
Reynald menemani Keysha ke panti yang biasa Keysha kunjungi.
Ini kali pertana Reynald berkunjung ke situ.
Tadinya mereka akan pergi bertiga dengan Ryan, tapi laki-laki itu tidak bisa meninggalkan pekerjaannya yang sudah begitu menumpuk. Jadi Reynald dan Keysha hanya pergi berdua.
" Rey, cepat! " Dengan gerakan yang begitu tidak sabar Keysha keluar dari mobil.
" Hati-hati, Key " Ucap Reynald yang begitu cemas.
Reynald menatap anak-anak yang sedang bermain.
" Ayo! " Keysha menarik tangan Reynald membawanya masuk kedalam panti.
Di sana ada bu Fatma yang menyambut mereka.
" Ini Reynald. Suami saya, bu " Keysha memperkenalkan Reynald pada bu Fatma.
Reynald menyerahkan bawaan yang dia tenteng ke ibu kepala panti itu.
" Terima kasih " Ucap bu Fatma dengan senyum ramah yang selalu menghiasi wajahnya.
" Iya " Balas Reynald dengan suaranya yang terdengar datar.
" Kenapa kamu menjawab seperti itu " Kesal Keysha mendengar jawaban suaminya.
" Memangnya harus seperti apa? " Heran Reynald, karena memang seperti itu dirinya yang biasa.
" Harus dengan lebih berperasaan " Reynald semakin bingung mendengar Keysha.
Bu Fatma hanya bisa tersenyum melihat pasangan muda yang sedang berdebat di depannya.
" Mommy! " Keysha menolehkan kepalanya kepada sumber suara.
Terlihat anak laki-laki yang memiliki tubuh pendek dan begitu berisi berlari kearahnya.
" Aksa .... "
" Dia memanggil mu mommy? " Tanya Reynald yang mendapat anggukan kepala dari Keysha.
Keysha mengangkat Aksa dalam gendongannya, Reynald khawatir melihat Keysha yang menggendong anak kecil dengan perut yang sudah lumayan besar.
" Papah " Tanya aksa dengan maksud mempertanyakan Ryan.
" Papah enggak iku sayang " Keysha mengelus lembut kepala Aksa.
" Siapa papahnya " Tanya Reynald penasaran.
" Kamu bilang kan papahnya enggak ikut? " Tanya Reynald lagi.
" O,oh " Keysha baru mengerti. " Yang dia tanya tadi Ryan " Jelas Keysha.
" Bagaimana bisa kamu menjadi mommy dan Ryan menjadi papahnya " Reynald merasa cemburu, masa Keysha seperti menjadi pasangan dengan Ryan.
Setelah mendapatkan izin membawa aska ke taman yang lumayan jauh dari panti untuk bermain, mereka langsung berangkat.
Bu Fatma sangat percaya dengan Keysha, jadi dia langsung menyetujuinya saja. Itu juga bukan kali pertamanya Keysha membawa Aksa jalan-jalan.
Saat turun dari mobil Keysha akan kembali menggendong Aksa. Reynald merasa tidak tega melihat istrinya.
" Sini sama Daddy " Keysha menatap Reynald dengan alisnya yang mengkerut.
" Bagaiman bisa kamu menjadi daddy nya? "
" Kenapa tidak bisa? Ryan saja bisa menjadi papahnya masa aku tidak bisa menjadi daddy nya " Jawab Reynald.
Reynald mengambil alih Aksa, Aksa diam saja karena dia anak yang tidak terlalu pemilih dengan orang.
" Sekarang kamu harus panggil Daddy " Ucap Reynald pada Aksa yang berada dalam gendongannya.
" Daddy " Ucap Aksa menuruti yang Reynald katakan.
" Pintar sekali " Reynald mengacak rambut Aksa dengan begitu gemas.
Keysha duduk di bangku taman yang terlindungi dari panas. Dia melihat Reynald dan Aksa yang sedang bermain dengan mulut yang tak henti tertawa. Benar-benar pemandangan yang begitu indah bagi Keysha.
dengan langkah kecilnya yang begitu menggemaskan Aksa berlari menuju Keysha dengan Reynald yang mengejarnya.
" Mom! " Teriak Aksa sambil tertawa saat Reynald berada dekat di belakangnya.
" Seru sekali " Reynald duduk di samping Keysha dengan Aksa yang berada di pangkuannya.
" Sangat menyenangkan bermain dengan anak kecil " Ini adalah pengalaman pertama Reynald bermain dengan anak kecil.
" Daddy, pelut mommy betall " Tanya Aksa yang baru melihat jelas perut Keysha.
" Karena ada dedek nya " Jawab Reynald yang sudah mengelus perut istrinya.
Aksa yang melihat Reynald juga merasa tertarik dan menaruh tangannya di atas perut Keysha juga.
Sudah lumayan lama mereka berada di taman. Keysha dan Aksa juga sudah terlihat begitu lelah. Jadi Reynald memutuskan pulang ke panti untuk mengantar Aksa. Setelah itu baru pulang ke apartemen.