Marriage Contract

Marriage Contract
Kembali



Polisi kesulitan mengidentifikasi pengirim kue di kediaman Davin dikarenakan tidak ada barang bukti satupun. Bahkan tidak ada sidik jari satupun yang terlacak di kotak kue tersebut.


Sementara itu plat motor yang tertangkap pada cctv pos satpam perumahan tidak terdaftar. Dikarenakan menggunakan plat motor palsu.


Davin meningkatkan keamanan di rumahnya dan tidak memperbolehkan orang asing masuk. Satpam diminta selalu mengecek setiap barang yang datang dan tidak memperbolehkan orang-orang yang tinggal di rumahnya memesan makanan secara online.


Satu orang pria dipekerjakan untuk menjaga Kania. Orang itu akan selalu ada saat Kania berada di luar rumah. Walaupun merasa tidak nyaman, Kania hanya bisa mengikuti kemauan Davin.


Disebuah meja Oki dan Kania tengah asyik berbincang. Sementara di meja yang cukup jauh dari mereka, seorang wanita berkacamata hitam memperhatikan mereka dengan senyum menyeringai.


Oki meminta Kania untuk mengajaknya main ke rumahnya. Namun Kania selalu menolak dengan berbagai alasan. Sebagai gantinya Oki meminta Kania untuk menemaninya di rumah hingga malam.


Setelah mendapatkan izin, Kania mengabulkan keinginan Oki. Mereka banyak melakukan hal bersama. Dimulai dari memasak, menonton film dan melakukan treatment bersama.


Oki memanggil layanan spa di rumah untuk mereka. Dengan berbagai treatment yang diberikan membuat keduanya senang dan merasa puas. Oki memberikan pujian karena pelayanan yang sangat memuaskan.


Kania sampai di rumah ketika jam menunjukan pukul 19.30 WIB. Lagi, ia merasa kesepian di rumah ini. Rumah yang begitu indah belum tentu memberikan kenyamanan bagi penghuninya. Seperti itulah yang ia rasakan.


Menapaki satu persatu ruangan yang terdapat di rumah ini. Namun tidak bisa menjamah lantai atas yang mana dilarang oleh Davin. Ia bertanya-tanya tentang sesuatu yang mungkin ada disana. Sebagian lampu dibiarkan menyala dan sebagian lagi dalam keadaan gelap gulita.


Karena tidak mendapati siapapun, Kania berencana naik ke lantai atas. Namun saat akan naik ke anak tangga, ia menepuk jidatnya karena mengingat rumah ini memiliki CCTV.


Dikarenakan tidak ada yang ingin dilakukannya, Kania pergi ke taman yang ada di belakang rumah. Tempat ini menjadi tempat favoritnya karena memiliki suasana yang menenangkan. Selain bisa melihat bintang, disana terdapat kolam ikan dengan suara air mengalir yang dapat memberikan efek relaksasi bagi otak.


Kania mengambil beberapa butir makanan ikan dan menaburi nya ke dalam kolam. Ia menelepon kedua orangtuanya dan berbincang dengan mereka.


"Halo Mah"


"Iya Ka. Kaka lagi apa?"


"Lagi santai aja Mah. Mamah sehat?"


"Mamah sehat. Semuanya di rumah sehat. Gimana kerjaan Kaka lancar?"


"Iya lancar Mah" ucap Kania dengan mata yang berkaca-kaca


"Kenapa Ka?"


Mendapat pertanyaan seperti itu membuat Kania tidak bisa lagi membendung kesedihannya.


"Gapapa Mah"


"Ko ngga apa-apa nangis, cerita dong sama Mamah. Cape ya ka?"


Bulir air mata jatuh bercucuran. Kania tidak menjawab pertanyaan Mamahnya.


"Ada apa Ka?" tanya Mamah Kania kemudian


"Ngga apa-apa Mah lagi cape aja"


"Cerita aja Ka sama Mamah kalo ada apa apa"


Kania mengiyakan ucapan Mamahnya, namun ia tidak bisa menceritakan apa yang sedang terjadi di hidupnya.


"Kaka cuma lagi cape ngejalanin kehidupan Kaka aja mah, rasanya sesek"


"Kalo Kaka belum mau cerita ngga apa apa, yang penting Kaka harus semangat ngejalaninnya. Mamah yakin Kaka bisa ngelewatin ini, anak Mamah kan kuat"


Kania menidurkan dirinya di bangku besar yang sedari tadi diduduki. Setelah merasa lebih tenang, ia menonton video yang ada di sebuah aplikasi untuk mengembalikan moodnya.


"Ehem" Kania menoleh mencari sumber suara


"Mas Davin" ucapnya sambil tersenyum


"Mata kamu bengkak" ucap Davin seraya duduk di samping Kania


"Aku baru bangun tidur langsung kesini"


"Oh"


"Mas Davin"


"Iyah"


"Aku mau ngejelasin yang waktu itu di rumah sakit"


"Silahkan"


"Hari itu aku melakukan banyak kebohongan. Aku mengaku bekerja di salah satu perusahaan di Pasuruan ke Jeny. Dia minta ketemu karena ada tugas disana. Aku udah buat alasan nolak ajakan Jeny tapi dia minta lunch bareng. Aku takut kalo ditolak, dia akan curiga, makanya aku setuju buat ketemu disana. Aku bolos di kelas yang harus diikuti siang itu. Sengan perkiraan waktu yang aku punya seharusnya tidak ada masalah. tapi keadaan jalanan yang macet bikin rencananya sedikit berantakan. Waktu aku mau pulang, ngga ada driver online yang terima orderan aku. Aku panik karena takut terlambat ke rumah sakit. Disana ada mobil yang terparkir di sisi jalan. Aku ketuk pintunya, minta buat dia nganterin aku pulang. Dia setuju buat nganterin aku dengan syarat tarif diatas harga biasanya. jadi aku dianterin sama orang itu yang ternyata Mas Davin kenal orangnya"


"Kania harusnya kamu bilang kalo keadaannya begitu mungkin saya bisa membiarkan kamu pulang dengan santai dan ngga datang ke rumah sakit. Yang kamu lakuin itu beresiko, kita ngga pernah tau apa yang ada di fikiran orang lain. Gimana kalo orang itu punya niat jahat?"


"Iya mas aku minta maaf udah bohong, aku ngga bermaksud"


"Ya saya maafin, lain kali fikir kedepannya apa yang mungkin terjadi jangan bertindak ceroboh. satu lagi ada dua hal yang paling saya benci yaitu kebohongan dan perselingkuhan"


"Iya Mas, aku ngga akan ngelakuin hal itu lagi"


"Oh ya ini ada kalung yang harus kamu pakai jangan sampai di lepas ya. Didalam liontinnya ada alat gps yang dirancang dikelilingi mutiara yang berfungsi tidak terdeteksi alat pelacak" ucap Davin sambil menyodorkan sebuah kotak berwarna biru


"Baik"


Davin berlalu pergi menuju kamarnya. Kania memandangi kalung yang diberikan Davin. Dari sudut manapun kalung itu terlihat seperti kalung pada umumnya. Ia menggunakannya dan masuk ke dalam kamar.


Kelas terlihat sangat kondusif, satu per satu peserta maju ke depan untuk latihan bicara di hadapan audiance. Dengan materi dan powerpoint yang sudah disiapkan oleh masing-masing peserta. Ada beberapa yang masih gugup, sementara yang lainnya sudah memiliki pengucapan dan penyampaian yang baik. Selain mendeskripsikan tentang produk, mereka diminta untuk menentukan target market produk tersebut dan menentukan cara sales agar meningkatkan penjualan.


Selesai kelas, Kania pulang dan bersiap untuk mengikuti kelas selanjutnya. Ponselnya berdering, tanda sebuah pesan masuk. ia membuka ponselnya.


Davin


"Nanti sore kita ke rumah Arhan"


Setelah menjawab, Kania pergi ke dapur. Hari ini ia ingin membuat tiga makanan Korea dengan berbagai resep yang di temukan di laman blog kesukaannnya. Diantara yang akan dibuatnya yaitu toppoki, japchae dan bingsu. Makanan-makanan itu akan dibuatnya kembali di hari sabtu untuk diberikan kepada guru bahasa koreanya. Mereka sangat dekat dan ia sangat menyukainya.


Kegiatan memasak dimulai, ia membuka tepung beras dan memasukannya ke dalam mangkuk besar. Toppoki dibuat dalam jumlah banyak karena akan dimasukkan ke dalam freezer dan dengan mudah dimasak saat diinginkan sewaktu-waktu.


Tepung tapioka masuk ke dalam mangkuk yang sama, disusul dengan air secukupnya. Kemudian adonan diuleni hingga kalis. Adonan di bagi menjadi bagian-bagian berukuran sedang dan digulung memanjang lalu dipotong sesuai selera.


Sementara toppoki dan bihun direbus, ia memotong beberapa buah untuk membuat bingsu. kemudian menyusun buah di mangkuk dan manaruh es serut diatasnya, bagian terakhir yaitu menuangkan susu kental manis dan syrup.


Kania menumis daging dan bumbu lain di atas frypan lalu memasukkan bihun. Setelah semua masakannya selesai, ia mencicipi satu persatu makanannya dan merasa senang karena masakan yang dibuatnya terasa lezat.