
Reynald dan Keysha sudah sampai di rumah mamahnya. Reynald membantu Keysha turun dari mobil.
" Hati-hati, sayang " Ucap Reynald.
Setelah membantu istrinya turun. Reynald mengambil tas yang isinya pakaian mereka.
Desti yang melihat menantu dan anaknya sudah sampai langsung menghampiri mereka yang masih berada di ambang pintu.
" Key! " Desti memeluk putri keduanya itu.
" Kenapa jarang sekali menjenguk mama, hm?" Desti melepaskan pelukan mereka.
" Itu karena mas Rey gak bolehin Key pulang! " Keysha mengadu kepada mamahnya dan menatap kesal suaminya yang selalu menyuruhnya berdiam diri di rumah.
" Bukannya gitu, Rey enggak bolehin Key, karena Key kan orangnya ceroboh. Takutnya malah terjadi sesuatu yang berbahaya kalau dibiarkan keluyuran " Jelas Reynald.
" Menantu mamah perhatian banget sih! " Ucap Desti.
" Tumben panggil 'mas' biasannya juga panggil nama? " Ucap Desti yang baru menyadari.
" Dipaksa, padahal udah nyaman panggil nama " Jujur saja, Dira masih merasa agak canggung dan aneh harus memanggil Rey menjadi 'mas'
" Kenapa tidak panggil 'sayang' saja " Desti terus membahas panggilan anak dan menantunya.
" Dianya enggak mau " Ucap Dira dengan mata melirik Reynald yang berdiri di sampingnya dengan tangan yang menenteng tas.
" Mah, capek mau duduk! " Ucap Dira sebelum Desti bertanya kembali.
Desti malah mengajak Keysha mengobrol sambil berdiri di depan pintu sampai lupa kalau Keysha tengah hamil tua.
Keysha berjalan dengan sebelah tangan berada di pinggang dan sebelahnya lagi berada di perut.
" Capek banget! " Keysha merasa lelah padahal hanya berjalan dari pintu ke ruang tamu. Tapi, rasanya sangat melelahkan.
Reynald meninggalkan Keysha di ruang tamu bersama Desti.
" Ck! Kenapa tangganya terlihat lebih tinggi dan panjang " Gumam Reynald yang mulai menaiki anak tangga itu.
Sampai di dalam kamar, Reynald langsung mengeluarkan barang bawaan mereka dan merapikannya.
Reynald yang dulunya sorang pria yang pemalas dan hidup di lingkungan yang agak kotor. Sekarang berubah menjadi begitu rajin dan bersih, apalagi semenjak Keysha hamil.
" Rey! " Teriak Keysha melihat suaminya yang baru turun.
" Kau tadi memanggilku apa? " Reynald menatap Kesal Keysha. Bagaimana bisa istrinya melupakan panggilannya.
" Maaf! Meskipun sudah dibiasakan, lidahku masih tidak terbiasa memanggilmu seperti itu "
" Mamah mana? " Tanya Reynald yang tidak melihat keberadaan mertuanya.
" Mandi " Jawab Keysha.
" Aku mau istirahat ke kamar " Dengan sedikit kesusahan Keysha bangun dari sofa.
Saat Keysha ingin melangkahkan kakinya. Reynald sudah lebih dulu menggendongnya.
" Kau tambah berat " Ucap Reynald yang langsung mendapat cubitan di lengannya.
Reynald menaruh Keysha di atas ranjang begitu hati-hati.
" Mas " Panggil Keysha.
Reynald menaikan sebelah alisnya. " Ada apa? " Tanyanya.
" Aku ingin memanggilmu 'sayang' " Ucap Keysha dengan wajah cemberut.
" Memangnya kenapa?? " Padahal Reynald dia sudah begitu menyukai panggilannya.
" Aku tidak suka memanggilmu seperti itu " Jujur Keysha.
Reynald mengusap wajah Keysha yang terlihat cemberut, padahal mereka hanya membahas nama panggilan. " Oke, baiklah. Terserah mu saja ingin memanggil ku seperti apa. Tapi, berikan aku ciuman sebagai gantinya. " Ucap Reynald.
Keysha terlihat senang dan segera mengecup ujung bibir suaminya.
" Ciuman aku dengan benar " Ucap Reynald dengan tangan yang mengusap bibir bawah keysha.
" Memangnya tadi kurang benar? " Keysha membiarkan tangan Reynald bermain di bibirnya.
" Yang tadi tidak ada rasanya! " Reynald saja hampir tidak merasakan bibir Keysha yang mencium sekilas bibirnya. Karena terlalu cepat.