapannya.


" Baby, nanti kalau daddy berangkat jangan nakal, ya ..., " Reynald memberikan pesan kepasa bayinya yang masih berada dalam perut.


" Iya, daddy. Janji " Ucap Keysha dengan suara menirukan suara anak kecil.


Reynald memeluk Keysha " Aku sangat tidak suka pergi ke kantor, aku mau disini saja bersama kalian berdua! " Beberapa bulan ini, hampir setiap pagi Reynald mengucapkan kalimat yang sama persis seperti itu.


" Nanti telat lo, sayang " Reynald masih memeluk tubuh Keysha. Padahal waktu sudah semakin siang.


" Beri aku ciuman sebelum berangkat " Padahal tadi Keysha sudah memberikan morning kiss. Tapi bisa dimaklumi, karena Reynald kan agak serakah dengan bibir istrinya.


Keysha memberikan ciuman di pipi kanan dan kiri Reynald, lalu mengecup singkat bibirnya.


" Sudah " Keysha baru ingin menjauhkan wajahnya, tapi Reynald dengan cepat menahan kepala istrinya.


" Aku masih belum puas kalau hanya seperti itu! " Keysha mengerti dengan yang Reynald maksud.


" Nanti kamu akan benar-benar telat, mas " Reynald mengabaikan ucapan Keysha. Biarkan saja telat, lagipula tidak akan ada yang menegurnya juga nanti.


Reynald begitu menikmati bibir istrinya. Bibir yang selalu menggodanya, meskipun dia hanya melihatnya.


Karena Keysha seperti mulai kehabisan napas Ardi melepaskan bibirnya dan mulai turun ke leher Keysha.


" Mmm ... " Keysha hanya bisa pasrah, jika melawan dia juga tidak akan menang.


" Jangan kemana-mana, ya! Kalau ada yang mengajak keluar tolak saja. Jangan terlalu kecapekan, jangan telat makan, dan jangan lupa, jangan jauh-jauh dari ponsel mu! " Sebelum berangkat kerja Reynald wajib mengingatkan pesan ini kepada Keysha. Demi kesehatan istri dan bayinya.


" Iya ... Sayang " Jawab Keysha dengan senyum hangat yang terukir di bibirnya.


.


Saat Reynald pergi bekerja Keysha hanya berdiam diri, sendiri di apartemen. Tidak banyak hal yang dapat dia lakukan.


Karena merasa agak bosan Reynald menelpon Lina.


" Tumben sih! " Biasanya Lina akan langsung menjawab telponnya.


" Pasti dia sedang bersama dengan Dika! " Keysha memutuskan menelpon Dika siapa tau dia sedang bersama Lina.


" *Iya, halo Key! Ada apa? "


" Apa Lina sedang bersama mu* "


" Dia tidak ada bersama ku! " Keysha mengerutkan keningnya heran.


" Tadi aku menghubunginya tapi nomornya tidak aktif! " Ucap Dika di seberang sana.


" aku juga menghubunginya tadi. Tapi seperti apa yang kau katakan, nomornya memang tidak aktif! " Tumben sekali Lina tidak ada kabar sama sekali. Biasanya dia orang yang paling mudah di ketahui keberadaannya.


" Aku masih ada urusan, babay Keysha jelek " Dika langsung memutuskan hubungan telpon mereka setelah mengatakan itu.


Dika merasa puas, Dika yakin pasti Keysha saat ini sedang merasa kesal. Apalagi wanita itu tidak sempat membalas ejekannya tadi.