Marriage Contract

Marriage Contract
Enam Puluh Lima



Seperti yang dijanjikan saat ditelpon bersama Adit kemarin. Hari ini mereka akan bertemu di kafe yang sering Keysha dan Lina dulu kunjungi.


Saat Keysha dan Reynald tiba di cafe, ternyata di sana sudah ada Adit.


" Maaf sekali kami terlambat karena jalanan nya agak macet " Keysha merasa kurang nyaman harus membuat Adit menunggu.


" Tidak papa, santai saja " Ucap Adit ramah.


" Sudah kuduga kamu pasti akan ikut " Ucap Adit melihat Reynald yang baru duduk di samping Keysha.


Reynald menatap sinis Adit " Terserah ku saja! aku kan harus menjaga istri ku! " Tukasnya.


" Cemburuan dan posesif " Sekali lihat saja Adit sudah tau tipe orang macam apa Reynald.


" Memangnya kenapa?! Itu tandanya aku sangat mencintai istri ku! "


" Aku tau kau sangat mencintainya, maka dari itu aku akan melepaskannya meskipun aku tidak rela. " Hati Adit begitu terluka saat mengatakan itu. Tapi dia juga tidak bisa memaksakan Keysha supaya berada di sisinya.


Keysha merasa suana menjadi agak aneh, jika mereka terus membahas masalah itu.


" Kamu benar-benar akan pulang ke negara tempat orang tuamu? " Keysha mengira Adit akan terus tinggal di sini.


" Seperti yang sudah ku katakan, aku memang akan pulang ke negara orang tua ku. Tidak ada gunanya juga jika aku terus tetap tinggal disini. Pekerjaan ku yang ada disini juga sudah selesai dan ..., " Adit menggantungkan kalimatnya.


" Dan alasan utama ku kesini dulu untuk meminta maaf dan mengajak mu memulai kembali hubungan kita dari awal. Tapi sayang sekali ... Saat aku kembali ke sini kamu sudah menikah, bahkan kamu terlihat begitu bahagia sekarang. Mana mungkin aku tega memaksa mu supaya mau kembali pada ku. Meskipun awalnya aku memang berniat merebut mu kembali. " Adit terdengar begitu putus asa.


Tidak mudah baginya melepaskan Keysha, tapi dia tidak ingin egois. Jika dia memang mencinta dan menyayangi Keysha, maka dia harus bisa melepaskan wanita itu. Karena wanita itu sudah bahagia dan kebahagiannya berada pada suaminya.


" Kamu tidak berubah ya " Inilah Adit yang Keysha kenal dulu. Laki-laki yang mempunyai hati yang begitu besar dan sabar.


Dan karena kebaikannya itu juga, Keysha hampir tidak bisa move on darinya. Tapi entah bagaiman caranya Keysha bisa melupakan Adit karena Reynald. Pria yang mempunyai perilaku yang begitu buruk dan kekanak-kanakan yang sangat jauh berbanding terbalik dengan Adit.


Adit melihat arloji yang melingkar ditangannya. Sebentar lagi dia harus ke bandara karena dia mengambil waktu penerbangan siang hari.


Adit menatap Reynald dengan begitu serius " Aku harap kau akan selalu menjaganya dengan baik. Jangan berani selingkuh! Jika itu terjadi maka saat itu juga aku akan datang dan membawanya bersama ku! " Adit tidak terdengar main-main dengan perkataannya.


" Aku tidak akan melakukan itu, meskipun kau tidak mengatakannya sekalipun! " Reynald tidak akan menyelingkuhi ataupun meninggalkan istrinya, bagi Reynald Keysha sudah menjadi segalanya di kehidupannya.


" Waktu ku tinggal sebentar lagi, aku harus pergi sekarang. " Adit bangun dari duduknya.


" Semoga kamu dan bayi mu selalu sehat, ya. " Ucap Adit ramah dengan senyuman yang terasa begitu hangat saat Keysha melihatnya.


" Sampai bertemu lagi " Setelah mengucapkan itu Adit langsung pergi meninggalkan kafe menuju bandara.


.


Sehabis dari kafe tadi, Reynald dan Keysha langsung pulang ke apartemen. Tiba-tiba saja setelah pulang dari kafe Reynald merasakan kepalanya agak pusing.


Keysha menggantikan bajunya dengan daster yang biasa dia kenakan saat di rumah.


" Apa kepala mu masih pusing? " Tanya Keysha khawatir.


" hm " Jawab Reynald singkat.


" Bagaimana kalau kita ke rumah sakit? Jika tidak mau kita telpon Andrew saja! " Suara Keysha terdengar agak panik.


" Tidak perlu, sepertinya aku akan baik-baik saja kalau sudah tidur " Ucap Reynald supaya Keysha tidak terlalu memikirkannya.


Keysha membawa kepala Reynald kepangkuan nya " Apa pinggang dan perut mu tidak sakit? " Tanya Reynald saat kepalanya berada di pangkuan istrinya.


" Tidak " Keysha memijit kepala Ardi yang berada di pangkuannya. Lama-lama Reynald menjadi merasa ngantuk karena pijatan tangan Keysha yang ada di kepalannya.