
Reynald sudah kembali dari toilet, dari jauh Reynald melihat Keysha sedang mengobrol dengan seorang pria.
Reynald menghampiri Keysha dan setelah jarak diantara mereka sudah dekat. Reynald langsung bisa mengenali siapa orang yang sedang bersama Keysha. Orang itu adalah Adit, mantan nya.
Reynald semakin melajukan langkah kakinya.
" Key " Reynald yang baru tiba dan langsung menggenggam tangan istrinya.
" Rey " Ucap Keysha yang agak terkejut.
" Ada perlu apa dengan istriku? " Sinis Reynald
" Aku hanya kebetulan bertemu dengan Key, lalu menyapanya " Jawab Adit seadanya.
Reynald menatap Keysha meminta penjelasan, karena kurang puas dengan jawaban yang Adit utarakan.
" Kami memang tidak sengaja bertemu, seperti yang Adit katakan " Ucap Keysha meyakinkan.
" Jaga mata mu! Kenapa terus melihat istriku?! " Marah Reynald yang dari tadi menyadari mata Adit yang terus melihat Keysha.
" Kamu terlihat semakin cantik, Key " Puji Adit di depan mata Reynald.
Reynald langsung merasa naik pitam, karena Adit yang berani memuji istrinya bahkan di depan matanya.
" Key, ayo kita pulang. Nanti kamu kelelahan " Reynald tidak tau apa yang akan terjadi kalau dia terus-menerus melihat Adit.
" Kita kan baru sebentar " Keysha masih merasa belum puas. Tapi Reynald sudah mengajaknya pulang.
" Key, ayolah ..., " Rengek Reynald dengan mata yang terus melirik kearah Adit.
Keysha mengerti, sepertinya Reynald sedang merasa cemburu. Jadi Keysha terpaksa harus pulang.
Daripada nanti Reynald malah melakukan hal-hal yang diluar dugaan kalau dia sedang cemburu. Lebih baik Keysha menurutinya saja.
Adit tersenyum kepada Keysha, saat wanita itu akan pulang. Keysha juga membalasnya, tidak mungkin jika tidak membalas senyuman orang lain, yang ada dia akan merasa kurang enak.
" Jangan tersenyum padanya " Bisik Reynald yang menyadari Keysha yang memberikan senyumannya pada Adit.
" Apa kau cemburu?? " Tanya Keysha saat mereka sudah agak jauh dari Adit.
" Iya, aku sangat cemburu! Kenapa?? " Jawab Reynald yang mendapat senyuman dari Keysha.
" Tidak ada, aku hanya ingin bertanya saja " Keysha menggandeng tangan Reynald.
" Key "
Keysha langsung mengalihkan pandangannya dari ponsel yang ada di tangannya.
" Hm, Kenapa? " Tanya Keysha.
" Apa kamu masih punya perasaan kepada Adit? " Sepertinya Reynald masih saja merasa cemburu.
" Perasaan seperti apa? Kalau cinta, aku rasa tidak ada "
Reynald menghentikan sebentar mobilnya dipinggir jalan.
" Kamu tidak berbohong kan? " Reynald merasa bisa sedikit lega setelah mendengar jawaban Keysha.
" Apa kamu tidak percaya dengan perasaan ku " Wajah Keysha langsung berubah muram. Karena Reynald seakan-akan meragukan perasaanya.
Reynald mengambil tangan Keysha " Aku percaya "Jawab Reynald yang langsung memberikan ciuman hangat di tangan istrinya.
Setelah itu Reynald kembali menancapkan gas mobilnya membelah jalanan dengan kecepatan sedang.
Saat sampai di apartemen, Keysha langsung pergi ke kamar. Keysha merasa tubuhnya begitu lelah, padahal dia hanya pergi keluar sebentar saja.
" Aku merasa sangat lelah "
Reynald langsung mendekati Keysha dan duduk di sampingnya.
" Aku kan sudah melarang mu pergi tadi. Tapi kamu masih tidak mau mendengarkan ku " Ucap Reynald kepada istrinya yang selalu keras kepala.
" Aku hanya merasa bosan, tapi sekarang aku merasa lelah "
" Pijit kan kaki ku "Keysha memerintah Reynald seenaknya saja.
" Makannya sekali-kali dengarkan aku " Nasihat Reynald
Reynald memijit kaki Keysha dengan begitu lembut. Selang beberapa menit, Keysha yang tadinya merasa lelah langsung tertidur.
Reynald menyudahi pijitannya. Dan ikut berbaring di samping Keysha.
Tangannya dia masukan kedalam dress yang di kenakan Keysha. Untuk mengelus perut istrinya. Entah mengapa Reynald selalu merasa hatinya akan terasa begitu hangat ketika dia mengelus perut Keysha, apalagi di saat merasakan pergerakan bayi mereka.