Marriage Contract

Marriage Contract
Tujuh Puluh Dua



Keysha begitu terganggu saat beraktivitas, karena sakit di punggungnya. Bukan hanya itu, kakinya juga mengalami bengkak yang selalu membuatnya merasa tidak nyaman.


Keysha duduk di sofa yang berada di ruang tamu sambil memijit kakinya yang terasa sakit. Reynald yang melihat itu langsung menemuinya.


" Sayang " Ucap Reynald yang baru duduk di samping Keysha.


" Hm " Balas Keysha dengan tangan yang terus memijit kakinya.


" Sini biar ku bantu " Reynald mengangkat kaki istrinya dan menaruhnya di paha.


Reynald membantu memijit pelan kaki Keysha yang bengkak.


" Sudah ku bilangkan! Jangan terlalu memaksakan diri!! " Reynald kesal dengan istrinya yang selalu mengerjakan pekerjaan rumah meskipun sudah dilarang.


" Aku hanya mau bergerak sedikit, kalau terus dibawa diam rasanya juga tidak nyaman " Ucap Keysha.


Reynald diam saja memendam rasa kesal di hatinya, karena istrinya yang sering membantah perintahnya.


" Entah mengapa, semakin hari aku semakin merasa gugup " Keysha agak takut saat dia harus menghadapi rasanya melahirkan.


" Apa yang kau gugup kan? " Tanya Reynald.


" Banyak orang yang meninggal saat melahirkan kan?? "


" Key! " Reynald terlihat marah. Dia tidak suka mendengar Keysha yang berbicara seperti itu.


" Maafkan aku jika itu membuatmu marah, akun hanya khawatir saja " Keysha tau Reynald sedang marah karena mendengar ucapannya tadi.


" Jangan pernah berbicara seperti itu lagi! Apapun yang terjadi kita harus tetap bersama! "


" iya, kita harus tetap bersama! " Ucap Keysha yang langsung memeluk Reynald.


Sesekali Reynald mencium pucuk kepala Keysha yang berada di pelukannya.


" Mas " Sekarang Keysha sudah membiasakan diri memanggil Reynald dengan sebutan mas.


" Hm, apa sayang? " Tanya Reynald sambil mengelus pipi Keysha.


" Aku mau ke rumah mamah " Ucap Keysha manja.


" Tapi aku mau ke rumah mamah! " Rengek Keysha yang kembali memeluk Reynald.


" Ya, ya, ya, ya ..., " Keysha terus merengek kepada Reynald.


" Kenapa aku bisa mencintai orang keras kepala sepertimu? " Reynald mencubit gemas pipi Keysha yang terlihat lebih berisi dari sebelumnya.


" Sakit! " Protes Keysha yang tak suka pipinya dimaini.


" Kamu terlihat menggemaskan dengan pipi berisi seperti ini! "


Wajar saja jika Keysha menjadi lebih berisi, karena dia makan begitu sering dan banyak.


" Kita ke rumah mamah, ya ..., " Ternyata Keysha masih ingat, Reynald kira istrinya sudah melupakan niatnya untuk pulang.


" Iya, iya ... Dasar pemaksa! " Ucap Reynald.


Keysha langsung menuju tangga untuk mengambil bajunya. Karena pakaiannya banyak yang berada di kamar atas daripada yang di kamar bawah.


" Aku benci sekali melihatmu yang naik turun tangga ini " Kesal Reynald yang berada di belakang Keysha.


" Aku akan hati-hati " Ucap Keysha.


Keysha dan Reynald sudah berada di dalam kamar mereka yang berada di lantai atas. Keysha mengambil beberapa pasang baju untuknya dan Reynald bawa.


" Yang, kamu duduk saja, biar aku yang bereskan " Keysha langsung menurut dan duduk di tepi ranjang.


Reynald melipat dan memasukan pakaian yang akan mereka bawa ke dalam tas ransel berwarna hitam. Mereka hanya membawa sedikit, karena sebagian pakaian mereka masih ada di sana yang memang sengaja mereka tinggalkan.


" Kamu terlihat lelah " Ucap Reyanld yang sudah menghampiri Keysha.


" Aku hanya lelah sedikit, mas " Ucap Keysha.


" Kalau begitu, istirahatlah dulu. Setelah bangun baru kita akan berangkat "


Keysha benar-benar tidur. Tidurnya juga terlihat begitu pulas. Reynald hanya diam di samping Keysha dengan tangan yang sibuk memainkan ponselnya, selagi menunggu Keysha bangun.