Marriage Contract

Marriage Contract
Enam puluh Empat



Reynald mengalah, kalau dia nekat membanting ponsel Keysha. Pasti itu hanya akan membuat mereka berdua bertengkar.


Apalagi melihat kondisi Keysha yang sedang hamil sepertinya itu nanti akan berpengaruh kepada bayi mereka.


" Aku menyerah " Reynald mengembalikan ponsel Keysha.


Akhirnya Keysha kembali tersenyum setelah ponselnya dikembalikan.


" Maaf, kamu tidak marah lagi kan? " Reynald sudah memeluk manja tubuh istrinya dari samping.


" Baiklah, kamu ku maafkan " Keysha menghidupkan kembali ponselnya yang dimatikan Reynald saat menyitanya tadi.


" Banyak sekali " Ucap Keysha setelah melihat notifikasi panggilan tak terjawab di ponselnya.


" Aku akan menelpon balik, tidak papa kan? " Keysha menunggu jawaban dari Reynald yang seperti enggan mengijinkannya.


" Sebentar saja " Dari suaranya Reynald sangat tidak rela mengijinkan Keysha menelpon Adit.


" Dan jangan lupa keras kan volumenya, supaya aku juga bisa mendengar apa yang dia katakan " Sambungnya.


" Thank you " Keysha memberikan ciuman manis di pipi kiri Reynald sebagai tanda terima kasihnya.


Keysha menelpon balik Adit dan tidak butuh waktu lama, Adit sudah mengangkat panggilannya.


Selama Keysha berbicara dengan Adit, Reynald hanya mendengarkan percakapan mereka berdua dengan tangan yang mengelus perut Keysha.


Adit menelpon Keysha hanya ingin mengajaknya bertemu, karena besok dia akan kembali ke kota A tempat orang tuanya.


" Jadi bagaimana?? " Tanya Keysha kepada Reynald setelah dia selesai menelpon Adit.


" Aku akan ikut " Reynald tidak akan mau membiarkan istrinya berduaan saja bersama pria lain.


" Terserah mu saja " Keysha sudah tau Reynald akan ikut pergi. Tidak mungkin suaminya akan membiarkannya pergi sendiri. Apalagi pergi menemui Adit.


" Rey aku haus, tolong ambilkan minum " Reynald segera melepaskan pelukannya dan keluar dari kamar menuju dapur.


Tidak membutuhkan waktu lama Reynald sudah kembali dengan segelas air di tangannya dan beberapa snack.


Reynald menyerahkan gelas ditangannya kepada Keysha. Keysha pun menyambutnya dan langsung meminum air yang sudah ada di tangannya. Karena Keysha merasa sangat haus.


Reynald kembali duduk di samping Keysha dengan tangan yang sibuk menyuapkan cemilan ke dalam mulutnya.


" Rey kenapa kamu itu dalam kamar? Nanti ada semut " Sudah berapa kali Keysha menegur Reynald supaya tidak makan di dalam kamar apalagi di atas kasur. Tapi Reynald tidak mau mendengarkannya.


" Coba lihat remah cemilan bekas mu " Ucap Keysha menunjuk pada kasur yang sudah tidak bersih lagi.


" Nanti aku bersihkan " Entah serius atau tidak Reynald mengatakannya Keysha juga tidak tau.


" Keluar sana ... Kamu berisik, aku mau tidur sebentar " Keysha coba memejamkan matanya tapi suara Reynald mengunyah makanannya begitu mengganggu di telinga Keysha.


" Aku tidak bisa tidur mendengar suara mengunyah! Sana keluar... Makannya di sofa depan tv saja " Keysha mendorong tubuh Reynald memaksa supaya suaminya mau keluar.


Reynald acuh saja dengan Keysha yang terus memaksanya keluar. Reynald malah membuka bungkusan snack yang satunya lagi.


" Ck! " Keysha tidak berhasil mengusir Reynald.


Karena tidak berhasil Keysha malah memeluk Reynald. Supaya suaminya juga ikut tidur dengannya.


" Huh, manja! Tadi sok-sokan mengusir ku. Sekarang malah memelukku sampai begini " Goda Reynald


" Lepaskan pelukanmu sebentar aku mau mencuci tangan " Keysha. Melepaskan pelukannya membiarkan Reynald menuju kamar mandi.


Setelah selesai Reynald kembali lagi. Dan langsung berbaring di samping Keysha.


" Malas sekali aku harus bertemu dengan mantan mu " Ucap Reynald kesal karena besok mereka akan bertemu Adit.


" Kalau malas tidak usah ikut " Jawab Keysha dengan mata yang terpejam.


" Tidak bisa! Pokoknya aku harus ikut "


Keysha membuka matanya dan tersenyum menatap Reynald " Apa kau cemburu? " Keysha bertanya meskipun jawabannya sudah pasti.


" Jelas saja aku cemburu! Apalagi istriku mau bertemu dengan mantan tercintanya " Wajah Reynald terlihat Kesal karena harus membicarakan Adit.


" Tapikan itu dulu, sekarang aku cintanya sama kamu " Ucap Keysha dengan senyum hangat di bibirnya.


" Apalagi sudah ada dia " Keysha membawa tangan besar Reynald ke perutnya yang buncit.


Reynald langsung memeluk Keysha membenamkan kepalanya di ceruk leher perempuan itu.


" Aku semakin mencintai mu " Ucap Reynald.


" Aku juga " Keysha mengelus kepala Reynald memberikan kenyamanan kepada suaminya.