
Reynald baru terbangun sore hari. Hal pertama yang dicarinya saat bangun adalah Keysha.
Hanya ada dirinya di sofa. Reynald bergegas bangun dan pergi ke kamar mencari Keysha.
" Key! " Panggil Reynald saat tiba di dalam kamar. Tapi orang yang dipanggil tidak ada.
Reynald membuka pintu kamar mandi. Siapa tau Keysha ada di situ. Namun dikamar mandi tidak ada siapa-siapa.
Reynald langsung berlari kearah dapur. Tapi hasilnya juga sama tidak ada tanda keberadaan Keysha.
" Key! Kamu dimana? " Pikiran negatif di kepalanya mulai bermunculan.
Reynald menelpon Keysha. Tapi percuma saja, wanita itu meninggalkan ponselnya.
Sudah hampir satu jam Reynald terduduk dilantai kamar dengan tubuh yang bersandar di ranjang. Sepertinya ketakutannya selama seminggu ini menjadi kenyataan.
Keysha benar-benar meninggalkannya. Jika tau akan begini Reynald tidak akan tidur tadi.
Pandangan matanya terlihat begitu kosong. Perasaannya benar-benar kacau.
Tega sekali dia meninggalkan ku, padahal dia sudah berjanji.
Reynald menundukkan kepalannya, saat ini otaknya tidak mampu memikirkan apapun selain Keysha.
..
Saat Reynald tidur Keysha baru ingat kalau sayuran di kulkasnya sudah habis.
Keysha ingin membangunkan Reynald. Tapi merasa tidak tega karena laki-laki itu terlihat tidur begitu nyenyak.
Dengan perlahan Keysha mengangkat kepala Reynald yang ada di pangkuannya.
" Aku pergi sebentar " Pamit Keysha kepada Reynald yang masih tertidur pulas.
Keysha pergi ke kamar mengambil dompet dan sweater. Setelah itu langsung pergi keluar untuk membeli sayuran.
Keysha sengaja meninggalkan ponselnya karena dia hanya akan pergi sebentar saja.
Setelah mendapatkan apa yang dia cari. Keysha langsung menuju apartemen kembali.
Keysha tiba di apartemen dengan menenteng satu plastik sayuran.
" Rupanya dia sudah bangun " Gumam Keysha yang tidak melihat keberadaan Reynald di situ.
Keysha menuju dapur untuk menyimpan sayuran yang sudah dia beli.
Setelah selesai membereskan urusannya di dapur Keysha pergi ke kamar karena inggin mandi.
Ceklek.
" Rey " Panggil Keysha yang melihat Reynald duduk tertunduk di lantai.
Reynald yang tertunduk langsung mengarahkan pandangannya ke arah sumber suara yang memanggilnya.
Melihat Keysha yang ada disitu tampa pikir panjang Reynald langsung berlari dan memeluk Keysha.
" Kamu kemana? Kenapa meninggalkan ku " Tadinya Reynald berpikir Keysha tidak akan kembali lagi.
" Aku cuma keluar sebentar membeli sayur " Keysha membalas pelukan Reynald.
" Kamu tidak menemuinya kan? " Reynald tetap khawatir Keysha menemui Adit.
" Tidak, aku tidak menemuinya " Sebenarnya Keysha ingin menemui Adit. Tapi dia tidak tega dengan Reynald.
" Iya... Sekarang lepaskan pelukanmu, ini sudah sore dan aku ingin mandi. " Dengan perasaan tidak rela Reynald terpaksa melepaskan pelukannya.
Selama Keysha berada di kamar mandi Reynald hanya duduk diam di ranjang menunggu Keysha.
" Aku sudah selesai, apa kamu tidak mandi? " Tanya Keysha yang berjalan menuju meja rias.
" Malas, sepertinya aku tidak akan mandi " Reynald benar-benar malas untuk membersihkan dirinya.
" Menjijikan sekali... Sana jangan dekat-dekat " Keysha mengusir Reynald yang menghampirinya.
" Tidak mau.... " Reynald malah memeluk Keysha manja dari samping.
" Sana...! Aku mau menyisir rambut ku " Keysha berusaha melepaskan pelukan Reynald.
" Aku saja. Aku ingin menyisir rambut mu " Reynald melepaskan pelukannya, lalu merebut sisir yang ada di tangan Keysha.
Reynald mulai menyisir rambut lurus panjang milik Keysha.
" Rambut mu sangat harum " Ucap Reynald yang dapat mencium aroma sampo Keysha.
" Aku kan selalu merawatnya "
" Selesai " Reynald tidak hanya menyisir. Tapi dia juga menganyam rambut Keysha.
" Dari mana kamu belajar membuat ini " Tanya Keysha melihat anyaman rambutnya yang dibuat Reynald.
" Kemarin aku mempelajarinya dari youtube "
" Untuk apa kamu mempelajari itu " Tanya Keysha yang merasa lucu dengan Reynald.
" Dulu saat aku keluar. Aku pernah melihat seorang pria menganyam rambut kekasihnya dan aku juga tertarik melakukannya " Reynald sudah lama ingin mempraktekkannya. Tapi dia baru sekarang bisa melakukannya.
" Benarkah? " Keysha seakan tak percaya dengan ucapan Reynald.
" Uhm.... " Reynald menganggukkan kepalanya yang membuat Keysha merasa gemas melihatnya.
" Kenapa kamu terlihat menggemaskan sekali " Keysha mencubit pipi Reynald gemas.
" Ah!... Sakit Key " Keysha terlalu kuat mencubit pipi Reynald.
" Ini salah mu! Kenapa wajah mu bisa seperti ini " Keysha masih merasa gemas melihat wajah Reynald.
" Memangnya wajah ku kenapa? " Reynald merasa wajahnya selalu begitu saja.
" Sudahlah aku mau tidur, hari ini aku mau tidur cepat " Keysha langsung berlari dan menjatuhkan tubuhnya di tempat tidur.
Reynald mengejar Keysha dan ikut menjatuhkan tubuhnya ke tempat tidur " Kalau begitu aku juga akan tidur cepat! "
" Sana mandilah!... Aku tidak mau dekat dengan orang jorok sepertimu " Keysha menendang perut Reynald saat pria itu bersiap memeluknya.
" Aku malas Key " Ucap Reynald dengan tangan yang memegang perut bekas terkena tendangan Keysha.
" Terserah mu saja asalkan jangan mendekatiku! " Keysha menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.
Ck!.
Dengan langkah yang begitu malas Reynald melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar mandi. Tidak ada cara lain selain mandi supaya Keysha mau berdekatan dengannya.
πππ