
Reynald memperhatikan Keysha yang sudah terlelap. Reynald mengusap-usap pipi istrinya dengan begitu lembut takut membangunkannya.
Setelah puas menatap istrinya, Reynald mengalihkan pandangan ke perut Keysha.
" Hai, bayinya daddy " Reynald menyapa bayinya yang masih berada dalam perut.
" Cepatlah kamu lahir, supaya bisa membantu daddy menghibur mommy mu. " Reynald mengusap perut Keysha.
Reynald merasa kantuk mulai mendatanginya " Selamat malam, bayi daddy " Reynald mencium perut Keysha sebelum dia memperbaiki posisinya untuk tidur.
Reynald menelusupkan tangannya kanannya ke bawah kepala Keysha, membuat istrinya berbantalkan lengannya. Sedangkan tangan kirinya dia gunakan untuk memeluk istrinya.
..
Dika masih berada di rumah sakit. Matanya terus terjaga, tidak lama setelah Reynald dan Keysha pergi Lina sadar.
Tetapi hanya sebentar karena tidak lama setelah itu dia tertidur. Dika masih belum mengabari Keysha kalau Lina sudah sadar. Karena kalau Dika memberitahunya yang ada Keysha akan merengek kepada suaminya untuk kembali ke rumah sakit. Jadi Dika akan memberitahu mereka besok saja.
" Maafkan aku karena kurang memperhatikan mu " Dika memegang tangan Lina yang tidak di infus. Dari suaranya Dika terdengar begitu lirih.
" Kamu membuat ku sangat khawatir. Pikiran dan perasaanku terasa sangat kacau saat melihat mu seperti ini " Dika menatap lekat wajah kekasihnya yang terlihat begitu pucat.
Dika merasa bersalah kepada dirinya sendiri karena tidak bisa menjadi pasangan yang pengertian.
.
Pagi ini Keysha bangun agak kesiangan, mungkin karena tadi malam dia merasa kelelahan dan tidur agak larut.
" Sayang, bangun! " Keysha membangunkan Reynald yang masih tidur, setelah menerima panggilan dari Dika.
" Apa? " Ucap Reynald dengan mata yang terpejam.
" Ayo ke rumah sakit! Kata Dika sudah sadar " Keysha terlihat begitu semangat.
Reynald tersenyum melihat istrinya, sepertinya Keysha sangat senang mengetahui sahabatnya yang sudah siuman.
" Mana ciuman selamat pagi untuk ku? " Reynald menunjuk bibirnya.
Keysha mendekatkan wajahnya, lalu mencium Reynald. Ciuman yang begitu manis bagi keduanya.
" Kita tidak usah mandi saja! Lagian kita juga tidak punya baju ganti " Mereka berdua hanya punya satu pasang baju yang di badan.
" Aku akan menyuruh David mengantarkan pakaian kesini " Ucap Reynald.
" Itu memerlukan waktu! "
" Tapikan sayang ..., "
" Aku bilang tidak usah mandi! " Keysha mengerucutkan bibirnya membuat Reynald yang melihatnya menjadi merasa gemas.
Reynald menghampiri Keysha yang berdiri di samping kasur, lalu memegang kedua pipi istrinya.
Cup.
Cup.
Cup.
Reynald memberikan kecupan dibibir istrinya yang sedang manyun " Baiklah, aku akan menuruti istri cantikku ini " Goda Reynald.
Keysha memeluk Reynald menenggelamkan wajahnya di dada Reynald.
" Apa yang kamu lakukan, hm? Kau mau menggoda ku dan bercinta di kamar hotel ini?? " Lagi-lagi Reynald menggoda istrinya.
Keysha merasa wajahnya menjadi agak merona " Aku hanya ingin memelukmu seperti ini " Ucap Keysha dengan wajah yang masih bersembunyi di dada suaminya.
" Manja " Ucap Reynald.
Reynald tidak keberatan sama sekali kalau istrinya bermanja-manja padanya. Reynald malah merasa senang akan hal itu.
" Sayang, kapan kita akan berangkat ke rumah sakitnya kalau kamu begitu betah berada dalam pelukanku " Keysha mendongakkan kepalanya menatap mata suaminya.
" Sebentar lagi, aku masih belum puas memelukmu "
" Peluklah suamimu ini sampai puas " Reynald membalas pelukan istrinya. Meskipun belum mandi, tapi tubuh istrinya tetap begitu wangi.
Setelah merasa puas barulah Keysha melepaskan pelukannya. Dan berangkat ke rumah sakit.