
Rupanya obat yang diberikan Andrew benar-benar bekerja. Sekarang Keysha sudah mulai berselera makan, rasa mual nya juga sudah lumayan berkurang.
Keysha sudah selesai makan dan sekarang sedang duduk di sofa sambil menikmati acara yang ditampilkan di tv.
Reynald menghampiri Keysha dengan tangan yang membawa piring yang isinya buah apel yang sudah di potong.
Keysha langung menyandarkan kepalanya pada pundak Reynald setelah laki-laki itu duduk di sampingnya.
" Buka mulut mu " Perintah Reynald yang ingin menyuapkan apel yang dia bawa ke mulut Keysha.
Keysha membuka mulutnya menuruti Reynald, dan menerima suapan dari Reynald.
" Apa kau merasa mual lagi? " Tanya Reynald.
"Kadang-kadang, tapi sudah sangat jarang." Jawab Keysha yang kini sudah bersikap begitu manja pada Reynald.
" Baguslah, jadi kamu dan bayi kita tidak akan kelaparan " Reynald memasukkan tangannya kedalam baju kaos yang dikenakan Keysha.
Dia sangat suka mengusapkan tangan pada perut Keysha.
" Apa kau lagi Apelnya? " Tanya Reynald melihat apel yang ada dalam mulut Keysha sudah habis.
" Aku tidak mau apel lagi " Jawab manja Keysha yang membuat Reynald merasa gemas mendengarnya.
" Lalu mau apa? " Tanya Reynald penasaran.
" Aku mau ... Kau mencium ku " Keysha tidak malu lagi kalau hanya menyuruh Reynald menciumnya.
" Benarkah " Goda Reynald yang membelai bibir Keysha dengan ibu jarinya.
" Rey " Rengek Keysha yang merasa kesal, karena Reynald menggodanya.
Reynald mendekatkan wajah mereka berdua dan mulai menempelkan bibirnya pada bibir Keysha. Reynald mengecup bibir atas dan bawah milik Keysha.
Keysha yang merasa ciumannya kurang nyaman karena posisi duduknya. Berpindah menjadi duduk di pangkuan Reynald.
Reynald memegang tengkuk dan pinggang Keysha untuk memperdalam ciuman mereka sedangkan Keysha melingkarkan tangannya di leher Reynald.
Setelah merasa Keysha kehabisan nafas, Reynald langsung melepaskan ciuman mereka.
Keysha membenamkan wajahnya pada dada Reynald dengan tangan yang masih memeluk leher laki-laki itu.
" Love you " Bisik Reynald di telinga Keysha yang masih membenamkan wajahnya di dada Reynald.
Keysha selalu merasa terkejut saat Reynald membisikkan kata cinta padanya. Dia masih belum terbiasa.
" Love you too " Balas Keysha yang semakin mengeratkan pelukannya.
" Kak Milka dan kak Dimas " Ucap Keysha setelah membuka pintu.
Keysha menyuruh Milka dan Dimas untuk masuk kedalam apartemen.
Keysha membuatkan air minum lalu membawanya menuju sofa yang sudah ada Milka, Dimas juga Reynald.
Setelah itu Milka dan Keysha menuju kamar meninggalkan Reynald dan juga Dimas disitu yang sedang asik mengobrol. Entah apa yang mereka bicarakan Keysha juga tidak tau.
"Kamu terlihat begitu kurus, Key" Ucap Milka yang melihat perubahan tubuh Keysha.
Tapi meskipun begitu, Keysha tetap terlihat cantik dan seksi.
"Biarkan saja" Pasrah Keysha.
"Akhirnya kamu hamil juga setelah hampir tiga tahun menikah"
Keysha menutup hidungnya saat Milka duduk sangat dekat dengannya.
" Ada apa, Key? " Tanya Milka bingung.
" Bau parfum mu sangat menyengat dan aneh " Keysha merasa mual lagi mencium aroma parfum kakaknya.
Keysha sudah tidak tahan, dia berlari menuju kamar mandi dan memuntahkan makanan yang tadi dia makan.
Huekk...huekkk.... Huekk....
Keysha muntah lagi setelah mencium parfum Milka, padahal sudah sangat jarang dia muntah sekarang.
Milka memijit tengkuk Keysha yang masih muntah. Milka sangat kasian melihat adiknya yang terus muntah.
Setelah Keysha selesai muntah, dia membersihkan mulutnya dan setelah itu memilih untuk beristirahat.
Sedangkan Milka membawa suaminya, Dimas untuk pamit. Supaya adiknya bisa beristirahat. Padahal dia masih sangat ingin mengobrol dengan Keysha.
Reynald menghampiri Keysha yang berbaring dengan mata yang terpejam, tetapi belum tidur.
" Kamu muntah lagi? " Tanya Reynald yang sudah berada di samping Keysha.
Reynald tau Keysha muntah, karena Milka yang memberitahunya.
" Hanya sedikit, aku tidak papa " Keysha tidak ingin membuat Reynald khawatir.
Tadi dia juga mual hanya karena mencium parfum Milka saja.