
Semenjak pulang dari kafe sampai sekarang kepala Keysha masih terasa begitu pusing. Keysha juga tidak nafsu makan. Seharian hanya duduk dan berbaring di kamar.
Reynald yang dari tadi sudah memperhatikan Keysha, tidak bisa menahan diri untuk tidak menanyakannya.
" Kamu kenapa? " Tanya Reynald yang mendekati Keysha.
" Tidak udah pedulikan aku, abaikan saja seperti biasa kamu memperlakukanku " Sinis Keysha dengan tangannya yang memijit kepalanya.
" Aku tau, aku salah. Maafkan aku" Reynald mengambil tangan Keysha dan menggenggamnya.
" Mudah sekali kamu mengatakan maaf seperti itu " Ucap Keysha dengan senyum kecut di wajahnya.
" Maaf, aku terlanjur emosi " Beritahu Reynald.
" Emosi apanya! Apa perlu kamu sampai menghindari ku seperti itu. Kamu tidak taukan bagaiman rasanya diperlakukan seperti itu! " Mata Keysha mulai berkaca-kaca, setelah mengatakan apa yang dia ingin katakan.
Reynald menahan wajah Keysha supaya mata mereka bertemu. "Maaf" Ucap Reynald dengan mata yang benar-benar merasa bersalah.
Keysha tidak menjawab permintaan maaf Reynald. Keysha malah langsung memeluk tubuh laki-laki itu dengan sedikit terisak.
" Apa kamu memaafkan ku " Tanya Reynald yang mendapat anggukan kepala dari Keysha.
Keysha menatap lekat wajah Reynald. Lalu dengan perlahan mendekatkan wajahnya dengan wajah Reynald.
Reynald diam saja, penasaran dengan apa yang akan dilakukan wanita itu selanjutnya.
Keysha membelai rahang Reynald, lalu menyatukan bibirnya dengan bibir Reynald. Reynald agak terkejut saat Keysha menggerakkan bibirnya. Karena biasanya wanita itu, hanya akan memberikan kecupan ringan saja.
Keysha semakin memperdalam ciumannya. " Key, apa yang kamu lakukan? " Tanya Reynald setelah Keysha melepaskan ciumannya.
" Rey " Panggil Keysha yang terdengar agak gugup.
Reynald menaiki salah satu alisnya " Apa?? " Ucap Reynald bingung.
" Aku ingin melakukannya " Keysha merasa sangat malu mengatakannya. Tapi entah mengapa dia sangat ingin.
" Melakukan apa? " Reynald masih kurang paham.
" Bukannya aku tidak mau, Key. Tapi kamu dalam keadaan kurang sehat " Jelas Reynald.
Keysha menggelengkan kepalanya cepat " Sakit kepala ku sudah sangat berkurang " Keysha berkata jujur. Sakit kepalanya memang sudah sangat berkurang dari sebelumnya.
" Tapi wajah mu masih pucat, Key"
Keysha menatap Reynald dengan wajah yang berkaca-kaca " Rey " Rengek Keysha.
Keysha juga tidak tau kenapa sekarang dia begitu ingin melakukannya.
Reynald langsung mencium Keysha, dengan cepat Keysha membalas ciuman Reynald.
Reynald melepaskan pakaian mereka berdua dan memberikan tanda di leher dan ditubuh Keysha yang sudah tidak terbalut apapun.
Tidak seperti pertama kali saat Reynald mengambil paksa miliknya. Kali ini Keysha sangat menikmatinya.
Mereka melakukannya cukup lama. Reynald merasa bahagia karena Keysha ingin menyerahkan tubuhnya tanpa diminta.
Sudah lama Reynald ingin melakukannya. Tapi dia takut Keysha akan marah dan kecewa padanya seperti saat pertama kali melakukannya.
Reynald mencium wajah Keysha "Apa kau lelah? " Tanya Reynald.
" Hm ... " Jawab Keysha dengan wajah yang dia benamkan di dada bidang Reynald.
Sebenarnya Keysha merasa agak aneh dengan dirinya. Kenapa hari ini di sangat ingin Reynald menyentuhnya.
Biasanya Keysha selalu menolak jika Reynald mengajaknya berhubungan tubuh. Tapi sekarang malah dirinya yang meminta.
Reynald mengusap-usap kepala Keysha sambil sesekali mencium nya. Tubuh mereka berdua hanya tertutup selimut saja.
" Apa kamu mau mandi, tubuhmu berkeringat " Tanya Reynald pada Keysha yang masih membenamkan kepalanya di dada Reynald.
" Tidak, aku hanya ingin tidur dan memeluk " Keysha melingkarkan tangannya ke pinggang Reynald sampai dia tidur begitu pulas meskipun dengan bekas peluh ditubuhnya.