Marriage Contract

Marriage Contract
Tiga puluh enam



Hari sudah semakin sore, Reynald menantikan kepulangan Keysha.


Sebelumnya Reynald sudah menelpon maminya, menanyakan apakah  mereka akan segera pulang atau belum masih belum. Tapi, maminya menjawab dirinya sudah di rumah. Kalau Keysha tadi pergi ke suatu tempat. Begitulah yang disampaikan oleh maminya.


" Kenapa dia lama sekali sih! Aku kan belum makan dari tadi. Dia juga tidak memasak apapun "


Sekarang Reynald sangat ketergantungan dengan Keysha. Apa-apa selalu saja mencari perempuan itu, bagaimana nasibnya kalau mereka berpisah nanti.


Sudah berkali-kali Reynald menelpon nomor Keysha.Tapi, nomor yang dituju tidak aktif. Reynald juga sudah mengirim Chat. Tapi percuma saja, boro-boro dibalas tanda sudah di baca saja tidak ada.


" Awas saja nanti kalau pulang, pasti akan ku marahi dia karena mengabaikan panggilan dan pesan dari ku " Reynald melemparkan ponselnya ke sofa.


Reynald pergi ke dapur untuk memasak mie instan. Dia sudah sangat lapar, kalau menunggu Keysha yang tidak tau entah kapan akan pulang. Yang ada dirinya sudah tepar karena kelaparan.


Bukannya Reynald tidak bisa memasak. hanya saja dia sangat malas. Boro-boro memasak mencuci piring bekasnya sendiri saja dia sangat malas.


Setelah mie instannya sudah siap. Reynald membawanya ke sofa depan tv. Sambil menyeruput mienya sesekali matanya melihat ke arah tv yang sedang menyala.


Reynald meninggalkan mangkok bekasnya tadi di bawah sofa. Sedangkan dirinya pergi kamar.


..


Setelah dari butik, Santi dan Keysha memutuskan untuk pulang. Santi pulang lebih dulu, sedangkan Keysha. Dia ingin pergi ke suatu tempat yang sudah lama tidak dia datangi.


Sampai tujuan Keysha turun dari taksi yang tadi dia tumpangi.


" Disini tidak ada yang berubah, yang berubah hanya aku yang sudah tidak bersamanya " Keysha duduk di bangku taman yang sering dia duduki bersama Adit.


Ya, Keysha sekarang ada di sebuah taman. Taman yang menjadi tempat favoritnya dari dulu sampai saat ini.


Bukan maksud hati Keysha ingin mengenang Adit. Tapi, dia hanya merindukan suasana di taman itu.


Keysha duduk sendirian di bangku taman yang bercat putih.


Matanya melihat ke sekeliling. banyak anak-anak yang sedang bermain bersama keluarganya. Di taman itu mayoritas orang-orang pergi bersama keluarga.


Sesekali Keysha tersenyum melihat seorang anak laki-laki yang sedang bermain kejar-kejaran bersama ayahnya.


" Lucu sekali anak itu " Ucap Keysha dengan senyuman di wajah cantiknya.


" Kapan-kapan aku akan meminta ijin ibu panti untuk membawa Aksa " Keysha langsung teringat akan bocah laki-laki kesayangannya yang ada di panti.


Aksa pernah di adopsi oleh sepasang suami istri. Tapi, keesokkan harinya langsung di kembalikan lagi. Karena selalu menangis ingin pulang menemui ibu panti. Padahal Aksa masih kecil, sepertinya dia sudah menganggap ibu panti sebagai ibu aslinya.


" Permisi apakah saya boleh ikut duduk di sebelah anda " Ucap seorang lelaki meminta ijin duduk di samping Keysha.


" Key " Ucap lelaki itu yang mengenali suara Keysha. Padahal mereka berbicara dengan Keysha yang memunggunginya.


Suara ini! Tidak mungkin kan? Apa aku berhalusinasi, karena sudah lama tidak bertemu dengannya??


Keysha mengenali suara yang tadi memanggilnya. Tapi, bagaimana mungkin orang itu bisa ada disini?.


" Keysha " Ucap laki-laki itu lagi. Yang membuat Keysha langsung menolehkan kepalanya ke arah sumber suara.


" Adit! " Keysha sangat terkejut dan tidak percaya melihat sesosok orang yang sangat dia rindukan. Tapi, tidak ingin dia temui.


" Ternyata benar ini kamu, apa kamu tau aku sangat merindukan mu. " Adit tiba-tiba memeluk Keysha.


" Lepas! " Key memberontak dalam peluk kan Adit.


" Biarkan aku memelukmu sebentar saja, Key. Aku hampir gila karena selalu memikirkan mu " Ucap Adit dengan nada yang sangat lirih.


Memang itulah kebenarannya, seharipun Adit tidak pernah melewatkan untuk melihat foto Keysha. Memandang wajah gadis yang selalu mengganggu pikirannya.


" Adit kumohon. " Ucap Keysha dengan suara yang pelan.


Jujur saja, Keysha juga sangat merindukan Adit. Keysha juga rindu dengan pelukkan dan senyuman hangat milik laki-laki yang dulu pernah ia lihat dan miliki selama tiga tahun lebih.


Keysha mendorong kuat tubuh Adit sehingga pelukkan mereka terlepas. Setelah itu Keysha langsung berlari pergi meninggalkan Adit. 


Tin..tin.....


Hampir saja,, Karena Keysha berlari dan menyeberang tidak melihat kiri-kanan hampir saja dia tertabrak oleh mobil yang datang dari samping. Untuk saja pengemudi mobil itu tidak terlalu cepat dalam mengemudi dan masih sempat mengerem.


Keysha mendengar sedikit sumpah serapah dari pengemudi itu. Tapi tidak dihiraukannya. Dua kembali berlari takutnya Adit akan mengejar.


Saat ini pikiran Keysha sedang kacau bahkan sangat kacau. Bagaimana bisa dia bertemu dengan orang yang sangat dia hindari Sekaligus dia rindu.


Keysha merasa sakit hati. Jika mengingat Adit yang berkhianat di belakangnya. Terus melihat wajah laki-laki itu hanya akan membuat hatinya melemah dan akan kembali mengingat kenangan lama yang ingin dia kubur.


.


.


.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaaaa,, 😁😁😁