
Reynald sudah pulang ke apartemen. Tapi dia tidak mendapati Keysha di dalamnya.
" Jangan-jangan dia bertemu dengan orang yang mengirimnya pesan semalam. " Sangka Reynald.
Reynald memilih membersihkan dirinya lebih dulu. Setelah itu, baru berencana mencari tau dimana Keysha.
Reynald baru saja ingin keluar dari apartemen untuk mencari Keysha. Tapi orang yang dicarinya sudah lebih dulu datang.
" Sudah malam begini kenapa baru pulang " Tanya Reynald.
" Aku lembur di kantor " Jawab Keysha dengan suara yang terdengar begitu lelah.
" Kenapa tidak memberitahu ku?! " Ucap Reynald yang terdengar kesal.
" Aku lupa " Jawab Keysha jujur.
" Bagaimana bisa! "
" Aku lelah Rey, aku mau istirahat. Jika kamu lapar masaklah sendiri atau buat saja mie instan " Setelah mengatakan itu Keysha berlalu ke kamar.
Selesai membersihkan diri Keysha langsung memutuskan untuk tidur.
Reynald menyusul Keysha ke dalam kamar. Keysha yang masih belum tertidur merasa ada pergerakan di kasur kembali membuka matanya.
" Aku lihat kamu tadi seperti mau pergi keluar " Ucap Keysha melihat Reynald yang sudah ikut berbaring.
" Tidak jadi pergi. Malas " Jawab Reynald.
Keysha sudah biasa mendapati Reynald yang ingin pergi tapi tidak jadi. Benar-benar pria labil.
" Sudah makan " Tanya Keysha lagi.
" Aku tidak lapar " Jawab Reynald.
Keysha kembali memejamkan matanya.
Reynald menggeser tubuhnya agar lebih dekat dengan Keysha. Wajahnya sangat dekat dengan wajah Keysha.
Dilihatnya bibir Keysha yang berwarna agak merah meskipun tidak memakai lipstik. Dengan pasti Reynald mendekati bibir Keysha dengan bibirnya.
Cup.
Akhirnya dia bisa kembali merasakan nikmatnya bibir Keysha.
Reynald menggerakkan bibirnya yang membuat Keysha merasa terganggu.
Deg.
Jantung Keysha kembali terasa tidak karuan setelah membuka matanya dan mendapati Reynald yang tengah menciumnya dengan mata yang tertutup.
Keysha menjauhkan wajahnya, membuat Reynald menghentikan ciumannya.
" Jangan mencium ku seenaknya Rey! " Ucap Keysha.
" Kenapa?? Aku kan suami mu. " Tanya Reynald serius.
" Berhentilah pura-pura lupa dengan kontrak kita! Aku capek jika terus mengingatkan mu " Ucap Keysha dengan meninggikan suaranya.
" Tapi kontraknya masih belum berakhir dan saat ini kamu dan aku juga masih suami istri. Tidak dosa juga kan aku mencium istriku" Ucap Reynald panjang lebar bercampur emosi.
Keysha menarik nafasnya panjang " Aku malas jika harus terus berdebat dengan mu " Setelah mengucapkan itu Keysha langsung memunggungi Reynald.
" Jangan membelakangi ku, kamu taukan aku sangat membencinya?" Ucap Reynald.
Meskipun Reynald sudah mengatakan itu, Keysha tetap tidak membalikkan badannya dan terus memunggungi laki-laki yang ada di belakangnya.
Melihat wanita dihadapannya yang masih tidak mau segera membalikkan badannya membuat dia emosi.
Ancamannya tidak mempan kepada Keysha. Buktinya perempuan itu masih setia memunggunginya.
Melihat Keysha yang melawannya membuat Reynald murka. Reynald membalikkan tubuh Keysha dengan begitu kasar membuat mereka menjadi berhadapan.
" Akh! " Jerit Keysha karena Reynald menariknya begitu kuat sampai Keysha merasakan tubuhnya sakit
" Kamu pikir aku bercanda!? Jangan anggap main-main perkataan ku! " Teriak Reynald pas di depan wajah Keysha.
Keysha mulai ketakutan mendengar teriakan Reynald yang begitu keras dan terdengar menakutkan.
Reynald mencium paksa bibir Keysha dengan sangat kasar.
Tangannya berusaha membuka kancing baju piyama Keysha.
Tapi tidak berlangsung lama Reynald menghentikan aksinya saat merasa tubuh Keysha seperti bergetar.
Hiks,,, hiks,,, hiks. Pantas saja tubuh Keysha bergetar ternyata perempuan itu sedang menangis.
Reynald ingin menghapus air mata di wajah Keysha. Tapi perempuan itu menepis tangannya.
Keysha bangun dari ranjang. Dia mengambil koper miliknya dan segera berjalan dengan langkah cepat membuka lemari pakaian.
Keysha mengambil pakaiannya dari dalam lemari dan memasukkannya ke dalam koper.
" Kau ingin kemana " Ucap Reynald yang menghampiri Keysha.
Keysha yang masih menangis tidak menjawab pertanyaan Reynald dan terus memasukkan pakaiannya.
" Key, kamu ingin kemana? " Tanya Reynald bingung bercampur dengan rasa panik.
Keysha memakai jaketnya dan segera menarik koper yang sudah diisi dengan barang maupun pakaiannya keluar.
Reynald mengejar Keysha keluar dari kamar.
" Lepaskan tanganku!! " Ucap Keysha pada Reynald yang menarik tangannya.
" Kamu mau pergi kemana malam-malam begini "
" Aku ingin pergi, aku tidak mau tinggal dengan laki-laki kasar dan menakutkan seperti mu! " Teriak Keysha sambil menangis.
" Kembalilah ke kamar dan tidur sekarang! " Perintah Reynald.
Keysha tetap keras kepala ingin pergi.
brukkk.... Suara koper milik Keysha yang di tendang Reynald.
Reynald menarik tangannya Keysha menyeretnya kembali masuk ke dalam kamar.
Keysha terus berontak. Tapi itu percuma saja karena tenaganya yang tidak sebanding dengan pria yang sedang menariknya.
" Hiks, hiks,,,, lepaskan aku Rey " Mohon Keysha sambil menangis dengan suara yang hampir tak terdengar.
Setelah mereka berdua masuk kedalam kamar. Reynald segera mengunci pintu kamar lalu mencabut dan menyimpannya.
Reynald kembali menarik kasar tangan Keysha membawanya ke tempat tidur lalu mendorongnya. Reynald menyelimuti tubuh Keysha.
" Jangan berpikir untuk kabur! Cepatlah tidur! " Bentak Reynald.
Reynald berjalan menuju sofa yang ada di dalam kamar. Matanya terus menatap tajam kearah Keysha.
Keysha sangat takut. Keysha menaiki selimutnya sampai menutupi wajahnya. Di dalam situ Keysha menangis sejadi-jadinya dengan suara tertahan. Meskipun sesekali keluar suara isakan.
..
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya🤗