Marriage Contract

Marriage Contract
Episode tiga puluh dua



Ryan menjadi teman cerita yang baik. Dia mendengarkan semua cerita dari sahabatnya yang saat ini Sedangkan bermasalah.


" Jadi benar dugaan ku "Ryan bergumam sambil tersenyum.


Ternyata tebakan Ryan saat di kantor tadi siang sangat tepat. Ryan menebak Keysha pasti akan marah karena Reynald membuat tanda di lehernya.


" Memangnya apa yang benar " Ucap Reynald yang mendengar gumaman Ryan.


" Hah! Apanya? " Ucap Ryan seolah-olah dia tidak mengatakan apa-apa tadi.


" Menurutku sih Rey, setelah mendengar cerita mu. Aku menyimpulkan kalau kamu suka kan sama Keysha. Tapi, Keysha tidak mau dengan mu, benarkan? " Ryan mengutarakan kesimpulannya setelah mendengar cerita Reynald.


" Bhuwahaaaaa,,,,, " Reynald tertawa begitu keras sampai membuat Ryan yang duduk bersebelahan dengannya jadi terkejut.


" Untung gak punya penyakit jantung " Ryan mengusap dadanya.


" Kamu bilang aku menyukainya! Kenapa aku harus menyukainya? Aku tidak pernah menyukai seseorang lebih dulu?!.. Ahhh,,, sial sekali "Β  Omongan Reynald mulai kacau. Sepertinya Reynald sudah mulai mabuk karena terlalu banyak minum.


" Benarkah kamu tidak menyukainya?? Bagaimana jika aku merebut Keysha dari mu " Reynald langsung menarik kerah baju Ryan dengan sebelah tangan yang mengepal.


Mendengar Ryan ingin merebut Keysha darinya. Membuat hati Reynald menjadi tidak karuan. Ada rasa takut bercampur marah saat mendengar Ryan mengatakan itu.


Keysha juga pernah mengatakan kalau dirinya menyukai Ryan. Kalau Reynald membiarkan Ryan, sepertinya lelaki itu akan dengan mudah mendapatkan hati Keysha.


" Aku hanya bercanda. Apa kamu benar-benar ingin memukulku " Ryan melepaskan tangan Reynald dari nya.


" Ingat ya, aku tidak menyukainya! Tapi awas saja jika kamu berani mengambilnya dari ku " Ucap Reynald


Saat ini Ryan merasa Reynald sedang memberi peringatan kepadanya.


" Aneh, bilang tidak suka tapi bertingkah seperti ini. " Gumam Ryan.


Reynald menyandarkan kepalanya yang pusing di sofa bar yang sedang ia duduki.Β 


" Sebaiknya kamu pulang Rey "


" Aku malas pulang " Meskipun mabuk Reynald masih memiliki kesadaran.


" Lalu kamu mau apa? Tidak mungkinkan kamu tidur disini! " Ryan memaksa membangunkan Reynald dari sofa.


Ryan membantu memapah Reynald berjalan keluar.


" Aku bisa sendiri " Reynald tidak suka Ryan memapahnya.


Ryan membiarkan Reynald berjalan sendiri sambil sesekali sempoyongan.


" Kalau seperti ini, bukannya sampai ke apartemen yang ada kamu malah sampai ke liang lahat lebih dulu " Ryan merebut kunci mobil yang ada di tangan Reynald.


..


Di apartemen Keysha masih merasa gelisah karena Reynald masih belum juga pulang.


Dia berjalan mondar mandir di depan pintu apartemen dengan perasaan yang sangat cemas.


Bagaimana jika terjadi sesuatu kepada Reynald. Keysha bingung apa yang harus dia lakukan. Ingin rasanya Keysha menyusul Reynald, tapi menyusul kemana? Ponselnya saja tidak aktif dari tadi.


Masih dalam keadaan cemas Keysha mendengar suara dari luar pintu apartemennya. Dengan gerakan yang begitu cepat Keysha membuka pintu.


Keysha terkejut melihat siapa yang baru saja datang " Rey " Ucap Keysha.


Keysha yang tadinya melihat Rey mengubah pandangannya kearah Ryan" Apa yang terjadi dengannya, Yan? " Tanya Keysha.


" Apa!? Dasar pria nakal ini " Ucap Keysha pada Reynald yang setengah sadar.


" Rawat lah pria nakal mu ini " Ryan menyerahkan Reynald pada Keysha.


" Yan,, Ryan! Berat! " Hampir saja Keysha terjatuh karena menahan badan Reynald yang tinggi dan juga berat.


Untung saja Ryan dengan cepat membantu menahan tubuh Reynald lagi.


" Cih,, lemah sekali " Ryan sedang menyindir Keysha dengan pandangan lurus ke depan seolah tidak mengatai Keysha.


" Aku tau kamu sedang menyindir ku. Tapi, aku akan pura-pura tidak dengar. Karena aku akan meminta bantuan mu untuk membantu ku membawa Rey ke kamar "


Mereka berdua sudah sampai di dalam kamar. Reynald juga sudah berbaring terlentang di atas ranjang dengan jas dan sepatu yang masih belum di lepaskan.


" Reynald kan sedang mabuk! Bagaimana kalau dia nanti melakukan sesuatu yang buruk kepada ku!? " Ryan menatap heran maksud perkataan Keysha.


" Melakukan sesuatu apa? Pasti kamu sedang berpikiran yang kotor kan " Goda Ryan.


" Enak aja! Kamu nginap disini aja yan. Temenin Rey, ya,,, "


Ryan langsung menolak, menggelengkan kepalanya. " Gila kamu key! Gimana nanti kalau Rey berbuat mesum kepada ku " Ryan terlalu lebay, mana mungkin Reynald mau dengannya.


" Pasti harga diriku akan langsung menghilang dan takkan pernah muncul lagi " sambung Ryan.


" Belum tentu juga Rey mau sama kamu! " Ucap Keysha.


" Kalau begitu belum tentu juga kan Rey mau dengan mu! Tapi, Kalau dia mau juga sih nggak papa. Kan kalian udah sah, mau ngelakuin apapun boleh kok " Ucap Ryan.


Keysha menghela nafasnya " Yan, kamu tau kan gimana kondisi pernikahan kami." Keysha tau bahwa Ryan juga mengetahui mengenai kontrak pernikahannya dengan Reynald.


" Iya tau. Tapi mau bagaimanapun, kalian itu tetap suami istri yang sah baik dimata hukum maupun agama " Memang benar apa yang diucapkan Reynald.


" Yang membuat pernikahan kalian aneh itu karena kalian berdua yang terlalu kekanakan. Kalian menganggap pernikahan hanya sekedar permainan. " Ternyata Ryan juga bisa bertutur kata seperti orang dewasa.


Jika biasanya Ryan hanya mengatakan hal-hal yang tidak penting dan berguna maka berbeda dengan perkataannya yang satu ini.


Keysha termenung mendengar apa yang baru saja dia dengar. Benar apa yang dikatakan oleh Ryan. Dirinya dan Reynald hanya menganggap pernikahan sebagai sebuah permainan yang sewaktu-waktu akan dengan mudah bisa berakhir.


" Sejak kapan kamu bisa berbicara seperti itu " Keysha tidak percaya kata-kata berfaedah seperti itu bisa keluar dari mulut Ryan.


" Baru saja " Jawab Ryan. Hilang sudah wajah serius Ryan tergantikan dengan sebuah cengirannya.


" Jagalah Reynald, key. Aku pulang dulu " Ryan pamit pulang.


Keysha mengantarkan Ryan sampai depan pintu apartemen.


" Hati-hati, Yan. Jangan terlalu ngebut pulangnya " Ryan pulang membawa mobil Reynald karena mobilnya tertinggal di bar yang akan dibawa oleh anak buahnya nanti.


.


.


.


.


.


Hai...... Para pembaca yang baik hati 😘😘 jangan lupa like dan komen nya ya,, 😁😁