
Keysha sudah tiba di kantor milik Ryan.
Untung saja Ryan tidak ada tamu atau sedang rapat karena Keysha langsung datang tanpa mengabari nya terlebih dulu.
Keysha mendorong kecil pintu ruangan Ryan lalu sedikit mengintip.
" Dia sangat sibuk " Gumam Keysha yang melihat Ryan sibuk dengan tumpukan kertas dihadapannya.
Ehem...
Keysha tidak mendengar suara deheman dari arah belakangnya.
" Permisi bu " Sekertaris Ryan ingin masuk kedalam ruangan. Tapi Keysha malah menghalangi di depan pintu.
" bu " sekertaris laki-laki itu terpaksa memegang pundak Keysha.
" eh! Setan! " Kejut Keysha.
Sekertaris itu senyum-senyum melihat Keysha.
" Kenapa? " Tanya Keysha bingung karena menurutnya tidak ada yang lucu.
" Tidak bu, saya hanya ingin masuk " Ucap sekertaris itu.
" Masuk saja " Ucap Keysha.
" Tapi ibu menghalangi pintunya " Jelasnya.
" Ah! Maaf sekali ya "
Keysha mempersilahkan sekertaris itu masuk lebih dulu, kemudian dia juga ikut masuk.
Keysha duduk di sofa yang ada di ruangan itu. Sepertinya sekertaris tadi hanya memberitahukan jadwal Ryan hari ini. Setelah itu sekertaris itu pergi lagi keluar.
" Ada apa Key " Tanya Ryan yang masih duduk di kursi kebesarannya.
" Ada deh! Sini! " Keysha menyuruh Ryan supaya mendekat kearahnya.
" Kenapa? " Tanya Ryan yang sudah duduk di samping Keysha.
" Taraaa!...... " Keysha mengangkat paper bag yang tadi dia bawa.
" wihh! Apaan nih " Ryan mengambil paper bag dari tangan Keysha.
" Kemeja " Ucap Ryan setelah melihat isinya.
" Suka gak? Kalau enggak juga gak papa kok. Tapi kan aku udah beliin masa kamu gak suka. Harusnya terima kasih dong. " Keysha berbicara sangat cepat sampai Ryan saja tidak mendengar jelas apa yang dia ucapakan.
" Ngomong apa ngerap sih? " Ucap Ryan.
" Gimana, gimana? Suka gak? " Tanya Keysha.
" Suka, kemejanya bagus. Apalagi kalau orang tampan kaya gue yang makai pasti tambah bagus ni kemeja " Sekarang penyakit terlalu percaya diri Ryan sedang kumat.
" Tampan dari mananya? Di lihat dari ujung sedotan! " Ucap Keysha.
" Masa " Ucap Ryan cuek
" Habis ngapain aja kamu sebelum ke sini " Tanya Ryan dengan suara menggoda Keysha.
" enggak ngapa-ngapain? " Jawab Keysha bingung.
" alaaahh,,,,, bohong. Gue tau deh kamu habis ngapain " Ucap Ryan dengan nada yang masih menggoda Keysha.
" Kamu habis sayang-sayangan bikin dedek sama abang Rey kan " Ucap Ryan sambil senyum-senyum tidak jelas.
" Apaan sih! " Kesal Keysha.
" Terus itu apaan " Ryan menunjuk leher Keysha.
" Apa " Keysha memegang lehernya bingung.
" Liat deh di leher kamu ada apa " Suruh Ryan.
Keysha mengeluarkan ponselnya dari dalam tas. Lalu menghidupkan kamera.
" Mana? " Keysha masih tidak menemukan apa yang di maksud Ryan.
" Itu " Tunjuk Ryan.
Reynald sialan! Pantas saja dia menyuruh ku cepat berangkat saat aku mengaca tadi.
Keysha tau itu tanda apa. Itu tanda bekas Reynald saat di apartemen tadi. Tapi Keysha tidak tau itu akan membekas di lehernya.
Pantas saja Reynald bertingkah aneh sebelum dia berangkat. Keysha melepaskan ikatan rambutnya menjadi tergerai untuk menutupi lehernya.
Sekarang Keysha tau alasan kenapa sekertaris Ryan tadi senyum-senyum saat melihatnya.
" Kok ditutup Key " Ucap Ryan sambil tertawa melihat Keysha yang terlihat malu.
" Ahh!,,, Reynald sialan! " Ryan terus tertawa melihat Keysha yang sedang kesal dengan Reynald.
Ryan sudah bisa membayangkan apa yang akan terjadi nanti. Pasti Keysha akan mengamuk saat sampai di apartemen. Pasti seru sekali melihat mereka berdebat.
" Apa masih kelihatan " Keysha menutupi tanda di lehernya dengan rambut.
" Tau " Ryan mengangkat bahunya.
" Ryan aku serius! " Ucap Keysha.
Keysha tidak ingin ada orang lain lagi yang melihatnya. Cukup Ryan dan sekertaris nya saja yang tau.
" Kemeja mahal ni kayak nya " Ucap Ryan.
Ryan melepas jas nya dengan tetap menyisakan kemejanya. Lalu memakai kemeja yang diberi Keysha sehingga dia memakai dua kemeja sekaligus.
" Keren banget " puji Keysha " kemeja nya " sambung Keysha lagi di ujung kalimatnya.
" Kampret! " Ryan melempar jas nya ke wajah Keysha.
Tadinya Reynald mengira Keysha memujinya keren. Tapi, mendengar ujung kalimat Keysha ternyata dia malah memuji kemeja yang diberikannya.
" Astaga yan! Sumpah demi apapun! kemeja kamu bau busuk! " Keysha memegang jas Ryan dengan tangan kiri kemudian tangan kanan nya dia gunakan untuk menutup hidungnya.
Ryan mengambil jasnya dari tangan Keysha yang seperti memegang jijik.
" Enak aja! Jas bau parfum mahal gini kamu bilang bau busuk "
Setelah melepaskan kemeja yang diberikan Keysha. Ryan memakai jasnya kembali.
" Nanti kemejanya bakal aku pakai pas kawinan kakak mu " Ucap Ryan.
" Emang hewan kawin! Nikah dong biar enakan dikit lah didengar. " Jelas Keysha.
" Sama aja " Tukas Ryan.
" Bedalah! Nikah itu kan yang ada banyak orang nya. Kalau kawin itukan proses bikin dedek bayinya " Jelas Keysha.
" Tau dari mana?? " Tanya Ryan " Oh iya! Kamu kan baru selesai kawin sama abang Rey " Ryan kembali menggoda Keysha.
" Enak aja! Kamu tu cepet nikah sana biar bisa kawin! " Ucap Keysha dengan tangan yang menyilang di depan dada.
" kamu aja yang udah nikah belum pernah kawin "
Ups! Ryan menutup mulutnya sebentar.
" Maksud ku baru bikin dedek sebelum kesini " Lanjut Ryan sambil tertawa.
" Serah lo aja mau mikir apa " Ucap Keysha pasrah.
" Aku mau pulang dulu. Babay Ryan jelek bau bangke " Keysha langsung nyelonong keluar dari ruangan dan perusahaan Reynald lalu menuju mobil untuk pulang ke apartemen.
.
.
.
.
.
.
.
Hai, hai, hai para readers. Jangan lupa dukung ya dengan like dan komen nya. 😁😁