
Dengan langkah kaki yang besar Keysha masuk ke dalam apartemen mencari keberadaan Reynald.
" Rey!! " Teriak Keysha setelah menemukan keberadaan Reynald yang sedang berbaring uring-uringan di sofa.
" Apa? " Tanya Reynald.
Reynald berbicara dengan mata yang terus melihat televisi yang ada di depannya.
" Rey! " Teriak Keysha lagi.
" Hm " Saut Reynald dengan pandangan tetap lurus ke depan.
Keysha yang tadinya berdiri di samping sofa langsung berpindah tempat menghalangi tv yang sedang ditonton Reynald.
" Apa? Kamu menghalangi ku menonton "
Keysha mendekati Reynald yang sudah merubah posisinya menjadi duduk dan langsung merampas remot tv yang ada di tangannya.
" Kenapa dimatikan " Keysha mematikan tv padahal Reynald masih ingin menonton.
" Apa yang kamu lakukan dengan leher ku tadi! "
" Memangnya apa? " Reynald suka sekali pura-pura tidak menyadari kesalahannya.
"Β Kenapa kamu membuat tanda di leher ku! Kamu tidak tau kan seberapa malunya aku?! "
Padahal baru saja Keysha mencoba tabah dan sabar dalam menghadapi Reynald. Tapi laki-laki itu malah tidak tau malu memberikan Keysha cobaan yang begitu berat.
" Tanda apa? " Keysha tahu Reynald hanya sedang berpura-pura tidak tau.
" Berhentilah Rey! Akting mu sangat jelek. " Ucap Keysha yang sudah kesal menghadapi Reynald.
" Aku benar-benar tidak tau " Jika orang lain melihat pasti mereka tidak akan tau kalau Reynald sedang berpura-pura.
Keysha yang kesal langsung mengangkat rambutnya panjangnya memperlihatkan leher yang ada tanda buatan Reynald.
" Apa kamu lihat!? " Keysha mendekatkan lehernya pada wajah Reynald.
" Tanda apa itu? Terlihat bagus sekali? Apakah aku yang membuatnya?? " Ucap Reynald terkagum melihat hasil karya seni yang di buatnya.
Keysha yang hanya diberikan sedikit stok kesabaran, bagaimana bisa tabah dan sabar menghadapi orang seperti Reynald.
Semakin dia mengenal Reynald maka semakin menipis juga stok kesabarannya yang tersisa.
" Ku mohon Rey! Jangan bertindak terlalu berlebihan " Mohon Keysha.
Reynald merubah raut wajahnya yang tadi tersenyum menjadi agak serius " Memangnya hal berlebihan apa yang sudah ku lakukan " Tanya Reynald dingin.
" Berhentilah melakukan tindakan yang membuat hubungan kita menjadi aneh " Ucap Keysha.
Reynald tersenyum remeh mendengar perkataan Keysha
" Yang membuat hubungan kita aneh itu bukan karena aku menyentuh mu. Tapi karena aku belum pernah menyentuh dirimu lebih jauh " Jelas Reynald yang terdengar sangat serius.
" Apa kamu lupa! Kita ini hanya menikah kontrak rey! Dan perjanjian kita juga akan segera berakhir dalam beberapa bulan! " Keysha mengingatkan kembali kontrak pernikahan mereka.
Reynald terdiam. Karena terlalu nyaman bersama Keysha, Reynald hampir lupa dengan kontrak yang dibuat sendiri olehnya.
" Kenapa diam? Bukankah aku benar "
" Berhentilah! " Bentak Reynald.
Reynald pergi ke kamar tapi setelah itu dia keluar dengan memakai pakaian kantor, entah benar-benar pergi ke kantor atau tidak hanya Reynald yang tau.
" Terserah, bukan urusan mu! " Reynald mengambil kunci mobilnya setelah itu langsung pergi.
..
Sudah larut malam Reynald masih belum pulang juga setelah pertengkaran mereka tadi.
Keysha bingung kenapa Reynald harus semarah tadi. Padahal dia hanya membicarakan fakta mengenai kehidupan pernikahan palsu mereka.
Keysha khawatir dengan Reynald, takutnya Reynald kenapa-napa. Apalagi tadi dia pergi saat sedang emosi.
Berkali-kali Keysha menelpon nomor Reynald tapi sepertinya laki-laki itu mematikan ponselnya.
" Kemana sih dia? Harusnya aku tadi tidak usah membahas masalah itu. Kenapa aku lupa Reynald kan pria dewasa yang masih labil " Keysha menyesali keputusannya.
Di tempat lain, Rey sedang berada di salah satu bar yang menjadi langganan nya di saat dirinya sedang merasa ada masalah.
Reynald di temani oleh Ryan di situ.
" Berhentilah minum Rey, nanti kamu mabuk " Tegur Ryan karena Reynald sudah cukup banyak minum mulai dari tadi.
Reynald menaruh gelasnya yang berisi minuman di atas meja dengan cukup keras sehingga membuat suara yang lumayan keras.
" Apa kamu menyukai Keysha " Tanya Reynald pada Ryan yang duduk bersebelahan dengan nya.
" Suka " Jawab Ryan yang mendapatkan tatapan tidak suka dari Reynald.
" Tapi aku hanya menyukainya sebagai sahabat saja tidak lebih " Jelas Ryan.
Ryan berkata jujur apa adanya. Dia memang menyukai Keysha tapi hanya sebatas suka sebagai sahabat tidak lebih.
" Benarkan " Ucap Reynald yang masih tidak terlalu percaya.
" Tentu saja benar! Aku tidak mungkin kan merebut istri orang " Ucap Ryan meyakinkan.
" Ngomong-ngomong, ada masalah apa kamu sampai menyuruh ku menemani mu kesini. Apa kamu ada masalah " Tanya Ryan.
Reynald kembali mengangkat gelasnya yang masih berisi minuman kemudian meneguk isinya.
" Tidak " Jawab Reynald singkat.
" Ketahuan sekali kamu sedang berbohong. Apa ini ada kaitannya dengan Keysha? " Ryan menepuk punggung Reynald.
Reynald kembali mengisi gelasnya yang sudah kosong dan meneguk isinya kembali.
" Berhentilah minum! Ceritakan apa masalah mu. Apa gunanya kamu menyuruh ku kesini kalau kamu bahkan tidak mau bercerita. " Ucap Ryan.
Reynald mulai menceritakan masalah yang membuatnya marah sampai pergi ke bar kepada Ryan.
.
.
.
.
.
Para pembaca yang baik dan murah hati jangan lupa like dan komennya ππππ