Marriage Contract

Marriage Contract
Dua puluh sembilan



Episode sebelumnya.....


*Reynald menyimpan ponselnya dan merubah posisinya menjadi duduk berhadapan dengan Keysha.


" Katakanlah, hm? " Ucap Keysha tiba -tiba dengan menatap lembut Reynald.


Reynald terpaku dengan sikap lembut yang di perlihatkan Keysha. Biasanya wanita itu kalau sudah marah tidak akan bersikap baik lagi. Apa sekarang Keysha sudah menjadi lebih dewasa*.


------------


Marriage contract (29)


" hei, katakanlah " Ucap Keysha lembut.


Keysha harus mulai belajar bersabar dalam menghadapi Reynald. Keysha sudah lelah jika sedikit-sedikit harus berkelahi. Apalagi kalau hanya karena masalah kecil.


" Rey " Keysha menatap manik mata Reynald yang berwarna agak kecoklatan itu dengan tatapan lembut.


Reynald malah langsung memeluk tubuh Keysha. Reynald membenamkan kepalanya di ceruk leher jenjang milik Keysha.


" Kamu manja sekali " Keysha membiarkan Reynald memeluknya. Daripada laki-laki itu mendiami nya tidak jelas seperti tadi. Itu hanya akan membuat kepalanya pusing.


Keysha mengusap kepala Reynald yang berada di ceruk lehernya. Reynald merasa sangat nyaman di perlakukan seperti itu.


Reynald juga tidak mengerti kenapa dirinya marah seperti tadi. Tapi setelah melihat Keysha yang begitu baik membuat amarahnya mereda.


" kamu kenapa, hm? " Tanya Keysha yang masih mengusap lembut kepala Reynald.


" Buang kemeja yang kamu beli tadi, Kemejanya jelek! Ryan tidak akan mau " Reynald melepaskan pelukannya.


" Kenapa harus dibuang? Aku akan tetap memberikannya. Kalau dia tidak mau terserah nya saja mau diapakan kemejanya" Keysha tetap masih ingin memberikan kemeja tadi kepada Ryan.


Buang-buang uang saja kalau kemejanya harus di buang dan tidak jadi di berikan.


" Sepertinya kamu sangat menyukai Ryan " Reynald kembali memeluk Keysha dengan posisi yang sama seperti tadi.


" Bukankah kamu sudah menanyakan hal ini dulu dan aku juga sudah menjawab nya " Ucap Keysha.


" Apa kamu menyukai ku juga " Tanya Reynald sambil mencium aroma tubuh Keysha yang harum.


" Suka " Jawab Keysha " Tapi jika kamu tidak melakukan hal yang bisa membuat ku kesal " Sambung Keysha


" Mana yang lebih kamu suka aku  atau Ryan " Tanya Reynald


" Entahlah " Jawab Keysha bingung.


Reynald menggigit kecil cuping telinga Keysha


" Hentikan Rey! Apa yang kamu lakukan! " Keysha terkejut dengan tindakkan Rey.


Reynald menghentikan aktivitas nya di telinga Keysha.


" Menurutmu lebih tampan siapa? Aku atau Ryan? "


Ada apa dengan Reynald? Membuat Keysha bingung saja. Kenapa laki-laki itu malah membandingkan dirinya dengan sahabatnya sendri.


" Rey berhentilah! "


Reynald yang tadi hanya mengendus-ngendus leher Keysha kini malah mulai mengecup dan mengisapnya.


" Aku suka aroma mu " Ucap Reynald menghentikan kegiatannya lalu menatap Keysha.


" Kenapa menatap ku seperti itu. Bikin merinding tau gak " Ucap Keysha dengan mata yang menyipit.


Keysha langsung terkejut mendengar perkataan yang keluar dari mulut Reynald.


Dengan gerakan refleks Keysha mengambil bantal yang berada di sampingnya. Kemudian dengan agak keras melemparnya ke wajah Reynald.


" Akh! Apa yang kamu lakukan?! " Reynald duduk menjauh dari Keysha bersandar di kepala ranjang.


" Maafkan aku! Itu gerakan refleks" Ucap Keysha dengan tangan yang memohon.


" Aku ingin tidur " Tukas Reynald langsung memejamkan matanya.


Awas saja jika laki-laki itu merajuk.


" Aku ingin pergi keluar sebentar " Ijin Keysha.


Reynald yang tadi sudah memejamkan matanya, kembali membuka mata dan melihat Keysha yang masih duduk di tepi ranjang.


" Keluar kemana " Tanya Reynald singkat.


" Memberikan ini pada Ryan " Keysha mengambil paper bag yang  berada di samping tempat tidur dan menunjukkan nya pada Ryan.


" Oh, Pergi saja " Ucap Reynald dengan suara yang terdengar seperti agak sedikit kesal.


Kenapa suaranya seperti sedang kesal? Apa mungkin aku salah dengar? Ahh,, sudahlah! Itu kan tidak penting juga.


Keysha mengambil parfum nya yang berada di meja rias lalu menyemprotkannya kepada pakaian yang sedang ia kenakan.


" Berhentilah mengaca cepat pergi sana "


keysha mengalihkan pandangannya dari cermin yang ada dihadapan nya


" Kamu terdengar seperti mengusir ku " Ucap Keysha.


" Terserah mu saja, pergilah sana! Aku mau tidur siang " Sepertinya Reynald sangat ingin Keysha cepat-cepat pergi.


" Kenapa kamu ingin sekali aku cepat pergi? Apa kamu mau membawa kekasih mu kesini lagi?!  " Keysha menatap curiga Reynald.


" Tidak " Jawab Reynald cepat sambil menggelengkan kepala.


" Awas saja kamu kalau berani! Kamu kan sudah berjanji pada ku "


" Iya, aku tahu. Sana pergilah! " Reynald mengibaskan tangan nya seperti menyuruh keluar.


" Aneh " Ucap Keysha menatap heran Reynald.


Keysha mengambil paper bag yang berisi kemeja untuk Ryan lalu keluar dari kamar.


Keysha berangkat menggunakan mobil pribadi miliknya sendiri. Keysha pergi ke kantor Ryan langsung untuk memberikannya. Keysha sudah biasa menemui Ryan di kantornya tanpa membuat janji lebih dulu.


.


.


.


.


.


Jangan lupa dukung dengan cara like dan komen serta vote juga yaa😁😁😁😁