
Matahari sudah begitu terang. Tapi Keysha baru terbangun. Tubuhnya masih terasa begitu lelah karena pergulatan mereka tadi malam.
Reynald sudah bangun dari tadi. Tapi dia masih tetap setia berbaring di samping Keysha menunggu wanita itu terbangun.
Hati Reynald begitu senang hari ini.
" Apa kamu sangat lelah? " Tanya Reynald melihat Keysha yang membuka perlahan matanya.
" hm " Singkat Keysha kemudian melingkarkan tangannya ke pinggang Reynald.
" Ini sudah siang, apa kamu tidak lapar? " Tanya Reynald mengingat ini sudah jam sebelas. Tapi mereka berdua masih belum makan dan minum.
" Rey diam lah! Aku hanya ingin memelukmu " Entah mengapa Keysha tiba-tiba merasa kesal mendengar Reynald yang terus berbicara.
" Aku lapar, sangat lapar ..., " Jujur Reynald.
Keysha melepaskan pelukannya
" Memangnya sekarang pukul berapa? " Tanya Keysha.
" Hampir setengah dua belas " Jawab Reynald yang membuat Keysha terkejut.
" Benarkah? Pasti kamu sangat kelaparan. Tutup mata mu, aku ingin memakai pakaian "
Reynald menaikkan sebelah alisnya. " Aku kan sudah melihat seluruh tubuhmu, untuk apa lagi aku menutup mata? " Heran Reynald.
" Aku malu, cepatlah " Rengek Keysha dengan wajahnya yang memerah.
Ada apa ini, Kenapa Keysha terlihat begitu manis? Padahal tadi malam wanita itu mengajaknya bercinta. Tapi pagi ini dia bersikap malu-malu.
" Baiklah, aku akan menutup mataku " Reynald menuruti perintah Keysha.
Dengan cepat Keysha melepaskan selimut yang menutup tubuhnya dan memakai kemeja Reynald yang ada di dekatnya.
" Sudah " Reynald membuka matanya melihat Keysha yang memakai kemejanya.
Terlihat begitu seksi dimata Reynald.
Keysha berlalu ke kamar mandi sekedar mencuci muka dan sikat gigi. Setelah itu langsung menuju dapur bersiap memasak.
Keysha memasak ayam goreng saja hari ini.
" Seksi " Bisik Reynald yang sudah memeluk Keysha dari belakang.
Keysha mengangkat ayam gorengnya yang sudah matang dengan sedikit kesusahan. Karena Reynald yang tidak mau melepaskan pelukannya.
" Lepas dulu pelukan mu. Apa kamu tidak mau makan? " Reynald langsung melepaskan pelukannya dan berjalan menuju meja makan.
Saat sedang makan, Keysha hanya duduk diam memperhatikan Reynald yang makan begitu lahap.
" Kamu tidak makan? " Tanya Reynald yang melihat Keysha hanya duduk diam memperhatikannya.
" Aku tidak nafsu makan " Jawab Keysha yang menyanggakan dagunya di tangan.
"Makanlah sedikit Key, nanti sakit"
" Aku tidak mau " Keysha menggelengkan kepalanya.
" Key, kubilang makan. Ya, makan " Reynald memaksa Keysha membuka mulut lalu menyuapkan makanan ke mulut Keysha.
Keysha berlari menuju wastafel dan langsung muntah disitu. Reynald mengejar Keysha.
Reynald memegang rambut Keysha yang terurai agar tidak terkena muntahannya.
" Aku bilang aku tidak mau! Kenapa memaksa ku " Keysha langsung marah kepada Reynald setelah berhenti muntah.
"Aku hanya tidak mau, kamu sakit"
" Tapi aku bilang tidak mau, Kenapa harus memaksa ku?! " Mata Keysha langsung berkaca-kaca.
" Maafkan aku, aku tidak akan melakukannya lagi " Reynald langsung memeluk Keysha sebelum wanita itu menangis.
.
Selesai Membersihkan Diri Keysha mendapati Reynald yang sudah memakai pakaian begitu rapi.
" Kemana? " Tanya Keysha yang baru keluar.
" Jam satu ini, aku harus melakukan rapat " Jawab Reynald yang bercermin menyisir rambutnya.
Keysha langsung memeluk Reynald " Tidak usah pergi, ya " Ucap Keysha.
" Aku hanya sebentar, kalau rapatnya selesai aku akan langsung pulang " Jelas Reynald.
" Tetap saja tidak usah pergi " Reynald bingung, kenapa Keysha menjadi lengket dengannya.
Biasanya saja, wanita itu menyuruh Reynald supaya pergi ke kantor.
Reynald mendudukkan pantatnya di bangku depan cermin. Ditatapnya wajah keysha yang makin hari terlihat semakin cantik.
" Sebentar saja, setelah itu aku akan langsung pulang " Ucap Reynald lagi.
Keysha tidak mendengarkan Reynald. Dia malah duduk dipangkuan Reynald dengan kaki yang melingkar di pinggang laki-laki itu.
" Ada apa dengan mu, key? " Heran Reynald dengan sikap aneh Keysha.
Biasanya Keysha akan kesal kalau Reynald terus menempeli nya. Tapi sekarang malah dia sendiri yang menempeli Reynald.
" Aku suka memeluk mu " Keysha memeluk Reynald dengan wajah yang dia sembunyikan di dada bidang milik Reynald.
Tangan Reynald berada di pinggang Keysha. Lalu menurunkan wanita itu dari pangkuannya.
" Ayolah, Key. Kalau kamu begini aku bisa telat menghadiri rapat "
" Aku kan sudah bilang jangan pergi! Tapi kamu masih tetap mau pergi, kalau begitu pergilah!! " Keysha langsung berjalan cepat menuju kasur dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.
Reynald menghampiri Keysha.
" Key " Reynald membuka selimut yang menutupi wajah Keysha.
" Astaga, kenapa kamu menangis? Aku cuma akan pergi sebentar "
" Sana pergilah, bila perlu tidak usah kembali " Keysha mengucapkannya sambil terisak.
" Aku tidak jadi pergi " Reynald membawa Keysha dalam pelukannya.
Reynald tidak tega melihat Keysha. Bukan hanya itu, dia juga khawatir mereka akan bertengkar lagi. Kalau dia tetap bersikeras pergi.