
Pagi harinya Keysha bangun dengan tubuh yang terasa sakit semua. Keysha duduk di atas ranjang dengan membenamkan wajahnya di lutut.
Keysha kembali terisak mengingat kejadian tadi malam. Malam dimana Reynald mengambil paksa miliknya dengan begitu kasar.
Reynald yang tidur dengan posisi tengkurap terbangun karena mendengar suara Keysha yang terisak.
Reynald membuka matanya, dilihatnya Keysha yang hanya menggunakan selimut sebagai penutup tubuhnya menangis dengan wajah yang dibenamkan di lutut.
Reynald mengubah posisinya menjadi duduk di sebelah Keysha. Tubuhnya juga sama seperti Keysha, hanya ada selimut yang menjadi penutup tubuhnya.
" Apa yang kamu tangisi? Apa kamu menangis karena keperawanan mu sudah kuambil? Atau kamu masih menangisi pria sialan itu " Tanya Reynald kepada Keysha yang masih sesegukan.
Keysha diam saja, saat ini Keysha menangisi kedua pertanyaan Reynald tadi.
Meskipun Reynald memperlakukan Keysha dengan kasar. Tapi, dia juga merasa khawatir dengan keadaan Keysha.
" Sudahlah,, jangan menangis lagi. Nanti kamu sakit." Reynald mengusap kepala Keysha.
Saat Keysha mengangkat wajahnya, Reynald dapat melihat guratan sedih di wajah Keysha dengan matanya yang sudah terlihat sangat sembab.
Keysha menjauhkan tubuhnya dari Reynald " Aku takut dengan mu " Ucap Keysha dengan suaranya yang hampir tak terdengar.
" Maafkan aku, Key " Reynald juga merasa bersalah karena telah memperlakukan Keysha begitu kasar tadi malam. Padahal itu adalah kali pertama Keysha melakukannya.
Reynald memeluk tubuh Keysha meskipun Keysha memberontak
" Ku mohon lupakanlah Adit, jangan tinggalkan aku. Aku merasa takut kamu akan meninggalkan ku " Lirih Reynald.
Ini tidak seperti Reynald yang biasanya. Kemana perginya Reynald yang selalu mementingkan harga diri dan egonya?.
" Lupakan dia dan pandanglah aku " Reynald mengeratkan pelukannya.
Keysha tidak mampu mengatakan apapun. Jika semudah itu baginya untuk melupakan Adit, maka sudah sejak dulu Keysha akan melakukannya.
Tapi sekeras apapun dia berusaha selama ini, bayang laki-laki itu selalu muncul dalam pikirannya. Hal itu juga yang membuatnya nekat mengambil keputusan menikah dengan Reynald.
Tapi ternyata karena keputusannya itu juga dia terjebak dalam permainan yang dia buat.
Andai saja dia dulu tidak melakukan hal yang segegabah itu. Pasti saat ini dirinya sudah bisa bersatu lagi dengan cinta pertamanya.
" Maaf,,, maafkan aku.. Aku benar-benar minta maaf " Reynald benar-benar tulus meminta maaf kepada Keysha.
Keysha dapat merasakan kesungguhan Reynald.
" Aku akan merobek dan membuang kontrak yang sudah kita sepakati. Jadi mulai saat ini kamu adalah istri sungguhan ku "
Sudah lama Reynald ingin membatalkan kontrak nikah yang dia buat dulu. Dan sekarang adalah saat yang tepat untuk melakukannya.
" Aku juga tidak akan pernah menceraikan mu " Sambung Reynald.
Reynald melepaskan pelukannya dan memandang lekat mata Keysha " Apa kamu akan meninggalkan ku " Ucap Reynald dengan sorot mata yang terlihat begitu menyedihkan.
Selama beberapa bulan mereka hidup bersama, baru kali ini Keysha melihat tatapan Reynald yang seperti itu.
" Key,, " Lirih Reynald " Jangan tinggalkan aku, aku membutuhkan mu " sambungnya dengan suara yang terdengar begitu sedih.
Deg..
Entah mengapa melihat Reynald yang seperti itu, Keysha merasakan seperti ada sesuatu yang menyayat hatinya.
" Jika kamu meninggalkan ku, aku tidur dengan memeluk siapa?? Siapa yang akan memasakkan makanan untuk ku? Siapa yang akan memarahiku jika aku membongkar isi apartemen? "
Padahal kata-kata Reynald tidak begitu berarti. Tapi entah mengapa Keysha merasa sedih mendengarnya.
Padahal Keysha dulu sangat benci saat Reynald selalu memeluknya saat ingin tidur. Tapi kenapa kini dia merasa takut akan kehilangan hal itu?. Mungkinkah dia sudah merasa terbiasa dengan kehadiran Reynald?..
" Apa kamu tau. Saat kita bertengkar aku tidak berani memelukmu. Tapi saat tengah malam aku akan terbangun dan aku diam-diam memelukmu " Reynald selalu merasa ada yang hilang dalam tidurnya jika tidak memeluk Keysha.
Keysha yang tadi sudah berhenti menangis kembali meneteskan air matanya. Apakah Reynald sebegitu membutuhkannya? Keysha benar-benar bingung sekarang dengan apa yang harus dia lakukan.
" Kamu istriku, berjanjilah kamu tidak akan meninggalkan ku " Reynald menatap lekat wajah Keysha.
" Kumohon,, berjanjilah Key " Reynald menggoyangkan bahu Keysha karena wanita itu hanya menangis. Tapi tidak memberikan reaksi apapun.
Sekarang Reynald sadar. Benar-benar sadar seberapa dia membutuhkan Keysha dalam hidupnya.
" Ku mohon,,,Key " Mata Reynald memerah. Sepertinya dia hampir menangis.
Pikirannya terasa kacau dan hatinya terasa resah. Reynald takut. Sangat.....sangat... takut Keysha akan meninggalnya dan pergi dari sisinya. Baru kali ini dia merasakan rasa takut kehilangan yang begitu luar biasa.
" Key,, " Kali ini air matanya sudah lolos tampa bisa ditahan melihat Keysha yang hanya terus diam.
Hatinya tidak akan tenang sebelum Keysha berjanji kepadanya. " Ku mohon... " Lirih Reynald lagi.
Keysha menganggukkan kepalanya pelan " Janji " Meskipun hatinya belum yakin Keysha tetap melakukannya.
Entah dia mampu atau tidak untuk menepati janjinya itu.
.
.
.
.
Mohon tinggalkan jejak kalian yaπππ