
Sekarang Keysha hanya menjadi pengangguran. Keysha tidak lagi memimpin perusahaan karena ayahnya sudah kembali bekerja lagi.
" Kamu tidak pergi bekerja lagi " Tanya Keysha melihat Reynald yang menemuinya di dapur hanya mengenakan baju kaos polosnya.
" tidak " Ucap Reynald dengan menggelengkan kepalannya.
Sudah lewat seminggu sejak pernikahan Milka, Keysha hanya berada di rumah. Begitu juga dengan Reynald.
Reynald selalu mengikuti Keysha. Jika wanita itu berada di apartemen maka dia juga harus berada di apartemen. Reynald tidak pernah meninggalkan Keysha.
Dia takut Keysha akan meninggalkannya diam-diam di saat dirinya tidak ada.
" Bagaimana dengan perusahaan mu " Tanya Keysha.
" Ada David yang akan mengurusnya untukku " Reynald menyerahkan semua bebannya kepada David.
Keysha menarik nafas kemudian membuangnya " Ada apa denganmu? Biasanya kamu sangat rajin bekerja " Tanya Keysha heran.
Reynald yang tadi berdiri di dekat meja makan mendekati Keysha yang sedang memasak. lalu memeluknya dari belakang.
" Aku takut kamu meninggalkanku " Jawab Reynald yang membenamkan kepalanya di ceruk leher Keysha.
Keysha mematikan kompor, kemudian membalikkan badannya " Aku tidak akan pergi kemana-kemana " Ucap Keysha sambil mengelus pipi Reynald.
Reynald menggelengkan kepalannya " Bohong. Kamu pasti akan menemui mantan tercinta mu itukan " Tuduh Reynald yang selalu berpikiran negatif.
" Aku tidak akan pergi " Ucap Keysha dengan suara yang terdengar serius.
"Aku mau disini saja bersama mu"
" Terserah mu saja " Ucap Keysha.
Keysha menyuruh Reynald melepaskan pelukannya karena ingin menyajikan masakannya ke meja makan.
" Aku ingin membantu mu " Ucap Reynald ingin membantu Keysha.
" Kalau begitu bawalah ini " Keysha menyerahkan semangkuk sup yang ada di tangannya kepada Reynald.
Reynald menyambut sup itu dan membawanya ke meja makan.
" Kemana? " Keysha bingung melihat Reynald bangun dari tempat duduknya sambil mengangkat piring makanannya.
" Aku ingin duduk di sini " Reynald mendekati Keysha dan menggeser tempat duduk yang ada di samping wanita itu.
" Aneh-aneh saja " Heran Keysha melihat Reynald yang kini sudah duduk disampingnya.
Reynald menyerahkan piring nasinya kepada Keysha " Apa kamu mau menambah lagi. Tapi nasi mu masih terlihat banyak. " Tanya Keysha yang kebingungan.
" Aku ingin kamu menyuapi ku " Ucap Reynald.
" Aneh, makan saja sendiri. Kamu kan sudah besar Rey " Semakin hari Reynald semakin menempel dan merepoti Keysha.
" Key.... " Rengek Reynald.
" Makan saja sendiri, kamu bukan anak kecil lagi, Rey. " Ucap Keysha.
" Aku sudah kenyang " Rajuk Reynald karena Keysha menolak menyuapinya.
Keysha tau Reynald sedang berbohong dan merajuk padanya. Bagaimana bisa dia kenyang, padahal makanannya baru dimakan sedikit.
Keysha mengambil piring makan Reynald dan menyendokkan makanannya. " Aaaa... Buka mulut mu " Ucap Keysha dengan sendok yang mengarah ke mulut Reynald.
Reynald terlihat sangat senang. Dengan begitu antusias dia membuka mulutnya menerima suapan Keysha.
" Lahap sekali! Tadi bilang sudah kenyang " Ucap Keysha yang masih menyuapi Reynald.
Keysha tersenyum " Tumben sekali kamu jujur " Ucapnya.
" Bagaimana jika aku menyuapi mu juga " Tawar Reynald.
" Tidak usah, aku sudah kenyang " Keysha memang tidak terlalu lapar. Jadi dia hanya makan sedikit saja.
Reynald menikmati makanannya sampai habis dengan Keysha yang terus menyuapinya.
Cup. Reynald mencium sekilas pipi Keysha " Terima kasih " Ucapnya dengan senyum yang terbit di bibirnya.
Lagi-lagi jantung Keysha terasa aneh.
" Key " Panggil Reynald yang melihat Keysha bengong.
" Ah! Ada apa? " Tanya Keysha.
" Kamu kenapa " Tanya Reynald yang malah berbalik bertanya.
" Tidak kenapa-napa " Keysha langsung berdiri dari kursi yang dia duduki.
" Kamu mau kemana? " Reynald menahan tangan Keysha.
" Membereskan ini " Tunjuk Keysha pada piring kotor di atas meja.
Piring kotor hanya menjadi alasan saja. Sebenarnya Keysha ingin menenangkan jantungnya yang terasa tidak karuan kalau terus berhadapan dengan Reynald.
Keysha membawa piring kotor bekas mereka ke wastafel untuk mencucinya. Reynald masih duduk di meja makan menunggu Keysha.
" Apa sudah selesai " Tanya Reynald yang melihat Keysha sudah kembali.
Keysha menganggukkan kepalannya. " Hm, Kenapa masih disitu? " Tanya Keysha.
" Aku menunggu mu " Jawab Reynald yang berdiri lalu menggandenga
Reynald mengajak Keysha menonton tv. Padahal Keysha sangat malas tapi Reynald tetap memaksa.
Sekarang mereka berdua berada di sofa menghadap layar tv yang menyala menampilkan acara masak-masak.
Reynald terlihat begitu manja. Dia merebahkan kepalannya di paha Keysha. " Usapkan Kepalaku " Pinta Reynald.
Keysha menurut saja dengan apa yang disuruh oleh laki-laki itu. Dengan mata yang terus melihat ke depan tangannya mengusap kepala Reynald.
" Aku jadi mengantuk " Ucap Reynald yang merasa nyaman dengan usapan di kepalannya.
" Jika kamu mengantuk tidur saja " Ucap Keysha dengan tangan yang masih berada di kepala Reynald.
" Kamu tidak akan pergi kan kalau aku tidur " Reynald masih merasa takut Keysha akan pergi saat dia tertidur.
Selama seminggu ini Reynald tidak pernah tidur lebih dulu. Dia hanya akan tidur setelah Keysha tertidur pulas.
Semakin lama matanya semakin tidak bisa diajak kompromi dan akhirnya Reynald tertidur karena merasakan nyamannya usapan tangannya keysha.
.
.
.
.
Mohon tinggalkan jejak🙏😊