Marriage Contract

Marriage Contract
Tujuh Puluh Lima



Keysha sudah dipindahkan dari ruang bersalin. Dengan Reynald yang selalu berada di sisinya.


Setelah selesai dibersihkan, akhirnya dokter bersama seorang suster datang membawa bayi mereka. Bayinya seorang laki-laki yang begitu sehat, dengan bobot tiga koma lima kilogram.


Suster menyerahkan bayinya kepada Reynald. " Astaga! Lucu sekali .... " Reynald begi kagum melihat bayi mereka yang terlihat sangat tampan.


Dokter dan suster pergi keluar. Memberikan waktu kepada keluarga kecil itu, untuk menikmati waktu bersama mereka.


Keysha mengubah posisinya menjadi bersandar dengan begitu susah payah.


" Sayang, apa kau menggendongnya? " Tanya Reynald yang mendapat anggukan sebagai jawaban dari Keysha.


Reynald memindahkan putra mereka yang ada di gendongannya dengan begitu hati-hati.


Keysha mengusap wajah bayinya dengan telunjuk tangannya. Perasaan haru langsung mendatanginya. Keysha begitu tidak percaya kalau dia sudah menjadi seorang ibu.


Rasanya semua rasa sakit yang dia alami sebelumnya. Tidak ada apa-apanya, dibandingkan dengan kebahagian yang dia dapatkan. Setelah melihat wajah bayinya yang sudah lahir.


" Sayang, ada apa?! " Reynald panik melihat istrinya yang tiba-tiba menangis. " Apakah ada yang sakit? "


" Aku hanya merasa sangat bahagia " Ucap Keysha sambil mengusap air matanya.


Reynald duduk di samping ranjang tempat Keysha. Lalu, memeluknya. " Aku juga sangat bahagia ... " Reynald mencium kening Keysha begitu dalam.


Keysha mengangkat bajunya untuk memberikan ASI kepada bayinya, dengan Reynald yang menatap intens apa yang sedang istrinya lakukan.


Keysha dan Reynald merasa gemas melihat bayinya yang menyusu. Bahkan Reynald beberapa kali mencolek pipi bayinya.


Dan setelah Desti dan Robi keluar. Tidak lama masuk Santi dan Galih yang datang agak terlambat. Karena mereka sedang berada di luar kota saat mendapat kabar menantu mereka akan segera melahirkan.


" Sayang .... "Santi menghampiri Keysha dengan langkah kaki yang begitu terburu-buru.


" Mami, jangan berisik " Tegur Reynald dengan jari telunjuk yang berada di bibirnya. Karena bayinya baru saja tertidur.


" Kamu yang berisik! " Ketus Santi pada Reynald yang sudah menatapnya kesal.


" Maafkan, mami dan papi karena baru datang" Ucap Santi yang merasa bersalah, karena tidak bisa datang tepat waktu dan menemani menantunya saat melahirkan cucu pertama mereka.


" Enggak usah sedih, mi. Key, ngerti ko" Ucap Keysha yang menghibur Santi yang merasa bersalah.


" Ini cucu papi kan?! Tampan sekali ..., "Ucap Galih yang melihat bayi tampan yang ada di gendongan Keysha.


" Apakah kalian sudah memberinya nama? " tanya santi.


"Iya, sudah mi " Jawab Reynald.


" Namanya Alvaro Putra Herlambang. Bagus kan?! " Reynald lah yang sepenuhnya memberikan nama kepada bayi mereka. Dan Keysha setuju-setuju saja dengan nama yang diberikan suaminya.


" Apakah mami boleh menggendongnya? " tanya Santi dengan wajah penuh harap.


Keysha tersenyum dengan wajah yang masih agak pucat. " Tentu saja, "jawabnya.


Keysha membiarkan Santi menggendong Alvaro. Keysha merasa matanya mulai terasa berat, dan setelah itu langsung ketiduran. Mungkin karena efek obat yang dia minum. Ditambah, dengan tubuhnya yang masih belum terlalu bertenaga.