
Satu Minggu kemudian...
"Ayolah Loy, anterin Gue aja, ini cuma sekedar bersenang-senang".
"Lo aja yang pergi Ren, Gue gak ada niat biat nikah kontrak sama perempuan gak jelas".
"Oke Lo anterin aja, itung-itung liat-liat aja, ya ya ya" Rendra terus membujuk Loy setelah melihat Loy sudah kelar dengar kerjaannya.
"Oke, tapi Gue cuma anterin aja, jangan bujuk-bujuk Gue lagi buat ikutan hal gak jelas gitu".
"Oke oke tidak akan".
Dan mereka akhirnya menuju tempat yang dimaksut Rendra, sebuah Agensi nikah kontrak.
Seorang wanita muda yang disebut Madam mendatangi Loy dan Rendra.
"Ada yang bisa saya bantu?". Madam tersebut seperti menawarkan jasa.
Loy hanya memandang sekeliling, sebuah rumah sederhana seperti tempat indekost yang terdapat banyak kamar.
"Boleh liat barang barunya Madam" Rendra berucap sambil melihat sekelilingnya.
"Boleh, mau fotonya apa barangnya langsung?"
"Fotonya dulu boleh". Dan sang Madam mengeluarkan beberapa lembar foto dari dalam tasnya.
Rendra sibuk memilih milih, sedangkan Loy hanya duduk tanpa minat, sampai ia melihat sebuah foto wanita yang tak asing baginya.
Loy tampak terkejut melihat foto tersebut, dan tanpa bertanya ia langsung merebut foto yang tengah dipegang oleh Rendra.
Loy memegang foto tersebut dengan melotot tak percaya, dan ia membalikan foto tersebut karena ia mengira sala orang, tapi justru disitu ia melihat nama ANAYA DORITA,
Deg...
Jantung Loy seketika seperti berhenti berdetak.
"Lo tertarik sama itu gadis?" Rendra membuyarkan keterkejutan Loy.
Dan tanpa pikir panjang Loy langsung memintanya.
"Gue mau gadis ini, berapa harganya?"
"Kamu pandai sekali tuan, dia barang baru kita, masih fresh".
"Berapa uang yang kamu minta?".
"Spertinya Anda sangat terkesan, 100 juta cukup untuk kamu bawa dia".
Tanpa pikir panjang Loy langsung menyerahkan selembar Cek kepada sang Madam.
Rendra yang melihat tersebut seketika langsung terkejut "Lo bilang gak ada minat, kenapa sekarang Lo malah yang antusias?"
"Diem Lo" Loy tampak begitu dingin, Rendra yang melihat tersebut seperti paham jika Loy sedang menahan amarahnya, walaupun ia tidak tahu apa penyebab amarahnya.
"Oke sepakat, saya antar kekamarnya dan kamu bisa membawanya pergi atau nikah disini" . "Karena kami juga menyediakan penghulu disini" Bisik sang Madam.
"Nikahkan aku disini".
"Loy Lo gila ya? Lo belum liat barangnya". Rendra semakin bingung dengan sahabatnya tersebut.
"Kamu jadi saksinya" Jawab Loy tanpa ingin membalas pertanyaan Rendra.
##########
"Anaya kamu sudah laku dan sudah nikah secara agama".
"Ia Madam, siapa lelaki tersebut?".
Entah kenapa mendengar derap langkah kaki seperti membuat jantung Anaya akan melompat.
Dan begitu melihat lelaki dibelakang Madam, jantung Anaya seperti hendak copot.
"Loy Devano" batin Anaya.
"Tuan kamu berhak atas dirinya".
Loy hanya mengangguk dengan tatapan dinginnya.
"Silahkan kalian ngobrol" Sang Madam meninggalkan kamar mereka berdua.
Setelah hening beberapa saat akhirnya Loy bicara.
"Ikut denganku"
"Ba-baik Tuan" ucap Anaya dengan sedikit terbata.
Loy hanya memandang dengan tatapan sinisnya.
#####
Setelah sampai disebuah Villa, dengan Loy yang terus berdiam sepanjang perjalanan akhirnya bicara setelah mereka memasuki kamar.
"Apa kamu sekarang menjual diri?" Tanya Loy dengan masih enggan memandang Anaya, ia hanya memandang keluar jendela.
Anaya merasa harga dirinya diremas seketika hanya mampu menjawab "Ia".
Loy hanya mendengus meremehkan "Apa tidak ada cara yang lebih terhormat demi mendapatkan uang?"
"Tidak" Dan jawaban Anaya justru memancing emosi Loy.
Loy memegang dagu Anaya begitu erat hingga membuat Anaya merasa kesakitan namun tetap ia tahan.
"Kamu tau setiap inci tubuhmu adalah milikku sekarang, dan aku berhak melakukan apapun terhadap tubuhmu".
"Aku tau" dengan suara gemetar Anaya berusaha tetap menjawab.
"Jadilah istri penurut" ucap Loy sambil melepaskan dagu Anaya.
"Iya"
"Kamu hanya istri kontrakku, karena minggu depan aku akan bertunangan".
"I-Iya" walaupun hatinya seperti teriris ia tetap berusaha menurut.
"Tidurlah, aku akan menyelesaikan pekerjaanku dulu".
Loy berjalan menuju pintu, belum sempat membuka pintu pertanyaan Anaya membuatnya urung membukanya.
"Kenapa kamu membeli tubuhku?"
Tanpa berbalik ia menjawab "Anggap ini membeli Mantan Pacar" Dan Loy langsung membuka pintu dan keluar.
Dan Anaya seketika ambruk disisi ranjangnya.