Marriage Contract

Marriage Contract
Empat Puluh Delapan



Reynald  mulai bekerja lagi hari ini, setelah meninggalkan perusahaannya selama dua minggu.


Sebenarnya Reynald sangat malas terpisah dari Keysha. Tapi David terus-menerus menelponnya utuk menyuruh ke kantor. Dikarenakan ada beberapa hal yang hanya Reynald lah yang bisa menyelesaikannya.


Keysha memasangkan dasi di leher Reynald. " Kamu sudah terlihat sangat rapi dan tampan " Puji Keysha.


Reynald langsung memeluk Keysha setelah wanita itu selesai memasangkan dasinya. Dia tidak rela meninggalkan Keysha.


" Aku tidak mau pergi bekerja, Tapi David sialan itu terus menelpon ku " Kasian sekali nasib David, bukannya di puji telah menyelesaikan beberapa pekerjaannya dia malah di katai sialan.


" Cepatlah berangkat, nanti kamu telat " Keysha melepaskan pelukan Reynald.


" Jangan kemana-kemana, kalau mau keluar kamu harus menelpon ku " Reynald menjadi begitu posesif sekarang.


" Iya, aku mengerti. "


Keysha mengantar Reynald sampai  depan pintu apartemen.


Sebelum berangkat Reynald mencium Keysha lebih dulu " Kamu harus menelpon ku jika keluar " Pesan Reynald lagi.


Setelah itu, Reynald pergi ke kantor mengendarai mobilnya yang akhir-akhir ini lebih sering menganggur.


" Nyaman sekali... " Keysha merasa terbebas dari pria manja itu untuk sementara waktu.


Selama dua minggu di rumah bersama Reynald kadang membuat kepalanya menjadi pusing. Laki-laki itu terlalu menempel dengannya, bahkan tidak jarang juga dia mengganggu pekerjaan yang dilakukan Keysha.


..


Reynald berjalan menuju ruangannya, banyak karyawan yang terkejut melihat kedatangannya yang sudah lama tidak muncul.


" Apa kamu tau kamu menggangu waktu ku " Kesal Reynald pada David yang kini tengah berdiri dihadapannya.


" Maaf, tuan " Ucap David.


David menyerahkan beberapa lembar kertas yang tidak dapat dia tangani.


" Kemarin tuan Adit dari Sanjaya Grup datang kesini, tuan " Ucap David mengingat kedatangan Adit kemarin.


" Untuk apa dia kesini? " Tanya Reynald dengan nada tidak sukanya.


" Dia mengira nona Keysha ada disini, tuan " Reynald langsung merasa marah mengetahui Adit yang masih berusaha menemui Keysha.


" Sialan! Awas saja dia kalau berani menemui istri ku " Reynald mengepalkan tangannya.


David tau saat ini tuannya sedang cemburu.


Dulu saja bilang tidak suka. Tapi sekarang tuan menjadi seperti ini karena nyonya nona Keysha.


" Kamu boleh keluar " David langsung keluar dari ruangan Reynald.


Reynald menelpon Keysha dan tidak lama Keysha langsung mengangkat telponnya.


" Iya, ada apa? " Tanya Keysha setelah mengangkat panggilan Reynald.


" Kamu sekarang dimana dan sedang apa? Kamu tidak keluarkan?? " Tanya Reynald.


" Aku tetap di apartemen dan sekarang aku sedang menonton "


" Kamu tidak bohong kan?? " Tanya Reynald khawatir Keysha pergi menemui Adit.


" Kenapa aku harus berbohong? "


" Kalau kamu sedang menonton keras kan volume tv nya " Reynald benar-benar harus memastikan apakah Keysha sedang berbohong atau tidak.


" Aneh " Keysha benar-benar mengeraskan volume tv nya.


Reynald bisa bernafas lega, rupanya Keysha tidak membohonginya.


" Bukankah ini jam istirahat? Apa kamu tidak makan siang? " Tanya Keysha.


" Aku ingin memakan masakan mu "


Keysha dapat mendengar suara manja Reynald dari seberang sana.


" Bagaimana kalau aku ke kantor mu, mengantarkan makanan " Tawar Keysha.


Reynald tidak langsung menjawab. Dia masih memikirkan seberapa besar peluang Keysha bertemu Adit.


" Baiklah... Tapi David yang akan menjemputmu. Aku tidak mengijinkan mu membawa mobil " Ucap Reynald setelah lama berfikir.


Setelah itu Reynald mematikan sambungan teleponnya. Dan berganti menelpon David untuk menjemput Keysha.


Lumayan lama dia menanti kedatangan Keysha. Akhirnya wanita itu datang juga.


Reynald langsung berjalan dengan langkah yang begitu besar melihat Keysha yang baru masuk ke ruangannya bersama David.


" Lama sekali " Ucap Reynald yang entah dari kapan sudah memeluk Keysha.


David mengalihkan pandangannya seolah tidak melihat apa yang sedang tuannya lakukan.


" Heh, sana pergilah " Bukannya mengatakan terima kasih karena David telah menjemput istrinya. Reynald malah langsung mengusirnya.


David yang memang masih berada dekat pintu langsung keluar dan menutup pelan pintu ruangan tuannya.


Tidak tau terima kasih, untung saja aku digaji lumayan besar disini.


Jangan lupa like dan komennya😁🙏