
Keysha masih ada di rumah orang tuanya.
" Matikan laptop mu " Ini sudah untuk yang kesekian kalinya Reynald menegur Keysha.
" Sebentar lagi " Dan ini juga jawaban yang sudah Reynald untuk yang kesekian kalinya juga.
Reynald yang merasa geram langsung merebut laptop yang berada di pangkuan Keysha.
" Apa yang kamu lakukan!? " Keysha menatap kesal Reynald yang sudah mengganggunya.
" Ini sudah tengah malam, Key. Tidurlah " Jarum jam sudah menunjukan jam setengah dua belas malam. Tapi Keysha masih belum tidur.
" Aku belum mengantuk, aku masih mau menonton! " Keysha merasa matanya masih terasa segar.
" Begadang itu tidak bagus untuk kesehatan, Key. Apalagi untuk ibu hamil " Nasihat Reynald
" Kali ini saja, ya ..., " Mohon Keysha dengan kedua telapak tangan yang disatukan.
" Key, Jangan membantah ku. Aku paling tidak suka dengan itu " Nada bicara Reynald berubah menjadi agak dingin.
" Ck " Keysha langsung merebahkan tubuhnya, dia tahu pasti Reynald akan mengancam dan memarahinya. Jika dia masih berani membantah.
Reynald menyelimuti Keysha yang berbaring dengan posisi membelakanginya, posisi yang paling dibencinya.
" Key " Keysha tidak merespon panggilan Reynald.
" Jangan membuat marah " Keysha langsung membalikan posisinya berhadapan dengan Reynald.
" Apa?! " Ketus Keysha
" Apa kamu karena aku menyuruh tidur? " Cepat sekali Reynald sudah mengubah nada dinginnya menjadi terdengar begitu lembut di telinga Keysha.
" Tidak tau! " Keysha memeluk tubuh Reynald, meskipun suaranya terdengar ketus menjawab pertanyaan suaminya.
" bayinya menendang ku lagi, Rey. " Ucap Keysha yang agak terkejut, karena bayinya menendang mendadak.
" Benarkah? " Reynald selalu antusias dan begitu bersemangat saat Keysha mengatakan bayi mereka menendang.
" Coba rasakan " Keysha mengambil tangan Reynald dan meletakkan di perutnya yang sudah besar.
Reynald merasakan pergerakan di tangannya saat berada di atas perut istrinya
" Kenapa anak daddy belum tidur " Ucap Reynald yang mensejajarkan kepalanya dengan perut Keysha.
Sesekali Reynald mencium perut istrinya yang terdapat buah hati mereka di dalamnya.
" Mungkin dia belum mengantuk " Jawab Keysha.
Keysha sama sekali tidak percaya kalau bayinya terbangun gara-gara suara film yang tadi di tonton nya.
Keysha masih belum bisa memejamkan matanya, padahal malam sudah begitu larut. Tiba-tiba saja perutnya terasa lapar.
Dilihatnya kesamping, ternyata Reynald sudah terlelap dengan dengkuran yang keluar lumayan keras dari mulutnya.
Padahal Keysha ingin menyuruh Reynald untuk mengambilkan makanan karena malas ke dapur. Tapi melihat Reynald yang sudah tidur pulas Keysha merasa tidak tega membangunkannya.
Dengan langkah kaki yang sangat malas Keysha menuruni anak tangga kamarnya menuju ke dapur.
Tidak ada makanan karena mereka sudah makan malam tadi, Keysha membuka kulkas mengambil beberapa buah-buahan yang ada disitu.
Keysha membawa makanannya ke meja makan dan duduk menikmatinya di situ.
Akhirnya perutnya sudah terasa kenyang, tapi Keysha sangat malas menaiki tangga untuk ke kamar. Padahal matanya sudah mulai terasa berat.
.
Jam tiga pagi Reynald terbangun. Tapi dia terkejut saat tidak melihat keberadaan istrinya. Saat Reynald terbangun tadi malam, dia juga tidak mendapati Keysha di sampingnya. Apa jangan-jangan dari tadi malam Keysha tidak tidur bersamanya?
Reynald langsung bangun dan membuang selimut yang menutupinya tubuhnya.
Napasnya begitu tak beraturan karena takut campur khawatir. Reynald berlari dari kamar mengecek semua tempat.
Tapi napasnya kembali terasa normal ketika mendapati Keysha yang tertidur dengan tangan yang dilipat di meja.
" Kenapa kamu tidur disini? " Keysha mengerjapkan matanya melihat Reynald yang menunduk di sampingnya.
" Ah ... Pinggang dan perutku sakit sekali " Karena tidur dengan posisi duduk perut dan pinggangnya terasa keram dan agak sakit.
Reynald langsung mengangkat tubuh Keysha membawanya ke kamar. Dengan gerakan yang begitu lembut dia menjatuhkan tubuh istrinya keatas kasur.
" Apa perut mu masih sakit " Tanya Reynald yang khawatir, karena mendengar Keysha yang meringis.
" Sedikit " Jawab Keysha.
" Jangan pergi seperti itu lagi, kamu tidak tau seberapa khawatirnya aku "
" Aku lapar, tapi kamu sudah tidur dan aku tidak tega membangunkan mu " Tutur Keysha.
" Lain kali meskipun aku tidur sepulas apapun kamu tetap harus membangunkan ku " Tegas Reynald. Meskipun Reynald merasa terganggu ketika Keysha membangunkannya tengah malam. Tapi dia tidak masalah dengan hal itu.
" Iya, janji " Keysha menyatukan jari kelingkingnya dengan jari kelingking besar milik Reynald.